Categories
Tips Kesehatan

Penyebab Rambut Rontok Pada Busui

Penyebab Rambut Rontok Pada Busui

Rambut rontok saat menyusui disebabkan oleh faktor hormonal

Beberapa dari Anda mungkin pernah mengeluhkan rambut rontok saat memberi air susu ibu (ASI) eksklusif kepada bayi. Sebetulnya, apa penyebab rambut rontok saat menyusui dan bagaimana cara mengatasinya?. Nah untuk itu berikut ini kami akan memberikan anda informasi mengenai Penyebab Rambut Rontok Pada Busui yang harus anda ketahui. Untuk itu simak ulasannya dibawah ini.

Sebagian ibu menyusui mengeluhkan alami rambut rontok saat mulai memberikan ASI eksklusif pada buah hatinya. Kerontokan ini bisa terjadi sedikit atau pun sangat banyak hingga menyebabkan kekhawatiran. Sebenarnya, apa penyebab rambut rontok saat menyusui?

Tidak sedikit ibu menyusui yang menyalahkan kegiatan menyusui sebagai penyebab utama kerontokan rambut yang mereka alami. Sebagian dari mereka malah jadi ragu akan menyusui atau tidak. Padahal, belum ada bukti yang akurat terkait menyusui sebagai penyebab utama kerontokan setelah melahirkan.

Intip Penyebab Rambut Rontok pada Ibu Menyusui - Alodokter

Ini Penyebab Rambut Rontok Saat Menyusui

Ketika hamil, perubahan tidak hanya terjadi pada tubuh, namun juga pada hormon. Beberapa hormon mengalami peningkatan saat hamil. Hormon-hormon tersebut meliputi estrogen, progesteron, oksitosin, dan prolaktin.

Selain itu, volume darah dan sirkulasi dalam tubuh juga meningkat saat hamil. Perubahan hormon dan sirkulasi darah ini dapat membuat rambutmu menjadi lebih tebal dan kuat selama hamil.

Akan tetapi setelah bayi lahir, kadar hormon estrogen dan progesteron mengalami penurunan. Volume darah juga mengalami penurunan secara bertahap dan kembali normal beberapa minggu setelah melahirkan. Nah, perubahan inilah yang menyebabkan rambut rontok.

Dalam dunia medis, rambut rontok saat menyusui dikenal dengan istilah postpartum hair loss atau kerontokan pascamelahirkan. Artinya, menyusui ataupun tidak, kebanyakan ibu yang baru saja melahirkan akan mengalami kerontokan pada rambutnya. Hal ini adalah kondisi yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan, kok.

Jadi, menyusui tidak ada kaitannya dengan rambut rontok yang kamu alami, ya. Menyusui anak secara langsung justru memberikan manfaat untuk dirimu. Salah satunya adalah membantu pemulihan tubuh jadi lebih cepat setelah melahirkan.

Cara Mengatasi Rambut Rontok Saat Menyusui

Sebenarnya tidak ada obat yang pasti untuk mengatasi rambut rontok setelah melahirkan. Kamu hanya bisa bersabar sembari menunggu kadar hormonmu menjadi stabil kembali. Umumnya rambut rontok akan terus berlangsung hingga buah hatimu berusia 1 tahun.

Jika memang rambutmu terlihat menipis, kamu bisa mengganti gaya rambutmu agar tampak lebih bervolume atau menggunakan sampo dan kondisioner yang bisa menambah volume rambut. Selain itu, rawat rambut dengan lebih hati-hati. Sisirlah rambutmu dengan perlahan dan hindari mengeringkan rambut dengan kasar menggunakan handuk.

Kamu juga dianjurkan untuk mengonsumsi makanan bergizi, seperti buah-buahan dan sayuran berdaun hijau yang kaya akan vitamin dan mineral, serta telur dan ikan yang kaya akan protein dan lemak sehat. Makanan-makanan tersebut kerap disarankan untuk orang-orang yang ingin menyehatkan rambut.

Bila perlu, kamu juga bisa melanjutkan konsumsi vitamin prenatal setelah melahirkan, lho, terutama jika kamu menyusui. Vitamin ini bisa bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan vitamin harianmu yang masih cukup tinggi saat menyusui.

Pada beberapa kasus, kerontokan rambut saat menyusui juga bisa disebabkan oleh masalah kesehatan, misalnya anemia karena kekurangan zat besi. Jadi, bila rambut rontok yang kamu alami saat menyusui dirasa berlebihan atau bahkan menimbulkan kebotakan, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Categories
Tentang Penyakit

Penyebab Bayi Tiba Tiba Lemas

Penyebab Bayi Tiba Tiba Lemas

Ketahui Penyebab, Ciri, Penanganan Sindrom Bayi Lemas

Tulang dan otot merupakan beberapa komponen penting yang ada di tubuh manusia. Fungsinya sendiri adalah untuk membentuk struktur tubuh dan menggerakan tubuh.

Serabut otot manusia rata-rata kuat dan kaku, tapi terkadang ada seorang bayi yang mengalami otot-otot lemas karena suatu kondisi yang dikenal sebagai hipotonia.

Hipotonia yang biasa disebut dengan sindrom floppy baby atau sindrom bayi lemas adalah suatu kondisi dimana otot-otot sangat lunak sehingga ia terlihat lunglai, lemas, dan lembek tak berdaya.

Bayi dengan kondisi ini memiliki otot yang sangat longgar dan elastis. Akibatnya bayi akan mengalami kesulitan mengisap atau mengunyah, karena otot-ototnya tidak bisa mengontrol kontraksi dan relaksasi. 

Meski memiliki bagian tubuh yang normal, namun karena otot yang lemah ini, bayi dengan sindrom lemas ini akan terlihat lebih terkulai dan lembek.

Mengetahui begitu bahayanya sindrom yang satu ini jika terjadi pada newborn mama, berikut TradisionalSehat memberikan informasi seputar Penyebab Bayi Tiba Tiba Lemas dibawah ini.

1. Kurang cairan

Kurang cairan pada bayi bisa disebabkan oleh diare. Ketika mengalami diare, bayi akan mengeluarkan cairan lebih dari BAB. Ditambah lagi, BAB menjadi lebih sering dari biasanya. Hal ini membuat bayi berisiko kekurangan cairan atau dehidrasi dan merasa lemas secara tiba-tiba.

Selain itu, kurang cairan juga bisa terjadi jika bayi kepanasan. Dalam kondisi ini, bayi akan berkeringat sehingga mengeluarkan lebih banyak cairan dari tubuh. Jika ini tidak diimbangi dengan minum yang cukup, bayi bisa saja mengalami dehidrasi.

Selain terlihat lemas, kurangnya cairan pada tubuh bayi juga ditandai dengan warna urine yang terlihat sangat pekat, bibir dan mulut kering, sering mengantuk, mudah rewel, buang air kecil menjadi lebih jarang, tidak adanya air mata saat menangis, serta malas minum ASI ataupun susu formula.

2. Kurang oksigen

Penyebab lain bayi merasa lemas adalah kurang oksigen. Kurangnya pasokan oksigen pada bayi bisa terjadi jika bayi memiliki masalah pada paru-paru atau jantungnya.

Adapun tanda-tanda saat bayi mengalami kekurangan oksigen meliputi bibir dan ujung jari tampak kebiruan, bayi sulit bernapas, lemas, dan kulit tampak pucat. Jika ini terjadi, Si Kecil harus segera diberikan pertolongan resusitasi.

3. Infeksi

Infeksi juga bisa menyebabkan bayi tiba-tiba merasa lesu dan lemas. Daya tahan tubuh bayi umumnya belum sekuat orang dewasa. Alhasil, bayi jadi lebih mudah terinfeksi oleh berbagai jenis virus dan bakteri.

Beberapa tanda bahwa Si Kecil sedang mengalami infeksi adalah tidak nafsu makan atau kesulitan untuk makan, lesu, suhu tubuh menurun atau mendadak tinggi, serta rewel dan sering menangis.

4. Keracunan atau overdosis obat

Tanda-tanda bayi mengalami keracunan atau overdosis obat antara lain adalah muntah, sulit bernapas, sakit perut, kejang, lemas, hingga tidak sadarkan diri.

Keracunan atau overdosis obat bisa saja dialami oleh bayi yang sedang aktif merangkak dan memasukkan semua benda yang ia genggam. Bunda mungkin saja tidak sengaja meletakkan obat atau cairan kimia berbahaya di tempat yang mudah dijangkau Si Kecil.

Nah, barang-barang tersebut bukan tidak mungkin menjadi incaran buah hati, lho. Si Kecil bisa saja menganggap obat atau cairan kimia berbahaya itu sebagai mainan atau makanan untuknya. Jadi tanpa sepengetahuan Bunda, ia bisa menelannya dan mengalami keracunan.

5. Syok anafilaktik

Bayi lemas secara tiba-tiba bisa terjadi setelah ia mengonsumsi makanan atau minum obat tertentu. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut dengan syok anafilaktik.

Syok anafilaktik adalah syok yang disebabkan oleh reaksi alergi yang berat. Pada kondisi ini, sistem kekebalan bereaksi secara berlebihan dan menyebabkan gangguan aliran darah dan penyerapan oksigen ke seluruh tubuh.

Bila mengalaminya, Si Kecil akan menimbulkan tanda berupa sesak napas dan kesulitan bernapas, kebiruan pada warna kulit, pembengkakan pada lidah atau bibir, mual dan muntah, lemas, hingga tidak sadarkan diri.

Bayi yang lemas secara tiba-tiba tidak boleh dibiarkan lama-lama. Jika Si Kecil tiba-tiba lemas atau tidak seaktif biasanya, apalagi disertai gejala seperti demam, muntah, atau keringat dingin, sebaiknya segera bawa ia ke dokter terdekat untuk mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat.