Categories
Tentang Penyakit

Penyebab Sakit Perut Sebelah Kanan

Penyebab Sakit Perut Sebelah Kanan

Sakit perut sebelah kanan bisa disebabkan oleh berbagai kondisi. Lokasi bagian perut yang terasa sakit atau nyeri dapat menjadi petunjuk penyebabnya. Apa saja penyebabnya? Simak penjelasannya berikut ini.

Ada beberapa jenis rasa sakit yang dapat terasa pada perut. Mulai dari sakit ringan yang tidak mengganggu, kram, hingga rasa sakit tajam yang terasa menusuk. Selain itu, terdapat jenis sakit perut yang perlahan-lahan menguat hingga terasa tidak tertahankan, lalu mereda kembali. Hal yang juga perlu dicermati adalah arah penjalaran rasa sakit serta gejala-gejala lain yang mengiringi. Nah, berikut ini kami akan memberikan anda apasaja Penyebab Sakit Perut Sebelah Kanan.

1. Rasa sakit bisa disebabkan oleh masalah ringan

8 Penyebab Sakit Perut Sebelah Kanan, Ketahui Sebelum Asal Menduga

Sakit perut di bagian kanan sering kali disebabkan oleh gangguan kesehatan ringan. Contohnya adalah masalah pencernaan dan meningkatnya gas di dalam usus.

Biasanya kedua masalah tersebut hanya berlangsung selama beberapa hari saja dan disebabkan oleh kesalahan makan. Untuk mengatasinya, cukup perbaiki pola makan, perbanyak minum air hangat, dan minum obat jika diperlukan.

2. Radang usus buntu

8 Penyebab Sakit Perut Sebelah Kanan, Ketahui Sebelum Asal Menduga

Penyebab paling umum berikutnya adalah radang usus buntu. Organ ini terletak di bagian ujung usus besar dan tidak memiliki fungsi apa-apa. Namun ketika ia meradang, sakitnya akan luar biasa. 

Peradangan terjadi karena banyak hal, meliputi terhambatnya rongga, parasit, cedera, dan penebalan jaringan. Dilansir dari NHS, penyakit ini biasa menyerang orang yang berusia sepuluh hingga 20 tahun. Gejala yang biasa menyertainya adalah demam, diare, kembung, konstipasi, dan muntah-muntah. 

3. Hernia

8 Penyebab Sakit Perut Sebelah Kanan, Ketahui Sebelum Asal Menduga

Hernia adalah kondisi di mana organ internal tubuh terdorong ke permukaan sehingga menimbulkan benjolan. Biasanya hal ini terjadi pada usus halus dan usus besar. Penyebabnya beragam. Mulai dari kehamilan, olahraga angkat beban, genetis, obesitas, hingga adanya bekas operasi.

Dilansir dari Journal of the American Medical Association, masalah ini sering kali tidak parah tetapi jika pasien merasakan sakit sebaiknya konsultasi dengan dokter. Penanganan yang umum dilakukan adalah dengan operasi penutupan otot di daerah yang menonjol.

4. Irritable bowel syndrome (IBS)

8 Penyebab Sakit Perut Sebelah Kanan, Ketahui Sebelum Asal Menduga

Irritable bowel syndrome adalah gangguan usus besar kronis yang terjadi dalam jangka waktu lama. Penyebabnya belum diketahui hingga saat ini, tetapi ada sejumlah faktor yang diduga bisa memicunya.

Di antaranya adalah infeksi pencernaan, perubahan bakteri usus, ketidaknormalan sistem saraf, dan kontraksi otot usus. Gejala IBS meliputi sakit di bagian kanan perut, terutama saat mengangkat benda, batuk, dan tertawa, pembengkakan, dan konstipasi.

5. Batu ginjal

8 Penyebab Sakit Perut Sebelah Kanan, Ketahui Sebelum Asal Menduga

Gejala umum yang ditimbulkan oleh penyakit batu ginjal adalah rasa sakit di bagian bawah punggung, kandung kemih, bagian bawah, dan kanan perut, kata laman NIDDK. Biasanya nyeri berpindah-pindah mengikuti pergerakan batu ginjal. 

Gejala lain yang sering kali menyertainya adalah mual, muntah, adanya darah di urine, dan sakit saat kencing. Jika kamu merasakan kondisi tersebut, segera konsultasi ke dokter untuk mencegah batu bertambah besar. 

6. Penyakit batu empedu

8 Penyebab Sakit Perut Sebelah Kanan, Ketahui Sebelum Asal Menduga

Jika sakit yang kamu rasakan berada di bagian kanan atas, ada kemungkinan kamu sedang mengalami penyakit batu empedu. Organ ini berfungsi untuk membantu mencerna makanan dan menangkal racun yang masuk ke dalam tubuh.

Jurnal PubMed Central tahun 2013 mengatakan bahwa batu empedu dapat terjadi ketika cairan empedu mengeras dan menyumbat kantung. Gejala yang muncul biasanya berupa nyeri, demam, mual, muntah, dan kulit berwarna kekuningan.

7. Endometriosis

8 Penyebab Sakit Perut Sebelah Kanan, Ketahui Sebelum Asal Menduga

Endometriosis adalah kondisi di mana jaringan di dalam uterus (endometrium) tumbuh ke luar sehingga menyebabkan rasa sakit. Dilansir dari Medical News Today, gejalanya meliputi nyeri seperti kram haid, mual, darah haid keluar dengan banyak, dan rasa sakit ketika buang air kecil.

Penyakit ini cukup kronis sehingga kamu harus segera periksa ke dokter jika mengalami tanda-tanda tersebut.

8. Kista ovarium

8 Penyebab Sakit Perut Sebelah Kanan, Ketahui Sebelum Asal Menduga

Ini adalah kondisi ketika muncul kantung berisi cairan di dalam atau permukaan ovarium. Sebagian besar kista tidak parah ataupun menyebabkan rasa sakit. Mereka akan menghilang dengan sendirinya. 

Namun ketika kista yang muncul besar dan sudah pecah, kondisi akan berbalik menjadi lebih serius. Mayo Clinic mengatakan bahwa gejala yang muncul biasanya berupa kembung, perut terasa penuh, dan sakit menusuk di bagian samping perut. Jika rasa sakit sampai menyebabkan tubuh demam, segera periksakan ke dokter.

Demikian ulasan mengenai beberapa penyebab sakit perut sebelah kanan yang bisa kamu ketahui. Walaupun sering kali tidak parah, kamu harus mengetahui kemungkinan-kemungkinan di atas.

Categories
Tentang Penyakit

Penyebab Sakit Perut Sebelah Kiri

Penyebab Sakit Perut Sebelah Kiri

Sakit perut sebelah kiri bisa disebabkan oleh banyak hal. Bisa akibat kondisi atau penyakit ringan, seperti ketika memasuki masa ovulasi atau karena tinja yang mengeras. Bisa juga akibat kondisi yang berat, seperti batu ginjal, kista ovarium, atau kanker.

Sakit perut sebelah kiri yang ringan biasanya akan berkurang dalam waktu satu atau dua hari. Tapi jika Anda pernah mengalami cedera akibat kecelakaan, segera periksakan ke dokter jika mengalaminya. Begitu pula jika keluhan sakit perut sebelah kiri terus menerus dirasakan dan tidak kunjung membaik, agar dapat ditangani sesuai dengan penyebabnya. Nah, berikut ini kami akan memberikan anda apasaja Penyebab Sakit Perut Sebelah Kiri.

1. Divertikulitis

Kenali 7 Penyebab Sakit Perut Sebelah Kiri, Agar Penanganannya Tepatverywellhealth.com

Penyebab pertama yang paling umum adalah penyakit divertikulitis. Pernah mendengarnya? The American Gastroenterological Society mendefinisikan divertikulitis sebagai inflamasi pada kantung-kantung (diverticula) di dinding usus besar. Penyakit ini lebih sering menyerang orang yang berusia di atas 40 tahun karena usus mereka yang sudah mulai lemah.

Divertikulitis terjadi gara-gara makanan yang belum tercerna dengan baik terjebak di dalam diverticula. Penyumbatan tersebut mengakibatkan dinding usus membengkak dan timbul sobekan. Gejala yang mengiringinya adalah mual, tidak nafsu makan, dan demam. Rasa sakit biasanya terasa saat dan setelah makan.

2. Gastritis

Kenali 7 Penyebab Sakit Perut Sebelah Kiri, Agar Penanganannya Tepat

Gastritis adalah istilah yang biasa digunakan untuk menggambarkan kondisi peradangan pada lapisan dinding lambung. Penyebabnya beragam, mulai dari infeksi bakteri, penggunaan obat pereda sakit, atau bahkan terlalu banyak minum minuman beralkohol. 

Dilansir dari Mayo Clinic, gejalanya meliputi mual, muntah, perut terasa penuh, dan rasa nyeri hingga terbakar di bagian lambung. Penderita gastritis disarankan untuk mendapatkan perawatan medis ketika gejala sudah dirasakan lebih dari seminggu. 

3. Penyakit celiac

Kenali 7 Penyebab Sakit Perut Sebelah Kiri, Agar Penanganannya Tepat

Penyakit celiac adalah kondisi kronis organ pencernaan yang terjadi karena seseorang tidak dapat mencerna gluten. Sebenarnya ini tergolong dalam penyakit autoimun.

Ketika mengonsumsi makanan yang mengandung gluten, sistem kekebalan tubuh bereaksi dengan merusak lapisan dalam usus halus sehingga tubuh kesulitan menyerap nutrisi. 

Itulah kenapa gejala yang mengiringinya adalah naiknya asam lambung, kembung, diare, penurunan berat badan, dan tubuh terasa lelah. Pasien juga akan merasakan sakit di bagian kiri hingga tengah, tempat usus halus berada.

4. Obstruksi usus

Kenali 7 Penyebab Sakit Perut Sebelah Kiri, Agar Penanganannya Tepat

Obstruksi usus adalah penyumbatan total atau parsial  yang terjadi pada usus halus dan usus besar. Penyebabnya dapat berupa perekatan jaringan akibat operasi, radang usus, hernia, kanker, dan tumor.

Biasanya gejala dari obstruksi usus meliputi konstipasi, muntah, sulit kentut, pembengkakan, hingga kram perut yang datang dan pergi. Jika tidak ditangani dengan segera, kondisi ini dapat menyebabkan masalah yang serius. 

5. Shingles atau herpes zoster

Kenali 7 Penyebab Sakit Perut Sebelah Kiri, Agar Penanganannya Tepat

Ternyata sakit perut di bagian kiri tidak hanya disebabkan oleh organ pencernaan saja. Shingles atau herpes zoster adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh virus penyebab cacar air.

Sering kali ruam muncul di bagian perut dan menyebabkan rasa sakit ketika disentuh. Bahkan terkadang sakit muncul tanpa adanya ruam. Dilansir dari Health Line, gejalanya meliputi rasa terbakar, sensitif, gatal, dan ruam yang menjadi luka. 

6. Gas di organ pencernaan

Kenali 7 Penyebab Sakit Perut Sebelah Kiri, Agar Penanganannya Tepat

Gas di dalam organ pencernaan biasanya berasal dari udara yang masuk ke mulut serta proses natural ketika mencerna makanan. Banyaknya gas di dalam perut biasanya bukanlah masalah yang serius.

Rasa sakit hanya terjadi sementara hingga udara keluar dari rektum atau usus halus. Namun kondisi ini memang bisa menyebabkan tubuh terasa tidak nyaman. 

Mayo Clinic menyebutkan penyebab lain dari menumpuknya gas di dalam perut adalah asap rokok, terlalu banyak makan, mengunyah permen karet, serta bakteri.

Kondisi ini dapat menjadi masalah yang serius ketika ada gejala lain yang mengikuti. Di antaranya adalah penurunan berat badan, konstipasi, diare, dan dada terasa terbakar.

7. Radang panggul

Kenali 7 Penyebab Sakit Perut Sebelah Kiri, Agar Penanganannya Tepat

Pelvic inflammatory disease atau radang panggul adalah kondisi di mana terdapat infeksi dan inflamasi pada organ kewanitaan. Termasuk uterus, tabung falopi, ovarium, dan serviks. Studi dari Centers for Disease Control and Prevention mengatakan bahwa radang panggul biasa muncul karena penyakit menular seksual yang tidak ditangani dengan baik.

Gejala yang ditimbulkan terdiri dari rasa sakit saat buang air kecil, demam, pendarahan, keluarnya cairan tidak normal dari vagina, serta rasa sakit terutama di perut bagian bawah kiri dan kanan. Jika kamu mengalaminya, segera dapatkan penanganan medis.

Itulah ulasan secara lengkap mengenai beberapa penyebab sakit perut sebelah kiri yang bisa kamu cek sekarang juga. Kondisi-kondisi yang disebutkan sebenarnya tidak sering terjadi, tetapi kamu harus selalu mengantisipasinya. Dengan begitu, kamu tahu kapan harus ke dokter dan kapan rasa sakit dapat ditangani sendiri. 

Categories
Tentang Penyakit

Penyebab Bayi Tiba Tiba Lemas

Penyebab Bayi Tiba Tiba Lemas

Ketahui Penyebab, Ciri, Penanganan Sindrom Bayi Lemas

Tulang dan otot merupakan beberapa komponen penting yang ada di tubuh manusia. Fungsinya sendiri adalah untuk membentuk struktur tubuh dan menggerakan tubuh.

Serabut otot manusia rata-rata kuat dan kaku, tapi terkadang ada seorang bayi yang mengalami otot-otot lemas karena suatu kondisi yang dikenal sebagai hipotonia.

Hipotonia yang biasa disebut dengan sindrom floppy baby atau sindrom bayi lemas adalah suatu kondisi dimana otot-otot sangat lunak sehingga ia terlihat lunglai, lemas, dan lembek tak berdaya.

Bayi dengan kondisi ini memiliki otot yang sangat longgar dan elastis. Akibatnya bayi akan mengalami kesulitan mengisap atau mengunyah, karena otot-ototnya tidak bisa mengontrol kontraksi dan relaksasi. 

Meski memiliki bagian tubuh yang normal, namun karena otot yang lemah ini, bayi dengan sindrom lemas ini akan terlihat lebih terkulai dan lembek.

Mengetahui begitu bahayanya sindrom yang satu ini jika terjadi pada newborn mama, berikut TradisionalSehat memberikan informasi seputar Penyebab Bayi Tiba Tiba Lemas dibawah ini.

1. Kurang cairan

Kurang cairan pada bayi bisa disebabkan oleh diare. Ketika mengalami diare, bayi akan mengeluarkan cairan lebih dari BAB. Ditambah lagi, BAB menjadi lebih sering dari biasanya. Hal ini membuat bayi berisiko kekurangan cairan atau dehidrasi dan merasa lemas secara tiba-tiba.

Selain itu, kurang cairan juga bisa terjadi jika bayi kepanasan. Dalam kondisi ini, bayi akan berkeringat sehingga mengeluarkan lebih banyak cairan dari tubuh. Jika ini tidak diimbangi dengan minum yang cukup, bayi bisa saja mengalami dehidrasi.

Selain terlihat lemas, kurangnya cairan pada tubuh bayi juga ditandai dengan warna urine yang terlihat sangat pekat, bibir dan mulut kering, sering mengantuk, mudah rewel, buang air kecil menjadi lebih jarang, tidak adanya air mata saat menangis, serta malas minum ASI ataupun susu formula.

2. Kurang oksigen

Penyebab lain bayi merasa lemas adalah kurang oksigen. Kurangnya pasokan oksigen pada bayi bisa terjadi jika bayi memiliki masalah pada paru-paru atau jantungnya.

Adapun tanda-tanda saat bayi mengalami kekurangan oksigen meliputi bibir dan ujung jari tampak kebiruan, bayi sulit bernapas, lemas, dan kulit tampak pucat. Jika ini terjadi, Si Kecil harus segera diberikan pertolongan resusitasi.

3. Infeksi

Infeksi juga bisa menyebabkan bayi tiba-tiba merasa lesu dan lemas. Daya tahan tubuh bayi umumnya belum sekuat orang dewasa. Alhasil, bayi jadi lebih mudah terinfeksi oleh berbagai jenis virus dan bakteri.

Beberapa tanda bahwa Si Kecil sedang mengalami infeksi adalah tidak nafsu makan atau kesulitan untuk makan, lesu, suhu tubuh menurun atau mendadak tinggi, serta rewel dan sering menangis.

4. Keracunan atau overdosis obat

Tanda-tanda bayi mengalami keracunan atau overdosis obat antara lain adalah muntah, sulit bernapas, sakit perut, kejang, lemas, hingga tidak sadarkan diri.

Keracunan atau overdosis obat bisa saja dialami oleh bayi yang sedang aktif merangkak dan memasukkan semua benda yang ia genggam. Bunda mungkin saja tidak sengaja meletakkan obat atau cairan kimia berbahaya di tempat yang mudah dijangkau Si Kecil.

Nah, barang-barang tersebut bukan tidak mungkin menjadi incaran buah hati, lho. Si Kecil bisa saja menganggap obat atau cairan kimia berbahaya itu sebagai mainan atau makanan untuknya. Jadi tanpa sepengetahuan Bunda, ia bisa menelannya dan mengalami keracunan.

5. Syok anafilaktik

Bayi lemas secara tiba-tiba bisa terjadi setelah ia mengonsumsi makanan atau minum obat tertentu. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut dengan syok anafilaktik.

Syok anafilaktik adalah syok yang disebabkan oleh reaksi alergi yang berat. Pada kondisi ini, sistem kekebalan bereaksi secara berlebihan dan menyebabkan gangguan aliran darah dan penyerapan oksigen ke seluruh tubuh.

Bila mengalaminya, Si Kecil akan menimbulkan tanda berupa sesak napas dan kesulitan bernapas, kebiruan pada warna kulit, pembengkakan pada lidah atau bibir, mual dan muntah, lemas, hingga tidak sadarkan diri.

Bayi yang lemas secara tiba-tiba tidak boleh dibiarkan lama-lama. Jika Si Kecil tiba-tiba lemas atau tidak seaktif biasanya, apalagi disertai gejala seperti demam, muntah, atau keringat dingin, sebaiknya segera bawa ia ke dokter terdekat untuk mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat.

Categories
Tentang Penyakit Tips Kesehatan

Tanda Masalah Jantung Saat Olahraga

Tanda Masalah Jantung Saat Olahraga

Why you sometimes feel sick after exercise - 9Coach

Serangan jantung bisa terjadi pada siapa pun, tak terkecuali bagi mereka yang gemar berolahraga. Hal ini juga menimpa suami dari penyanyi Bunga Citra Lestari, Ashraf Sinclair, yang semasa hidupnya menggeluti beberapa jenis latihan fisik. Kabar ini tentu mengejutkan, mengingat masyarakat pada umumnya meyakini bahwa olahraga merupakan salah satu cara terbaik memerangi risiko utama penyakit jantung. Maka dari itu banyak yang bingung mengapa kegiatan yang sehat ini bisa mengakibatkan hal yang fatal , untuk itu berikut ini kami akan memberitahu anda apasaja Tanda Masalah Jantung Saat Olahraga yang harus anda ketahui , simak ulasannya dibawah ini.

1. Nyeri di dada

Banyak orang mengasosiasikan nyeri dada yang tiba-tiba dan intens dengan serangan jantung. Beberapa serangan jantung mungkin ditandai dengan gejala ini. Namun, beberapa orang dengan risiko penyakit jantung akan mulai merasakan tidak nyaman, adanya tekanan, rasa diremas, atau sesak di bagian dada tengah.

asa sakitnya bisa halus dan mungkin datang dan pergi, sehingga sulit untuk mengenalinya. Ketika merasakan ini saat berolahraga dan berlangsung dalam beberapa menit, berhentilah dan cari pertolongan medis.

2. Sesak napas

Perasaan sesak napas yang tidak biasa dengan ketidaknyamanan dada selama olahraga sering kali merupakan awal dari serangan jantung. Gejala ini dapat terjadi sebelum dada terasa tidak nyaman atau bahkan dapat terjadi tanpa rasa tidak nyaman di dada.

Sesak napas ini juga bisa disebabkan oleh olahraga yang sangat berat dan lama. Sesak napas sering digambarkan sebagai pengetatan yang intens di dada, rasa engap di udara, sulit bernafas, sesak atau perasaan tercekik.

3. Pusing

Meski olahraga bisa menyebabkan kelelahan, perasaan pusing merupakan tanda yang tak boleh diabaikan saat berolahraga. Kondisi seperti kardiomiopati, serangan jantung, aritmia jantung, dan serangan iskemik sementara dapat menyebabkan pusing.

Kondisi jantung menyebabkan penurunan volume darah. Ini dapat menyebabkan aliran darah tidak cukup mengalir ke otak atau telinga bagian dalam. Pusing adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan berbagai sensasi, seperti perasaan ingin pingsan, sakit kepala, lemah atau tidak stabil.

4. Irama jantung tidak normal

Sensasi detak jantung Anda yang berdebar sangat cepat dapat mengindikasikan masalah yang berhubungan dengan jantung. Irama jantung yang tidak normal dapat menyebabkan jantung memompa darah secara tidak efisien sehingga menyebabkan sirkulasi darah yang buruk di dalam tubuh.

Akibatnya, oksigen kurang mencapai bagian lain dari tubuh dan dapat menyebabkan kerusakan organ. Dalam kebanyakan kasus, irama jantung abnormal tidak berbahaya, namun, beberapa kasus dapat menyebabkan gejala tidak nyaman seperti pusing, jantung berdebar, berdebar di dada, pingsan, napas pendek, lemah, atau lelah.

5. Ketidaknyamanan di area lain dari tubuh

Masalah jantung dapat menyebabkan sensasi di area tubuh selain dada. Gejala dapat termasuk ketidaknyamanan, rasa sakit, atau tekanan pada lengan, punggung, leher, rahang, atau perut.

Seseorang juga bisa mengalami ketidaknyamanan yang menyebar dari satu bagian tubuh ke yang lain, seperti dari dada, rahang, atau leher ke bahu, lengan, atau punggung.

6. Keringat berlebihan

Meskipun berkeringat selama berolahraga adalah normal, mual dan berkeringat dingin adalah tanda-tanda masalah yang mungkin muncul karena masalah jantung. Berkeringat yang terutama jika disertai dengan gejala lain seperti sakit kepala ringan, mual napas pendek, atau nyeri dada bisa merupakan gejala serangan jantung.

Saat tubuh memompa darah melalui arteri yang tersumbat, jantung memerlukan banyak energi. Ini membuat tubuh lebih berkeringat untuk mencoba menjaga suhu tubuh. Berkeringat tanpa alasan yang jelas, bahkan di waktu yang jauh setelah berolahraga, dapat mengindikasikan adanya masalah jantung.

Categories
Tentang Penyakit

Penyakit Yang Menyerang Perempuan

Penyakit Yang Menyerang Perempuan

Bukan hanya perbedaan gender, tapi kondisi biologis dan fisiologis antara wanita dan pria juga berbeda, lho. Perbedaan ini tanpa disadari bisa memengaruhi kondisi kesehatan keduanya. Sebuah studi bahkan telah menemukan bahwa ada beberapa penyakit yang memang lebih sering dialami wanita dibandingkan pria. Hal ini bisa disebabkan oleh faktor perubahan hormonal, komposisi tubuh, dan gangguan pola makan pada wanita. Lantas, apa saja penyakit yang lebih sering menyerang wanita? Intip beberapa Penyakit Yang Menyerang Perempuan berikut ini .

1. Lupus

Hati-hati, 7 Penyakit Ini Lebih Sering Menyerang Perempuan

Penyakit yang sedang ramai diperbincangkan ini merupakan penyakit peradangan kronis karena adanya sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh sendiri, atau biasa dikenal dengan penyakit autoimun. Sampai saat ini, belum ada penelitian lebih lanjut mengapa penyakit lupus lebih sering menyerang perempuan.

Gejala umum penyakit lupus adalah sakit kepala, mudah merasa lelah, persendian terasa sakit, dan munculnya bercak merah yang sensitif jika terkena matahari. Jika kamu mengalami gejala tersebut, langsung periksa ke dokter ya, Bela!

2. Depresi

Hati-hati, 7 Penyakit Ini Lebih Sering Menyerang Perempuan

Tidak hanya kesehatan fisik, beberapa penyakit mental juga lebih sering menyerang perempuan, termasuk depresi. Walau tidak menutup kemungkinan laki-laki juga merasakan hal ini. Namun, menurut penelitian, perempuan cenderung lebih mudah mengalami tingkat stres yang lebih tinggi.

3. Penyakit menular seksual

Hati-hati, 7 Penyakit Ini Lebih Sering Menyerang Perempuan

Penyakit ini lebih rentan menyerang perempuan karena lapisan organ intip pada perempuan cenderung lebih lembut dan tipis dibandingkan dengan organ intim laki-laki. Bakteri dan virus akan lebih mudah menembus vagina. Sehingga penyakit ini lebih sering menyerang perempuan. Jadi, mulai saat ini selalu perhatikan kebersihan organ intim kamu ya.

4. Eating disorder

Hati-hati, 7 Penyakit Ini Lebih Sering Menyerang Perempuan

Penyakit gangguan makan ini sering dialami oleh perempuan. Faktor yang mempengaruhi gangguan makan ini adalah kombinasi antara faktor tubuh dan lingkungan sosial yang biasanya memengaruhi perempuan di bandingkan dengan laki-laki.

Penyakit gangguan makan ini contohnya seperti anoreksia dan bulimia. Jangan sampai ya penyakit ini menyerang kamu, jika ingin mendapatkan tubuh yang ideal, atur pola makan dan olahraga yang teratur agar mendapatkan tubuh indah dengan cara yang sehat.

5. Sindrom kelelelahan kronis

Hati-hati, 7 Penyakit Ini Lebih Sering Menyerang Perempuan

Kondisi ini lebih banyak dialami perempuan karena perempuan dianggap lebih mudah terpengaruh lingkungan sosial dan stres. Sindrom kelelahan kronis ini merupakan rasa lelah yang bisa muncul meskipun tidak melakukan aktivitas apapun dan tidak hilang walaupun sudah beristirahat. Penyakit ini juga disertai dengan gejala nyeri otot, sakit kepala, berkurangnya daya ingat, dan susah tidur.

6. Infeksi saluran kemih

Hati-hati, 7 Penyakit Ini Lebih Sering Menyerang Perempuan

Ternyata, letak saluran kencing perempuan sangat dekat dengan vagina dan rectum, dimana banyak bakteri yang hidup pada area tersebut. Itu mengapa, perempuan lebih berisiko terkena infeksi saluran kemih. Selain itu, sering menahan buang air kecil juga meningkatkan risiko penyakit infeksi saluran kemih. Mulai saat ini, jangan pernah menahan buang air kecil ya.

7. Kanker tiroid

Hati-hati, 7 Penyakit Ini Lebih Sering Menyerang Perempuan

Penyakit yang menyerang daerah leher ini akan lebih sering menyerang perempuan. Kanker tiroid pada umumnya terjadi ketika usia 35-37 tahun dan usia 70 tahun ke atas. Meski penyebab pasti kanker tiroid ini belum diketahui, tetapi ada kemungkinan penyakit ini karena berkaitan dengan perubahan hormon pada sistem reproduksi perempuan. Gejala yang muncul adalah sakit tenggorokan, kesulitan menelan, suara menjadi serak dalam jangka waktu yang lama, dan pembengkakan kelenjar getah bening di bagian leher.

Categories
Tentang Penyakit

Gejala Mandul

Gejala Mandul

Memiliki buah hati adalah keinginan sebagian besar pasangan yang sudah menikah. Namun, jika Anda dan pasangan saat ini sedang berjuang untuk memiliki anak, hal penting yang harus dipahami adalah mengenali berbagai penyebab yang mencegah terjadinya kehamilan. Penyebab mandul dapat disebabkan baik oleh pria atau wanita, atau kombinasi faktor-faktor lain yang mencegah terjadinya kehamilan. Berikut merupakan Gejala Mandul yang harus anda perhatikan.

1. Siklus menstruasi yang tidak reguler

10 Gejala Mandul yang Bisa Kamu Amati Sendiri, Jangan Ragu Konsultasi!

Begitu telah melalui masa remaja dan puber, siklus menstruasi wanita seharusnya terjadi secara reguler. Artinya, tidak ada lagi bulan-bulan yang ‘bolong’. Paling tidak, siklus berulang dalam jangka waktu 24 hingga 35 hari.

Ketika menstruasi, artinya kamu tengah mengalami ovulasi. Ovulasi adalah sebuah proses pelepasan sel telur yang sudah matang dari dalam rahim. Bila kamu tidak mengalami ovulasi, berarti tidak ada sel telur yang diproduksi.

2. Rasa nyeri hebat pada saat menstruasi

10 Gejala Mandul yang Bisa Kamu Amati Sendiri, Jangan Ragu Konsultasi!

Rasa nyeri ketika haid bisa disebabkan oleh PMS maupun dismenore. Namun, bila rasa nyeri yang kamu rasakan sangat hebat dan membuatmu sampai tidak bisa melakukan aktivitas, ada baiknya kamu segera berkonsultasi pada dokter.

Rasa nyeri yang luar biasa hebat pada saat menstruasi biasanya masuk dalam kategori dismenore sekunder. Kondisi ini biasanya dipengaruhi oleh penyakit pada organ kewanitaan. Umumnya, wanita yang mengalami hal ini menderita endometriosis.

3. Keluarnya cairan dari puting

10 Gejala Mandul yang Bisa Kamu Amati Sendiri, Jangan Ragu Konsultasi!

Dalam keadaan tidak hamil maupun menyusui, semestinya tidak ada cairan yang keluar dari payudara. Bila kamu mengalami hal ini, boleh jadi kamu mengalami hyperprolactinemia.

Istilah tersebut merujuk pada kondisi produksi hormon menyusui yang terlalu banyak. Bila kadar hormon ini terlalu banyak, maka ovarium dapat berhenti memproduksi ovum. Adapun penyebabnya cukup beragam, mulai dari isu pada kelenjar tiroid hingga tumor jinak pada kelenjar pituari.

4.Perubahan hormon

10 Gejala Mandul yang Bisa Kamu Amati Sendiri, Jangan Ragu Konsultasi!

Fluktuasi hormon lain juga dapat memberikan pengaruh terhadap kesuburan. Bila kamu mengalami masalah dengan kulit, gairah untuk bercinta berkurang, rambut yang menjadi tidak sehat, dan beberapa kejanggalan lain, konsultasikan segera pada dokter.

Namun, tidak seluruh perubahan ini mengacu pada diagnosis kemandulan. Dokter juga membutuhkan penilaian lainnya untuk memastikan.

5. Riwayat penyakit kelamin

10 Gejala Mandul yang Bisa Kamu Amati Sendiri, Jangan Ragu Konsultasi!

Penyakit kelamin atau juga disebut penyakit menular seksual (PMS) juga bisa menjadi penyebab ketidaksuburan. Infeksi dan inflamasi dari chlamydia atau gonorrhea bisa menyebabkan saluran tuba falopi menjadi terhalangi.

Bagi wanita, bilamana tuba falopi terhalangi, risiko kehamilan ektopik juga meningkat. Kondisi ini merupakan kehamilan di luar rahim dengan risiko kematian yang cukup tinggi.

6. Berat badan tidak seimbang

10 Gejala Mandul yang Bisa Kamu Amati Sendiri, Jangan Ragu Konsultasi!

Kalau kamu masih berpikir bahwa berat badan seimbang semata untuk soal penampilan, ubah mindset tersebut sekarang juga. Tidak hanya overweightunderweight juga sama berisikonya dalam menyebabkan kemandulan.

Pada wanita, berat badan yang tidak seimbang akan mengganggu produksi sel telur. Sementara pada laki-laki, underweight menyebabkan jumlah sperma menjadi sedikit dan overweight menyebabkan kadar testosteron menjadi sedikit.

7. Hilangnya gairah seksual dan nyeri pada saat berhubungan

10 Gejala Mandul yang Bisa Kamu Amati Sendiri, Jangan Ragu Konsultasi!

Bagi pasangan yang telah menikah, coba perhatikan perubahan yang terjadi pada sex drive alias gairah untuk bercinta. Meski tak selalu, tetapi perubahan ini bisa menjadi indikasi kondisi infertil.

Selain itu, rasa nyeri saat berhubungan juga sebaiknya segera dikonsultasikan kepada dokter kandungan. Kasus paling banyak mengapa wanita mengalami ini adalah karena endometriosis.

8. Nyeri, benjolan atau bengkak pada buah zakar

10 Gejala Mandul yang Bisa Kamu Amati Sendiri, Jangan Ragu Konsultasi!

Perhatian khusus pada organ reproduksi bukan hanya tugas wanita, tetapi juga pria. Bila kamu dan pasangan telah mencoba tetapi belum juga berhasil, perhatikan apakah ada yang tak wajar pada organmu.

Memang ada banyak hal yang menyebabkan rasa nyeri, benjolan, atau bengkak pada buah zakar. Sebagian besar merupakan indikasi ketidaksuburan, tetapi ada baiknya segera pergi ke dokter untuk melakukan tes dan mendapat diagnosis yang tepat.

9. Masalah pada ereksi dan ejakulasi

10 Gejala Mandul yang Bisa Kamu Amati Sendiri, Jangan Ragu Konsultasi!

Satu lagi gejala yang bisa kamu amati adalah pada saat ereksi. Bilamana kamu merasa ada yang tidak sewajarnya terhadap kemampuan ereksi, boleh jadi ada ketidakseimbangan hormon yang tengah kamu alami.

Pun demikian dengan ejakulasi. Ketidakmampuan untuk mempertahankan ejakulasi dalam batas sewajarnya bisa menjadi gejala yang perlu untuk segera kamu konsultasikan pada dokter.

10. Tidak segera hamil dalam kurun waktu tertentu

10 Gejala Mandul yang Bisa Kamu Amati Sendiri, Jangan Ragu Konsultasi!

Nah, dari semua gejala yang disebutkan sebelumnya, kamu juga perlu mengetahui kapan semestinya mulai cemas apakah kamu atau pasangan mengalami ketidaksuburan. Bila kamu berusia di bawah 35 tahun dan belum juga hamil setelah satu tahun mencoba, inilah saatnya untuk berdiskusi dengan dokter.

Ketidaksuburan juga dipengaruhi oleh usia. Semakin bertambahnya usia seseorang memperbesar risiko ketidaksuburan. Bila kamu telah berusia 35 tahun ke atas, segera periksa ke dokter bila setelah 6 bulan kamu belum juga menunjukkan tanda-tanda kehamilan.

Categories
Tentang Penyakit

Kenali Penyakit Retinitis Pigmentosa

Kenali Penyakit Retinitis Pigmentosa

Figure 12b, [Fundus photo of a patient with retinitis pigmentosa ...

Retinitis pigmentosa adalah kelompok penyakit yang menyerang retina. Retina merupakan lapisan dalam dari mata yang memiliki dua sel khusus yang mengirim gambar ke otak. Sel yang sensitif terhadap cahaya ini merupakan sel batang dan sel kerucut. Retinitis pigmentosa menghancurkan sel batang pada retina yang menyebabkan hilangnya penglihatan secara perlahan hingga menyebabkan kebutaan. Untuk mengetahui secara lengkap , berikut ini kami menyediakan informasi seputar Penyakit Retinitis Pigmentosa yang wajib anda ketahui.

Jenis-Jenis Retinitis Pigmentosa

Retinitis pigmentosa adalah kondisi yang langka dan diperkirakan hanya terjadi pada 1 dari 3.000–8.000 orang di seluruh dunia. Walaupun langka, retinitis pigmentosa merupakan penyebab utama gangguan pada retina yang dapat diturunkan secara genetik.

Berdasarkan sifat penurunan kelainan genetik, retinitis pigmentosa dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:

Autosomal resesif

Pada kasus autosomal resesif, dibutuhkan sepasang gen yang bermasalah untuk memunculkan retinitis pigmentosa. Itu artinya, seseorang dapat mengalami kondisi ini hanya bila ia mewarisi 2 gen pembawa penyakit retinitis pigmentosa, yaitu satu dari ayah dan satu dari ibu.

Pernikahan sedarah adalah faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya retinitis pigmentosa yang diturunkan secara autosomal resesif.

Autosomal dominan

Sedangkan pada autosomal dominan, hanya dibutuhkan 1 gen pembawa retinitis pigmentosa untuk memunculkan penyakit ini pada diri seseorang. Penderita retinitis pigmentosa jenis ini memiliki peluang 50% untuk menurunkan penyakit yang sama ke anaknya (carrier), baik laki-laki maupun perempuan.

 X-linked

Wanita memiliki sepasang kromosom XX, dan pria memiliki sepasang kromosom XY. Pada kasus ini, gen pembawa penyakit diturunkan bersama kromosom seksual X, baik dari ayah ataupun ibu.

Anak laki-laki yang mendapatkan kromosom seksual X pembawa retinitis pigmentosa akan mengalami retinitis pigmentosa, sedangkan anak perempuan yang mendapatkan 1 kromosom seksual X yang bermasalah akan menjadi carrier.

Sekitar 15–25% penyakit retinitis pigmentosa dapat diturunkan secara autosomal dominan, sementara 15–25% diturunkan secara autosomal resesif, dan 10–15% diturunkan secara X-linked. Sedangkan sekitar 45-55% sisanya terjadi secara spontan tanpa diturunkan dari orang tua.

Seberapa banyak penglihatan yang hilang, usia berapa keluhan mulai muncul, dan seberapa cepat keluhan memburuk tergantung pada jenis retinitis pigmentosa yang dialami.

Dari ketiga sifat penurunan penyakit retinitis pigmentosa di atas, X-linked merupakan kasus yang paling berat. Penderita retinitis pigmentosa jenis ini biasanya akan kehilangan penglihatan pada bagian tengah lapang pandang di usia 30-an.

Sementara itu, retinitis pigmentosa yang diturunkan secara autosomal dominan adalah jenis yang paling ringan perjalanan penyakitnya. Keluhan umumnya muncul pada usia 40-an, dan penglihatan penderita bisa bertahan sampai usia 50-an hingga 60-an.

Gejala Retinitis Pigmentosa

 Gejala dari retinitis pigmentosa bisa bervariasi. Namun, karena sebagian besar jenis penyakit retinitis pigmentosa memengaruhi sel batang yang berfungsi untuk melihat dalam gelap, maka gejala yang umumnya muncul adalah:

1. Rabun senja (nyctalopia)

Gejala ini paling sering terjadi pada awal perjalanan penyakit dan menyebabkan penderita sering menabrak atau tersandung benda pada kondisi gelap dan tidak bisa menyetir di malam hari atau saat berkabut.

2. Penyempitan lapang pandang (tunnel vision)

Penyempitan lapang pandang atau gangguan penglihatan pada tepi lapang pandang (tunnel vision). Penderita biasanya mengeluh sering menabrak furnitur atau gagang pintu, atau kesulitan melihat bola saat bermain tenis atau bola basket.

3. Photopsia dan photophobia

Pada photopsia, penderita melihat kilatan, kilauan, atau kedipan cahaya. Sedangkan pada photophobia, penderita mudah merasa silau ketika melihat cahaya.

Kebanyakan keluhan akibat retinitis pigmentosa muncul di usia 10–40 tahun. Gejala-gejala tersebut bisa memberat secara bertahap dalam hitungan tahun, bisa juga memberat dengan cepat dalam jangka waktu yang pendek.

Terkadang penderita retinitis pigmentosa juga memiliki masalah lain pada mata, seperti katarak, pembengkakan retina (macular edema), miopia (rabun jauh), hipermetropia (rabun dekat), glaukoma sudut terbuka, atau keratoconus.

Diagnosis dan Pengobatan Retinitis Pigmentosa

Kondisi ini memerlukan pemeriksaan oleh dokter spesialis mata. Dokter mata akan melakukan pemeriksaan dasar pada mata yang meliputi pemeriksaan ketajaman penglihatan, tes buta warna, reaksi pupil, pemeriksaan bagian depan mata, pemeriksaan lapang pandang, tekanan bola mata, serta pemeriksaan retina dengan funduskopi.

Untuk memastikan diagnosis, dokter mata akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang berikut ini:

  • Electroretinography (ERG), untuk memeriksa respons sel fotoreseptor terhadap cahaya
  • Optical coherence tomography (OCT), untuk memeriksa kondisi retina
  • Tes genetik, untuk mengetahui ada tidaknya kelainan pada gen

Belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan retinitis pigmentosa atau mengembalikan penglihatan penderita yang hilang akibat kondisi ini. Perubahan pola makan dan pemberian suplemen vitamin A palmitat, DHA, lutein, dan zeaxanthin mungkin dapat memperlambat perkembangan penyakit ini.

Namun, hasil penelitian yang ada sejauh ini masih simpang siur dan belum bisa memberikan kesimpulan apakah suplemen-suplemen di atas benar bermanfaat atau tidak dalam penanganan retinitis pigmentosa.

Jika terdapat kondisi seperti katarak atau pembengkakan retina (macular edema), dokter mata bisa memberikan pengobatan untuk masing-masing kondisi tersebut, guna membantu memperbaiki penglihatan.

Penderita retinitis pigmentosa disarankan untuk menggunakan kacamata hitam ketika beraktivitas di luar rumah pada siang hari, agar matanya terlindungi dari paparan cahaya matahari. Hal ini karena paparan cahaya yang berlebihan dapat mempercepat penurunan daya penglihatan.

Sebenarnya, ada cara yang bisa dilakukan untuk mengembalikan daya penglihatan penderita retinitis pigmentosa, yaitu dengan menanamkan alat yang dapat mengubah cahaya menjadi sinyal yang bisa dikirim ke otak. Namun, alat ini belum tersedia di Indonesia.

Jika Anda mengalami gejala retinitis pigmentosa, seperti rabun senja, penurunan penglihatan secara bertahap, lapang pandang tampak menyempit, atau sering melihat kilatan cahaya, sebaiknya periksakan ke dokter spesialis mata. Jika memang benar Anda mengalami retinitis pigmentosa, periksakanlah juga anak atau saudara kandung Anda ke dokter mata untuk skrining penyakit ini.

Categories
Tentang Pengobatan Tentang Penyakit

Perawatan Gondongan Pada Anak

Perawatan Gondongan Pada Anak

Perawatan Gondongan pada Anak di Rumah - Alodokter

Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan penyakit gondongan atau mumps, yang juga dikenal sebagai gondok. Tak hanya terjadi pada orang dewasa, gondongan pada anak umumnya terjadi pada usia balita hingga remaja, tepatnya 5-14 tahun. Saat mengalami mumps, kelenjar parotis atau liur anak membengkak. Kondisi ini pun menyebabkan nyeri yang akan mengganggu keseharian buah hati Anda.  Untuk itu kami akan memberikan anda apa saja Perawatan Gondongan Pada Anak di bawah ini.

Umumnya gejala penyakit gondongan baru terlihat dua minggu setelah anak terpapar virusGejala dari penyakit ini beragam, namun yang khas adalah terjadinya pembengkakan pada kelenjar air liur, baik pada satu atau kedua sisi wajah.

Gejala lain yang mungkin juga dirasakan anak saat mengalami gondongan, di antaranya:

  • Kelelahan
  • Pegal-pegal
  • Sakit kepala
  • Demam tinggi
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mulut terasa kering
  • Sakit saat mengunyah atau menelan makanan
  • Nyeri perut

Perawatan di Rumah untuk Anak yang Mengalami Gondongan

Gondongan umumnya akan sembuh dengan sendirinya setelah daya tahan tubuh anak berhasil melawan virus penyebab infeksi. Pemberian obat-obatan hanya untuk mengatasi gejala, misalnya paracetamol untuk meredakan gejala demam dan nyeri.

Berikut ini beberapa langkah lain yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala dan rasa sakit yang dialami anak saat sedang gondongan, yaitu:

  • Memastikan anak mengonsumsi banyak air putih. Tujuannya untuk mencegah terjadinya dehidrasi akibat demam.
  • Mengompres area kelenjar yang membengkak dengan kompres hangat atau kompres dingin untuk meredakan rasa sakit.
  • Memastikan anak mendapat istirahat yang cukup.
  • Memberikan anak makanan yang lunak dan mudah ditelan, seperti bubur atau sup.
  • Hindari memberi anak makanan atau minuman yang asam, seperti jus jeruk, lemon, atau nanas, karena dapat membuatnya semakin kesakitan.

Selain perawatan gondongan pada anak, yang tidak kalah penting untuk diketahui adalah pencegahannya, yaitu melalui pemberian vaksin MMR (mumps, measles, rubella). Anak dapat diberi imunisasi ini mulai usia 15 bulan.

Meski jarang, penyakit gondongan bisa menyebabkan gangguan yang serius, berupa peradangan pada testis (orchitis), radang pankreas, dan radang selaput otak. Oleh karena itu, jika penyakit gondongan pada anak tidak kunjung membaik dengan perawatan di rumah, segeralah periksakan anak ke dokter.

Categories
Makanan Tak Sehat Tentang Penyakit Tips Kesehatan

Bahaya Minuman Manis Untuk Kesehatan

Bahaya Minuman Manis Untuk Kesehatan

Bahaya Minuman Manis terhadap Kesehatan - Alodokter

Singapura menjadi negara pertama yang melarang iklan minuman kemasan dengan kadar gula tinggi guna melawan penyakit diabetes, bagaimana dengan Indonesia?. Nah berikut ini kami akan membahas Bahaya Minuman Manis Untuk Kesehatan sehingga singapura melarang iklan minuman tersebut.

1. Obesitas

Peningkatan berat badan terjadi ketika jumlah kalori yang masuk lebih besar daripada jumlah kalori yang dibakar untuk beraktivitas. Nah, kandungan gula yang tinggi dalam minuman manis akan memberikan Anda asupan kalori dalam jumlah besar.

Berbeda dengan makanan padat, minuman manis tidak memberikan rasa kenyang, sehingga Anda tetap akan mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak meski sudah mendapatkan banyak kalori dari minuman manis. Akibatnya, kalori yang masuk akan melebihi kebutuhan tubuh dan terjadilah kenaikan berat badan.

Kenaikan berat badan yang tidak terkendali bisa menyebabkan overweight dan obesitas. Obesitas merupakan faktor risiko berbagai penyakit mematikan, seperti penyakit jantung koroner, stroke, dan beberapa jenis kanker.

Oleh karena itu, batasilah konsumsi minuman manis untuk mencegah obesitas sekaligus menurunkan risiko kematian akibat penyakit-penyakit tersebut.

2. Diabetes

Kandungan gula yang cukup tinggi dalam minuman manis dapat meningkatkan kadar gula darah dan memperbesar risiko Anda terkena diabetes. Diabetes dapat menyebabkan komplikasi pada ginjal, mata, dan jantung.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi 1–2 gelas minuman manis setiap harinya dapat meningkatkan risiko terjadinya diabetes tipe 2 sebanyak 26%.

3. Kolesterol tinggi dan penyakit jantung

Ada dua jenis kolesterol, yaitu kolesterol baik (high density lipoprotein/HDL) dan kolesterol jahat (low density lipoprotein/LDL). Orang yang sering mengonsumsi minuman manis cenderung memiliki kadar HDL yang lebih rendah dan kadar LDL yang tinggi.

Kadar LDL yang tinggi dapat meningkatkan risiko Anda mengalami penyempitan pembuluh darah di jantung. Sebuah penelitian menyatakan bahwa mengonsumsi 1 kaleng minuman manis per hari akan meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung sebanyak 20%.

4. Kerusakan gigi

Konsumsi makanan atau minuman tinggi gula dapat menyebabkan kerusakan pada gigi. Untuk menghindarinya, minuman manis hanya disarankan untuk dikonsumsi saat jam makan.

Hal ini juga berlaku untuk jus buah karena kandungan gula dan asam di dalamnya dapat merusak gigi. Oleh karena itu, jus buah sebaiknya hanya dikonsumsi saat jam makan utama dan jumlahnya juga perlu dibatasi. Jumlah konsumsi jus buah murni yang disarankan adalah 150 ml per hari.

5. Jenis kanker tertentu

Sebuah penelitian menyatakan bahwa konsumsi minuman manis secara berlebihan dapat meningkatkan risiko munculnya kanker secara umum, kecuali kanker paru-paru, kanker prostat, dan kanker usus besar. Jenis kanker yang berhubungan erat dengan konsumsi minuman manis adalah kanker payudara.

Konsumsi jus buah murni secara berlebihan juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker. Oleh karena itu, konsumsi buah utuh jauh lebih disarankan daripada konsumsi jus buah yang hanya sarinya saja.

Untuk menghindari bahaya minuman manis, Anda perlu membatasi konsumsinya. Sebagai pengganti minuman manis, Anda dapat memilih air putih atau air berkarbonasi yang tidak mengandung pemanis. Anda juga bisa mengonsumsi minuman soda rendah kalori yang kandungan gulanya lebih sedikit.

Jika Anda sering mengonsumsi minuman manis, tidak ada salahnya Anda memeriksakan diri ke dokter untuk memantau kadar gula darah dan mengetahui risiko munculnya penyakit lain akibat konsumsi gula yang berlebihan.

Categories
Tentang Pengobatan Tentang Penyakit Tips Kesehatan

Cara Menangani Spondylolisthesis

Cara Menangani Spondylolisthesis

Imaging Techniques for the Diagnosis of Spondylolisthesis ...

Spondylolisthesis adalah kondisi ketika tulang belakang bergeser dari posisi normal. Spondylolisthesis akan menimbulkan nyeri tak tertahankan. Kondisi ini juga bisa menyerang semua bagian tulang punggung, mulai dari bagian atas, tengah, dan bawah.

Spondylolisthesis berbeda dengan hernia nukleus pulposus (HNP) atau ‘saraf terjepit’. Pada HNP, hanya bantalan yang terletak di antara ruas tulang belakang yang bergeser dan menekan saraf yang ada di tulang belakang. Berikut ini kami akan memberikan anda beberapa Cara Menangani Spondylolisthesis.

1. Penyakit degeneratif

Spondylolisthesis akibat penyakit degeneratif, seperti arthritis dan osteoporosis, sering kali terjadi pada orang dewasa dan lansia.

Seiring bertambahnya usia, tulang belakang akan menjadi lebih lemah dan rapuh. Hal ini membuat tulang belakang menjadi mudah cedera dan bergeser. Terkadang pengapuran tulang juga bisa menyebabkan spondylolisthesis.

2. Cedera tulang belakang

Cedera tulang belakang yang menyebabkan spondylolisthesis bisa terjadi akibat aktivitas fisik yang terlalu berat, olahraga, maupun kecelakaan. Cedera ini juga bisa terjadi akibat postur tubuh yang kurang baik, misalnya sering membungkuk, atau akibat operasi pada tulang belakang.

3. Kelainan bawaan lahir

Spondylolisthesis yang disebabkan oleh kelainan atau cacat bawaan lahir disebut spondylolisthesis kongenital. Kondisi ini terjadi akibat kelainan genetik yang menyebabkan tulang belakang tidak terbentuk dengan normal selama berada di dalam kandungan.

4. Penyakit tertentu

Ada beberapa penyakit yang dapat merusak tulang belakang dan menyebabkan spondylolisthesis. Beberapa di antaranya adalah TB tulang belakang, tumor di tulang belakang, dan penyakit autoimun, seperti ankylosing spondylitis.

Ketahui Beberapa Langkah Penanganan Spondylolisthesis

Karena bisa disebabkan oleh banyak hal, spondylolisthesis perlu diperiksakan ke dokter. Untuk menentukan tingkat keparahan dan penyebab terjadinya spondylolisthesis, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, seperti foto Rontgen, CT scan, dan MRI tulang belakang.

Setelah tingkat keparahan dan penyebab spondylolisthesis pada pasien diketahui, dokter akan memberikan penanganan yang sesuai untuk mengatasinya, seperti:

Fisioterapi

Fisioterapi bisa dilakukan untuk memperbaiki posisi tulang belakang dan meringankan keluhan yang muncul akibat spondylolisthesis. Beberapa contoh fisioterapi yang bisa dilakukan adalah latihan fisik atau peregangan dan penggunaan korset khusus.

Pemberian obat-obatan

Pemberian obat-obatan bertujuan untuk mengurangi keluhan yang muncul akibat spondylolisthesis. Dokter dapat meresepkan obat antinyeri untuk mengurangi rasa sakit, serta obat pelemas otot untuk melemaskan otot yang kaku.

Jika spondylolisthesis menyebabkan saraf terjepit dan bengkak sehingga timbul gejala kesemutan atau mati rasa, maka dokter mungkin akan memberikan suntikan kortikosteroid pada saraf tulang belakang.

Operasi

Operasi tulang belakang dilakukan untuk mengembalikan tulang belakang ke posisi semula. Tindakan operasi biasanya dilakukan jika spondylolisthesis tidak membaik dengan metode penanganan lainnya atau ketika pergeseran tulang sudah cukup parah dan menekan saraf tulang belakang.

Meski demikian, operasi tulang belakang juga berisiko menimbulkan komplikasi, seperti:

  • Infeksi
  • Penggumpalan darah di bagian tungkai (trombosis vena dalam)
  • Kesulitan menahan buang air kecil (inkontinensia urine)
  • Perdarahan
  • Efek samping obat bius yang digunakan selama operasi, seperti mual dan kejang

Penderita spondylolisthesis juga umumnya akan disarankan untuk memperbanyak waktu istirahat, membatasi aktivitas fisik, tidak mengangkat benda yang berat, dan memberikan kompres hangat atau dingin pada punggung untuk meredakan nyeri.

Spondylolisthesis yang terdiagnosis sejak dini dan segera ditangani umumnya bisa sembuh tanpa operasi. Namun, jika sudah berat, kondisi ini sering kali perlu ditangani dengan operasi.

Oleh karena itu, segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami gejala spondylolisthesis, agar kondisi ini dapat segera diobati sebelum bertambah parah dan menimbulkan komplikasi.