Categories
Tips Kesehatan

Tips Mencegah Keracunan Klorin

Tips Mencegah Keracunan Klorin

Cara menjaga kesehatan , kesehatan , makanan yang menyehatkan tubuh , makanan alami untuk kesehatan  , Menjaga Kesehatan Tubuh Agar Kebal Penyakit , Makanan Baik untuk Kesehatan Mata , Manfaat Dan Khasiat Madu , Buah Untuk Penderita Darah Rendah , Makanan Mengatasi Lambung Bengkak , Makanan Yang Mengandung Serat Tinggi , Penyebab Dada Sakit , Manfaat Jamu Empot-Empot , Manfaat Daun Sirih , Khasiat Daun Sendok , Penyebab Mimisan , Bahaya Narkoba , Bahaya Ganja , Penyebab Kista Pada Wanita , Makanan Yang Meredakan Hidung Tersumbat , Jus Buah Penyebab Diabetes , Bahaya Makan Mie Instan , Penyebab Bibir Hitam , Obat Tradisional Untuk Biduran , Obat Alami Keputihan Karena Jamur , Obat Kesemutan Alami , Obat Herbal Nyeri Sendi , Obat Kaki Terkilir Alami , Abetalipoproteinemia , Ablasio Retina , Abses Bartholin , Ramuan Alami Mengatasi Masuk Angin , Buah Yang Ampuh Turunkan Kolestrol , Penyebab Penyakit Kaki Gajah , Penyebab Penyakit Cacingan , Cara Mengatasi Pengapuran Tulang , Mengobati Penyakit Bronkitis Pada Anak , Obat Pilek Alami , Bahan Alami Menghilangkan Bekas Cacar , Tanda Dan Gejala Kanker Hati , Tips Mencegah Keracunan Klorin , Cara Mudah Menjaga Ginjal , Cara Mengatasi Sunburn , Kandungan Rokok Yang Membahayakan , Efek Buruk Konsumsi Pemanis Buatan
Tips Mencegah Keracunan Klorin

Klorin atau Klor (Cl2) adalah salah satu dari sepuluh bahan kimia yang paling banyak diproduksi di seluruh dunia. Klorin diproduksi secara komersial untuk digunakan dalam industri dan produk pembersih rumah tangga. Klorin juga merupakan gas racun pertama yang digunakan sebagai senjata selama Perang Dunia I.

Beberapa sifat kimia maupun sifat fisik klorin adalah sebagai berikut:

  • Klorin adalah gas yang berwarna kuning-hijau jika berada pada suhu kamar.
  • Klorin memiliki bau menyengat dan menjengkelkan yang mirip dengan bau pemutih pakaian jika terdeteksi pada konsentrasi rendah.
  • Kepadatan gas klorin kira-kira 2,5 kali lebih besar dari udara, yang akan menyebabkannya tetap berada di dekat permukaan tanah di daerah-daerah dengan sedikit pergerakan udara.
  • Klorin tidak mudah terbakar, tetapi dapat bereaksi secara eksplosif atau membentuk senyawa eksplosif dengan banyak zat kimia lain seperti asetilena, eter, terpentin, amonia, gas alam, hidrogen, dan logam halus.
  • Klorin sedikit larut dalam air, dan bereaksi dengan kelembaban untuk membentuk asam hipoklorit (HClO) dan asam klorida (HCl).

    Apa saja pemanfaatan klorin?

    Klorin memiliki berbagai kegunaan. Di antaranya untuk mendisinfeksi air dan merupakan bagian dari proses sanitasi untuk limbah dan limbah industri. Inilah sebabnya kebanyakan kolam renang menggunakan klorin untuk pembersih dan pembunuh bakteri. Di pabrik kertas dan kain, klor digunakan sebagai agen pemutih, dan kemudian merambah ke produk pembersih rumah tangga untuk klorin yang larut dalam air.

  • Nah berikut ini kami akan memberikan anda Tips Mencegah Keracunan Klorin :
  • Gejala keracunan klorin

    Seberapa parahnya gejala dari keracunan klorin biasanya tergantung dari jumlah zat yang masuk ke tubuh, jenis paparan, dan durasinya. Gejalanya biasanya muncul dengan cepat setelah menelan atau menghirup zat tersebut. Anda akan mengalami berbagai masalah pada sistem pencernaan, pernapasan, dan juga sirkulasi darah.

    Jika klorin masuk ke sistem pencernaan, beberapa gejala yang biasanya muncul seperti:

    • Mulut panas seperti terbakar
    • Sakit tenggorokan
    • Sakit perut
    • Muntah
    • Buang air besar (BAB) berdarah

    Sementara itu, klorin juga akan berdampak pada sistem pernapasan dengan menimbulkan berbagai gejala seperti:

    • Sulit bernapas
    • Tenggorokan bengkak
    • Paru-paru terisi air (edema paru)

    Selain memunculkan masalah di sistem pencernaan dan pernapasan, klorin juga bisa merusak sistem sirkulasi dan menimbulkan berbagai gejala seperti:

    • pH darah menjadi tidak seimbang
    • Tekanan darah rendah

    Selain itu, gejala lainnya juga bisa muncul pada mata dengan menimbulkan berbagai gejala dari mulai penglihatan yang kabur, berair, terbakar, iritasi, hingga kebutaan. Kerusakan kulit seperti cedera jaringan akibat luka bakar dan iritasi juga bisa muncul jika paparan zatnya langsung mengenai kulit.

    Cara mengatasi keracunan klorin

    Keracunan klorin bisa diatasi dengan berbagai cara. Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention, jika disebabkan oleh gas klor, Anda perlu segera meninggalkan area tersebut dan pindah ke tempat dengan udara yang bersih. Kemudian, jika klorin mengenai kulit, Anda bisa segera mencuci bagian tersebut dengan sabun dan air.

    Jika zat yang satu ini masuk ke mata, segera bilas dengan air mengalir hingga tak lagi terasa perih. Lepaskan lensa kontak terlebih dahulu jika Anda sedang menggunakannya.

    Saat klorin tertelan, jangan minum cairan apa pun atau berusaha memaksa klorin keluar dengan muntah. Segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

    Dokter biasanya akan mengatasi keracunan klorin dengan berbagai perawatan. Mulai dari obat, arang aktif, cairan infus, dan oksigen tambahan. Tak hanya itu, dalam beberapa kasus, dokter juga akan mengosongkan perut dengan prosedur pengisapan lambung.

    Prosedur ini dilakukan dengan cara memasukkan tabung melalui hidung atau mulut hingga perut. Tabung ini nantinya akan mengalirkan isi lambung untuk dikeluarkan.

    Jika diperlukan, dokter juga akan memasukkan tabung pernapasan ke dalam saluran udara agar bernapas menjadi lebih mudah. Perawat juga akan mencuci kulit yang mengalami masalah akibat klorin setiap jamnya jika dibutuhkan.

    Dengan perawatan yang tepat dan sesegera mungkin diberikan, Anda bisa pulih dari berbagai gejala keracunan klorin yang dirasakan.

    Bagaimana cara mencegah keracunan klorin?

    Paparan zat klorin dalam kehidupan sehari-hari tak bisa dihindari. Namun, Anda tetap bisa mencegah keracunan klorin dengan cara:

    • Selalu membaca dan mengikuti petunjuk penggunaan produk.
    • Tidak mencampur bahan kimia berbahan dasar klorin dengan produk atau zat lain secara asal.
    • Mengenakan pakaian atau peralatan sesuai yang diinstruksikan pada produk.
    • Tidak menggunakan klorin di area tertutup tanpa ventilasi udara.
    • Menyimpan produk di tempat yang aman dan tepat serta jauh dari jangkauan anak-anak.
    • Jangan menelan air kolam renang.