Categories
Makanan Kesehatan Minuman Kesehatan Tentang Pengobatan

Jamu Tradisional Epilepsi

Jamu Tradisional Epilepsi

Cara menjaga kesehatan , kesehatan , makanan yang menyehatkan tubuh , makanan alami untuk kesehatan  , Menjaga Kesehatan Tubuh Agar Kebal Penyakit , Makanan Baik untuk Kesehatan Mata , Manfaat Dan Khasiat Madu , Buah Untuk Penderita Darah Rendah , Makanan Mengatasi Lambung Bengkak , Makanan Yang Mengandung Serat Tinggi , Ramuan Tradisional Susah Buang Air Kecil , Obat Tradisional Sakit Lutut , Obat Tradisional Sakit Mata Merah , Obat Tradisional Sakit Kuning , Cara Mengobati Amandel , Cara Mengobati Radang Mata , Obat Disentri Tradisional , Obat Tradisional Diabetes Melitus , Khasiat Ramuan Obat Daun Kremah , Cara Mengeluarkan Cacing Kremi , Obat Tradisional Membersihkan Rahim , Obat Tradisional Radang Usus , Jamu Tradisional Setelah Bersalin , Obat Tradisional Syaraf Kejepit , Ramuan Tradisional Penghilang Uban , Jamu Ngompol Untuk Anak , Resep Membuat Sirup Obat Batuk , Resep Obat Cacing Tradisional , Mengobati Keputihan Dengan Delima , Jamu Tradisional Epilepsi
Jamu Tradisional Epilepsi

Penyakit epilepsi atau ayan adalah gangguan sistem saraf pusat akibat pola aktivitas listrik otak yang tidak normal, sehingga menimbulkan keluhan kejang, sensasi dan perilaku yang tidak biasa, hingga hilang kesadaran. Gangguan pada pola aktivitas listrik otak saraf dapat terjadi karena kelainan pada jaringan otak, ketidakseimbangan zat kimia di dalam otak, atau kombinasi dari beberapa faktor penyebab tersebut.

Kejang merupakan gejala  utama penyakit epilepsi yang terjadi saat timbul impuls listrik pada otak melebihi batas normal. Kondisi tersebut menyebar ke area sekelilingnya, dan menimbulkan sinyal listrik yang tidak terkendali. Sinyal tersebut terkirim juga pada otot, sehingga menimbulkan kedutan hingga kejang. Nah pada kesempatan kali ini kami akan membahas cara menyembuhkan epilepsi dengan Jamu Tradisional Epilepsi :

1. Daun inggu (Ruta angustifolia (L.)Pers) dapat mencegah kejang.

 

  • Ramuan ini digunakan untuk pengobatan luar, apabila terjadi kejang.
  • Ambil segenggam daun inggu, dan sedikit cuka encer.
  • Daun diremas-remas dan campurkan sedikit cuka.
  • Digunakan sebagai kompres di kepala.

 

2. Kembang Coklat (Zephyranthes candida Herb) menurunkan kejang pada anak.

 

  • Ambil 10 gram kembang coklat, dan gula batu secukupnya
  • Rebus kedua bahan, kemudian di minum.

 

3. Manfaat Kapulaga (Amamum campactum soland) mengobati kejang epilepsi.

 

  • Ambil semua bagian tumbuhan kapulaga, termasuk akarnya
  • Kemudian direbus selama lebih kurang lebih 15 menit.
  • Saring air rebusan, dan airnya diminum.
  • Untuk mencegah dan mengobati epilepsi, ramuan ini diminum setiap hari.

 

4. Bunga Tunjung (Nymphaea lotus L.) mampu mengatasi kejang pada anak, dan pingsan karena Heat Stroke.

 

  • Ambil 3-4 kuntum bunga tujung, dan 6-9 gram akar tunjung.
  • Kedua bahan direbus selama 15 menit, hingga menjadi segelas air.
  • Kemudian saring airnya, dan diminum.

 

5. Tahi Kotok (Tagetes erecta L), mengobati kejang pada anak-anak.

 

  • Siapkan 5 hingga 15 gram bunga tahi kotok yang sudah kering.
  • Kemudian direbus kedalam 2 gelas air selama 15 menit hingga menjadi segelas air.
  • Saring dan minum airnya.

 

6. Pule Pandak (Rauwolfia serpentina Benth), mengobati kejang pada anak dan dewasa.

 

  • Ambil 0,7 gram akar pule pandak.
  • Masukkan kedalam air 110 ml, dan direbus dengan api kecil selama 15 menit.
  • Ramuan ini diminum sekali sehari, sebanyak 100 ml.

 

7. Manfaat cabe jawa (Piper retrofractum Vahl) untuk mengatasi gangguan pencernaan, kejang otot, dan epilepsi.

 

  • Siapkan 6 gram cabe jawa mentah ataupun kering, dan madu secukupnya.
  • Tumbuk hingga halus, lalu tambahkan madu.
  • Ramuan ini diminum setiap hari.

 

8. Ramuan tradisional epilepsi dari tanaman Valeriana (Valeriana officinalis L) untuk mengobati lemah saraf.

 

  • Ambil 30 gram akar valerian, 20 gram daun leng-lengan.
  • Ditambah 20 gram daun seribu, 20 gram daun sambang, dan 500 ml air.
  • Ramuan ini direbus hingga mendidih selama 15 menit.
  • Kemudian diminum 3 sampai 4 kali sehari.

 

9. Daun leng-lengan (Leucas lavandulifolia.Smith) mengatasi kejang dan sebagai penenang.

Untuk mengatasi kejang:

  • Siapkan 1 sendok teh daun leng-lengan yang sudah jadi serbuk.
  • Diseduh kedalam segelas air mendidih, tunggu hingga hangat.
  • Ramuan ini diminum seperti minum teh.
  • Dosis untuk anak-anak 1 sendok teh, 3 kali sehari.

Untuk obat penenang:

  • Segenggam daun leng-lengan dijadikan infusa dengan takaran air 110 ml.
  • Infusa ini diminum sekali sehari.

 

10. Akar teratai (Nelumbium nelumbo Druce).

Tanaman ini dipercaya untuk menghentikan perdarahan, memecahkan darah beku, dan sebagai obat penenang.

  • Ambil 10 gram akar teratai.
  • Masukkan kedalam 110 ml air, dan dijadikan infusa.
  • Saring air dan diminum sehari sekali, sebanyak 100 ml.

 

11. Tapak Dara (Catharanthus roseus) mengandung senyawa Vindolin.

Senyawa ini yang dapat digunakan sebagai obat penenang. Pembuatannya dengan metode infusa, seperti akar teratai.

12. Membuat teh pegagan (Centella Asiatica) dan meminumnya setiap hari.

Daun tanaman pegagan mengandung senyawa sedatif yang bersifat menenangkan. Selain itu juga teh pegagan bermanfaat untuk analgesik, merelaksasi pembuluh darah yang tegang, mengatur sel saraf yang dapat mencegah terjadinya kejang epilepsi. Daun pegagan juga dapat dijadikan infusa.

13. Lidah buaya (Aloe vera Linn) sebagai makanan penderita epilepsi.

 

  • Manfaat lidah buaya dapat mengatasi kejang pada anak-anak, dan mengatasi kekurangan gizi (malnutrition).
  • Ambil 15 gram daun lidah buaya.
  • Kupas kulitnya dengan sendok, kemudian dagingnya dimakan setiap hari.
Categories
Makanan Kesehatan Tentang Pengobatan

Mengobati Keputihan Dengan Delima

Mengobati Keputihan Dengan Delima

Cara menjaga kesehatan , kesehatan , makanan yang menyehatkan tubuh , makanan alami untuk kesehatan  , Menjaga Kesehatan Tubuh Agar Kebal Penyakit , Makanan Baik untuk Kesehatan Mata , Manfaat Dan Khasiat Madu , Buah Untuk Penderita Darah Rendah , Makanan Mengatasi Lambung Bengkak , Makanan Yang Mengandung Serat Tinggi , Ramuan Tradisional Susah Buang Air Kecil , Obat Tradisional Sakit Lutut , Obat Tradisional Sakit Mata Merah , Obat Tradisional Sakit Kuning , Cara Mengobati Amandel , Cara Mengobati Radang Mata , Obat Disentri Tradisional , Obat Tradisional Diabetes Melitus , Khasiat Ramuan Obat Daun Kremah , Cara Mengeluarkan Cacing Kremi , Obat Tradisional Membersihkan Rahim , Obat Tradisional Radang Usus , Jamu Tradisional Setelah Bersalin , Obat Tradisional Syaraf Kejepit , Ramuan Tradisional Penghilang Uban , Jamu Ngompol Untuk Anak , Resep Membuat Sirup Obat Batuk , Resep Obat Cacing Tradisional , Mengobati Keputihan Dengan Delima , Jamu Tradisional Epilepsi
Mengobati Keputihan Dengan Delima

Delima (punica granatum) adalah tanaman buah-buahan yang dapat tumbuh hingga 5–8 m. Tanaman ini diperkirakan berasal dari Iran, namun telah lama dikembangbiakkan di daerah Mediterania. Bangsa Moor memberi nama salah satu kota kuno di Spanyol, Granadaberdasarkan nama buah ini. Tanaman ini juga banyak ditanam di daerah Cina Selatan dan Asia Tenggara.

Delima berasal dari Timur Tengah, tersebar di daerah subtropik sampai tropik, dari dataran rendah sampai di bawah 1.000 m dpl. Tumbuhan ini menyukai tanah gembur yang tidak terendam air, dengan air tanah yang tidak dalam. Delima sering ditanam di kebun-kebun sebagai tanaman hias, tanaman obat, atau karena buahnya yang dapat dimakan.

Bentuk pohon perdu atau pohon kecil dengan tinggi 2–5 m. Batang berkayu, ranting bersegi, percabangan banyak, lemah, berduri pada ketiak daunnya, cokelat ketika masih muda, dan hijau kotor setelah tua. Daun tunggal, bertangkai pendek, letaknya berkelompok. Helaian daun bentuknya lonjong sampai lanset, pangkal lancip, ujung tumpul, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan mengkilap, panjang 1–9 cm, lebar 0,5–2,5 cm, warnanya hijau.

Bunga tunggal bertangkai pendek, keluar di ujung ranting atau di ketiak daun yang paling atas. Biasanya, terdapat satu sampai lima bunga, warnanya merah, putih, atau ungu. Berbunga sepanjang tahun. Buahnya buah buni, bentuknya bulat dengan diameter 5–12 cm, warna kulitnya beragam, seperti hijau keunguan, putih, cokelat kemerahan, atau ungu kehitaman. Kadang, terdapat bercak-bercak yang agak menonjol berwarna tebih tua. Bijinya banyak, kecil-kecil, bentuknya bulat panjang yang bersegi-segi agak pipih, keras, tersusun tidak beraturan, warnanya merah, merah jambu, atau putih. Tahukah anda selain buahnya yang lezat , ternyata kulit buah delima dapat mengobati penyakit lho , seperti berikut ini kami akan memberikan anda cara Mengobati Keputihan Dengan Delima :

Buah delima tidak hanya memberi kelezatan sebagai cita rasa minuman dan makanan. Sejak dahulu berbagai ramuan banyak dihasilkan dari campuran buah ini. Setiap bagian buah menghasilkan efek pengobatan berbeda, termasuk cara mengolah kulit buah delima.
Adapun cara merebus kulit buah delima, khasiat kulit delima untuk keputihan dapat dipraktekkan dirumah sebagai berikut:
  1. Ambil buah delima, kemudian kupas hingga diperoleh 5 gram kulit delima.
  2. Siapkan 6 gram daun beluntas segar, ditambah 5 gram Tapak liman, dan 1 gram Majakan.
  3. Iris kecil-kesil seluruh bahan yang telah disiapkan.
  4. Masukkan kedalam 110 ml air bersih, kemudian rebus selama 15 menit pada suhu 90 derajat Celsius. Gunakan bejana non logam seperti kaca ataupun keramik.
  5. Saring ramuan, ambil airnya untuk diminum sekali sehari.
  6. Lakukan selama 7 hari.
Resep ini tidak hanya membantu permasalahan kaum wanita, tetapi juga sangat baik dalam menjaga kesehatan. Menurut penelitian, kandungan antioksidan yang terdapat dalam buah delima jauh lebih tinggi. Nilainya mencapai tiga kali lebih banyak daripada anggur merah dan teh hijau. Cara merebus kulit buah delima diatas dapat dijadikan sebagai pengobatan alternatif sehingga dapat menambah rasa percaya diri.
Categories
Minuman Kesehatan Tentang Pengobatan Tips Kesehatan

Resep Membuat Sirup Obat Batuk

Resep Membuat Sirup Obat Batuk

Cara menjaga kesehatan , kesehatan , makanan yang menyehatkan tubuh , makanan alami untuk kesehatan  , Menjaga Kesehatan Tubuh Agar Kebal Penyakit , Makanan Baik untuk Kesehatan Mata , Manfaat Dan Khasiat Madu , Buah Untuk Penderita Darah Rendah , Makanan Mengatasi Lambung Bengkak , Makanan Yang Mengandung Serat Tinggi , Ramuan Tradisional Susah Buang Air Kecil , Obat Tradisional Sakit Lutut , Obat Tradisional Sakit Mata Merah , Obat Tradisional Sakit Kuning , Cara Mengobati Amandel , Cara Mengobati Radang Mata , Obat Disentri Tradisional , Obat Tradisional Diabetes Melitus , Khasiat Ramuan Obat Daun Kremah , Cara Mengeluarkan Cacing Kremi , Obat Tradisional Membersihkan Rahim , Obat Tradisional Radang Usus , Jamu Tradisional Setelah Bersalin , Obat Tradisional Syaraf Kejepit , Ramuan Tradisional Penghilang Uban , Jamu Ngompol Untuk Anak , Resep Membuat Sirup Obat Batuk , Resep Obat Cacing Tradisional , Mengobati Keputihan Dengan Delima , Jamu Tradisional Epilepsi
Resep Membuat Sirup Obat Batuk

Batuk bukanlah suatu penyakit. Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernapasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap dan sebagainya.

Batuk terjadi karena rangsangan tertentu, misalnya debu di reseptor batuk (hidung, saluran pernapasan, bahkan telinga). Kemudian reseptor akan mengalirkan lewat saraf ke pusat batuk yang berada di otak. Di sini akan memberi sinyal kepada otot-otot tubuh untuk mengeluarkan benda asing tadi, hingga terjadilah batuk. Berikut ini kami akan memberikan anda beberapa Resep Membuat Sirup Obat Batuk :

Cara membuat sirup berbagai obat dalam pengobatan tradisional umumnya menggunakan persediaan herba. Herba ini telah mengalami proses ekstraksi, dengan metode infusa maupun dekokta. Adapun tahapan pembuatan sirup untuk obat sebagai berikut:
  1. Ambil persediaan herba dari infusa ataupun dekokta. Juga dapat mengekstrak langsung herba segar dan kering yang dipanaskan dengan metode dekokta.
  2. Tambahkan air mendidih dan masukkan gula kedalamnya hingga larut, tidak lebih dari 66 persen. Larutan ini akan membuat sirup mengental.
  3. Panaskan kembali tidak lebih dari 15 menit pada titik didih 90 derajat.
  4. Setelah selesai, buang busa yang muncul, kemudian disaring.
  5. Penambahan pengawet anti mikroba yang umum digunakan adalah Asam Benzoat dan Natrium benzoat sebanyak 0,1 hingga 0,2 persen.
  6. Penambahan perasa dan pewangi buatan, atau bahan herba seperti vanili dan lain-lain.

 

Lama penyimpanan sirup tergantung pengawet dan kondisi ruangan. Disarankan menutup rapat dan memberi segel serta label pada botol kemasan, kemudian simpan ditempat yang sejuk atau suhu kamar. Berikut ini salah satu contoh resep membuat sirup obat batuk tradisional yang ampuh untuk segala jenis batuk:
  1. Sediakan bahan herba berikut ini:
    • Ambil 1 gram patikan kebo (Euphorbia hirta L), untuk penghilang gatal tenggorokan.
    • 48 gram rimpang jahe (Zingiber officinale), untuk mengencerkan dahak (ekspektoran), menghilangkan batuk karena masuk angin.
    • 4 gram kayu manis (Cynamomum aromaticum Nees), untuk mendinginkan pencernaan dan tenggorokan.
    • 1 gram kapulaga (Amamum campactum soland), untuk mengatasi suara serak dan berlendir.
    • 4 gram cengkeh (Syzygium aromaticum), sebagai aromatik dan berasa pedas di teggorokan.
    • 14 gram daun Sirih (Piperbetie L.), sebagai anti radang dan menyegarkan tenggorokan.
    • 2 gram daun Saga (Abrus precatorius Linn), bermanfaat sebagai obat bronchitis dan anti radang.
    • 1 gram Poko atau Bijanggut (Mentha arvensis), khas aromatik dan pedas dan mengatasi batuk membandel.
    • 78 gram Gula, bahan pengental dan perasa.
    • Ditambah 220 ml Air sebagai pelarut herba.
  2. Ekstraksi pertama, merebus seluruh herba:
    • Patikan kebo, jahe, sirih, daun saga dan poko, herba ini di iris kecil-kecil. Sementara kayu manis dan kapulaga di tumbuk atau digiling.
    • Kemudian seluruh herba direbus sampai mendidih dengan metode dekokta, dan disaring setelahnya.
  3. Ekstraksi kedua:
    • Masukkan cengkeh kedalam air yang telah disaring (ekstraksi pertama)
    • Rebus kembali sampai mendidih dengan metode dekokta, kemudian disaring kembali.
  4. Proses pembuatan sirup obat batuk:
    • Air yang telah di saring pada ektraksi kedua digunakan untuk merebus gula hingga menjadi sirup sebanyak 120 ml.
    • Pada tahap akhir ini dapat ditambahkan pengawet untuk persediaan obat herbal tradisional.

 

Dosis pemakaian sirup obat batuk tradisional:
  1. Untuk dewasa, dosis sirup diminum 3 kali sehari, sebanyak 1 hingga 2 sendok makan.
  2. Untuk anak-anak dibawah 12 tahun, dosis sirup diminum 3 kali sehari sebanyak 1 hingga 2 sendok teh.

 

Pembuatan persediaan herba berupa sirup obat batuk dirumah dapat membantu kita untuk mencegah perkembangan gejala. Selain itu, sirup ini terbuat dari bahan alami yang tidak banyak mengandung kimia yang terkadang dapat merusak hati dan ginjal.
Categories
Tentang Pengobatan

Resep Obat Cacing Tradisional

Resep Obat Cacing Tradisional

Cara menjaga kesehatan , kesehatan , makanan yang menyehatkan tubuh , makanan alami untuk kesehatan  , Menjaga Kesehatan Tubuh Agar Kebal Penyakit , Makanan Baik untuk Kesehatan Mata , Manfaat Dan Khasiat Madu , Buah Untuk Penderita Darah Rendah , Makanan Mengatasi Lambung Bengkak , Makanan Yang Mengandung Serat Tinggi , Ramuan Tradisional Susah Buang Air Kecil , Obat Tradisional Sakit Lutut , Obat Tradisional Sakit Mata Merah , Obat Tradisional Sakit Kuning , Cara Mengobati Amandel , Cara Mengobati Radang Mata , Obat Disentri Tradisional , Obat Tradisional Diabetes Melitus , Khasiat Ramuan Obat Daun Kremah , Cara Mengeluarkan Cacing Kremi , Obat Tradisional Membersihkan Rahim , Obat Tradisional Radang Usus , Jamu Tradisional Setelah Bersalin , Obat Tradisional Syaraf Kejepit , Ramuan Tradisional Penghilang Uban , Jamu Ngompol Untuk Anak , Resep Membuat Sirup Obat Batuk , Resep Obat Cacing Tradisional , Mengobati Keputihan Dengan Delima , Jamu Tradisional Epilepsi
Resep Obat Cacing Tradisional

Apakah Anda pernah terkena penyakit cacingan? Ya, cacingan berarti ada banyak cacing kremi yang berkembang di bagian saluran pencernaan. Ini sebenarnya kondisi kesehatan yang ringan dan tidak perlu dikhawatirkan. Namun penyakit ini bisa menyebabkan gangguan kesehatan terutama penyerapan nutrisi untuk tubuh ketika cacing sudah berkembang dalam jumlah banyak. Cacingan juga bisa menyebabkan penderita sulit tidur karena gatal pada area anal. Cacingan juga mudah menyebar sehingga harus diwaspadai oleh semua orang. Sebelum penyakit ini menyebar maka Anda bisa mencoba beberapa jenis obat cacingan tradisional untuk anak dan dewasa agar cepat sembuh. Berikut adalah Resep Obat Cacing Tradisional :

  1. Obat cacing tradisional dari bawang putih:
    • Sediakan 2 gram bawang putih, 1 gram rimpang temu giring (Curcuma heyneana Val.V.Zyp).
    • Haluskan seluruhnya, campurkan dengan 1 sendok makan air.
    • Diminum 1 sendok makan, dosis 4 hari sekali.
  2. Obat cacing untuk anak dan dewasa:
    • Siapkan 5 butir biji ceguk (Quisqualis indica L), kemudian ditumbuk hingga halus.
    • Rebus kedalam segelas air dan tunggu hingga menjadi setengah gelas.
    • Ramuan ini diminum 2 kali sehari.
  3. Obat cacing perut dewasa:
    • Ambil akar delima putih (Punica granatum L.) sebesar 1 jari, rimpang temu giring segar sebesar 1 jari
    • Iris-iris herba diatas, seduh kedalam 110 ml air
    • Diminum seluruhnya, dosis 4 hari sekali.
  4. Obat cacing tradisional dari bunga ekor kucing (Acalypha hispida Burm. F):
    • Ambil untai bunga ekor kucing sebanyak 10 atau 30 gram.
    • Kemudian direbus, saring dan minum airnya.
  5. Cara mengobati cacingan kremi:
    • Ambil 4 lembar daun jarak pagar (Jatropha curcas L) yang masih segar.
    • Haluskan, campurkan dengan 2 sendok makan minyak kelapa, dan panaskan sebentar
    • Oleskan ramuan pada dubur menjelang tidur malam, untuk merangsang cacing keluar.
    • Siapkan kapas pada pagi hari untuk mengambil cacing keremi.
  6. Buah obat cacingan:
    • Siapkan 7 gram buah legundi (Vitex trifolia L).
    • Iris-iris dan masukkan kedalam 110 ml air untuk dibuat infusa
    • Air diminum seluruhnya, sekali sehari.
  7. Cara menghilangkan cacingan di perut dengan akar pepaya:
    • Ambil akar pepaya sebesar 1 jari tangan, 1 siung bawang putih
    • Rebus kedalam 200 ml air sampai mendidih.
    • Diminum seluruhnya, 2 kali sehari.
  8. Obat cacing kremi tradisional untuk dewasa dan anak:
    • Siapkan 9 lembar daun Sidaguri, 3 kuntum bunga Sidaguri (Sida rhombifolia L).
    • Herba dijadikan infusa dengan takaran air 110 ml.
    • Minum seluruhnya, dosis 2 kali sehari setiap 4 hari.
  9. Mengobati perut busung dan cacingan:
    • Ambul 2 lembar daun senggugu (Clerodendrum serratum (L.) Moon), sedikit temulawak dan garam.
    • Iris-iris dan diseduh, kemudian diminum.
  10. Obat cacingan alami dari temu giring:
    • Siapkan 4 gram rimpang temu giring.
    • Herba diparut kemudian diseduh kedalam setengah gelas air mendidih.
    • Ramuan diminum sekali sehari.
  11. Resep obat cacing tradisional dari rimpang bangle:
    • Ambil rimpang bangle (Zingiber purpureum roxb) sebesar 3 jari, temu hitam sebesar 2 jari, 5 biji ketumbar, 5 lembar daun sirih.
    • Cuci bersih selurub herba, kemudian ditumbuk.
    • Tambahkan setengah gelas air dan diperas.
    • Saring ramuan dan minum seluruhnya.

 

Menurut penelitian, pengaruh perasan rimpang temu hitam (Curcuma Aeruginosa Rosb) dapat membunuh cacing askaris babi. Daya membunuh (anthelmintik) cacing askaris babi paling kuat, rebusan irisan temu hitam dapat mematikan cacing dalam waktu 7 hingga 17 jam, infusa parutan dalam waktu 11 hingga 20 jam, dan persediaan serbuk dalam waktu 11 hingga 25 jam.
Categories
Tentang Pengobatan

Jamu Ngompol Untuk Anak

Jamu Ngompol Untuk Anak

Cara menjaga kesehatan , kesehatan , makanan yang menyehatkan tubuh , makanan alami untuk kesehatan  , Menjaga Kesehatan Tubuh Agar Kebal Penyakit , Makanan Baik untuk Kesehatan Mata , Manfaat Dan Khasiat Madu , Buah Untuk Penderita Darah Rendah , Makanan Mengatasi Lambung Bengkak , Makanan Yang Mengandung Serat Tinggi , Ramuan Tradisional Susah Buang Air Kecil , Obat Tradisional Sakit Lutut , Obat Tradisional Sakit Mata Merah , Obat Tradisional Sakit Kuning , Cara Mengobati Amandel , Cara Mengobati Radang Mata , Obat Disentri Tradisional , Obat Tradisional Diabetes Melitus , Khasiat Ramuan Obat Daun Kremah , Cara Mengeluarkan Cacing Kremi , Obat Tradisional Membersihkan Rahim , Obat Tradisional Radang Usus , Jamu Tradisional Setelah Bersalin , Obat Tradisional Syaraf Kejepit , Ramuan Tradisional Penghilang Uban , Jamu Ngompol Untuk Anak , Resep Membuat Sirup Obat Batuk , Resep Obat Cacing Tradisional , Mengobati Keputihan Dengan Delima , Jamu Tradisional Epilepsi
Jamu Ngompol Untuk Anak

Mengompol atau Ngompol adalah kencing secara tidak sengaja sambil tidur, berdiri, duduk atau tidak bisa menahan air urin lalu keluar membasahi celana dan sekitarnya. Biasanya anak perempuan berhenti ngompol pada usia 6 tahun dan anak laki-laki pada usia 7 tahun.

Selain bayi, balita dan anak-anak. Mengompol juga terjadi pada remaja, dewasa dan lansia. Secara tidak sengaja atau memang memiliki masalah kesehatan.

Ada beberapa cara untuk mengatasi ngompol, misalnya alarm ngompol yang akan mengeluarkan suara keras bila sensornya mendeteksi cairan, atau dengan hormon vasopresin untuk mengurangi produksi urin pada malam hari. Berikut ini kami akan memberikan anda beberapa Jamu Ngompol Untuk Anak  :

Para orang tua kita telah lama menggunakan obat tradisional untuk mengatasi kebiasaan ngompol di siang dan malam hari. Ramuan ini telah digunakan selama bertahun-tahun dan mampu menyembuhkan sebagian besar kasus ngompol pada anak-anak, remaja dan dewasa. Berikut ini resep jamu ngompol yang bisa dipraktekkan dirumah:
  1. Siapkan 7 butir biji tanaman Duwet atau Jamblang, dan sedikit gula jawa.
  2. Kemudian biji ini digiling sampai halus dan direbus kedalam 2 gelas air.
  3. Tambahkan gula jawa, tunggu hingga ramuan menjadi segelas air.
  4. Ramuan ini diminum segelas setiap hari sekitar jam 5 sore.
  5. Lakukan pengobatan hingga hingga sembuh.
  6. Resep ini juga dapat diberikan kepada orang yang suka kencing atau mempunyai masalah urinary. Termasuk mengatasi dan mengobati kencing manis.
Pada umumnya, kebiasaan mengompol hanya merupakan proses penundaan perkembangan. Pengobatan bertujuan untuk memperbaiki psikologis, mencegah stres, emosional, terutama bagi yang merasa malu dengan kondisinya. Pada sebagian besar kasus, gangguan psikologis disebabkan oleh tekanan, penghinaan, yang tidak dapat dikendalikan anak-anak. Sehingga sangat penting peran orang tua untuk segera mengatasi hal ini lebih serius.
Kebanyakan anak perempuan tetap ngompol di usia enam tahun, dan anak laki-laki tetap ngompol di usia tujuh tahun. Kemudian, 95 persen anak di usia 10 tahun masih mengompol pada malam hari. Sedangkan 0,5 hingga 2,3 persen anak remaja dan dewasa masih ada yang mengalami kebiasaan mengompol. Sudah saatnya mencoba ramuan sederhana ini, resep jamu ngompol dan obat tradisional untuk anak dan dewasa.
Categories
Tips Kesehatan

Ramuan Tradisional Penghilang Uban

Ramuan Tradisional Penghilang Uban

Cara menjaga kesehatan , kesehatan , makanan yang menyehatkan tubuh , makanan alami untuk kesehatan  , Menjaga Kesehatan Tubuh Agar Kebal Penyakit , Makanan Baik untuk Kesehatan Mata , Manfaat Dan Khasiat Madu , Buah Untuk Penderita Darah Rendah , Makanan Mengatasi Lambung Bengkak , Makanan Yang Mengandung Serat Tinggi , Ramuan Tradisional Susah Buang Air Kecil , Obat Tradisional Sakit Lutut , Obat Tradisional Sakit Mata Merah , Obat Tradisional Sakit Kuning , Cara Mengobati Amandel , Cara Mengobati Radang Mata , Obat Disentri Tradisional , Obat Tradisional Diabetes Melitus , Khasiat Ramuan Obat Daun Kremah , Cara Mengeluarkan Cacing Kremi , Obat Tradisional Membersihkan Rahim , Obat Tradisional Radang Usus , Jamu Tradisional Setelah Bersalin , Obat Tradisional Syaraf Kejepit , Ramuan Tradisional Penghilang Uban , Jamu Ngompol Untuk Anak , Resep Membuat Sirup Obat Batuk , Resep Obat Cacing Tradisional , Mengobati Keputihan Dengan Delima , Jamu Tradisional Epilepsi
Ramuan Tradisional Penghilang Uban

Uban adalah rambut yang berubah warna menjadi abu-abu kemudian putih. Rambut asli orang Indonesia pada umumnya memiliki warna hitam atau gelap karena memiliki kandungan kadar melanin yang lebih tinggi. Saat rambut berubah menjadi putih dan menjadi uban, terjadi proses perubahan kadar melanin. Pada uban yang berwarna putih melanin tidak lagi diproduksi, sehingga rambut baru tumbuh tanpa mendapatkan pewarnaan dari melanin. Sama seperti warna kulit, warna rambut asli setiap orang bisa berbeda karena dipengaruhi oleh jumlah melanin atau pigmen pewarna dalam rambut. Rambut beruban membuat penampilan anda berkurang sehingga membuat anda kurang percaya diri , untuk itu berikut ini kami akan memberikan anda Ramuan Tradisional Penghilang Uban  :

Orang tua kita sejak dahulu telah mempersiapkan ramuan tradisional menghilangkan uban dari bahan alami. Herba ini bisa dengan mudah ditemukan disekitar kita, dan banyak yang tidak menyadari karena dianggap rumput gulma.
Altenanthera sessilis (kremah) masih tergolong family Amaranthaceae (bayam-bayaman). Nama lain rumput kremah disebut Daun rusa, Kremak, Sayur udang, Jukuk demah, Kremek, Kremi, Matean. Rumput kremah dapat ditemukan di seluruh daerah tropis dan subtropis, karena tanaman ini termasuk salah satu herba kuno. Adapun cara membuat ramuan tradisional menghilangkan uban, cara menghilangkan uban secara alami dan cepat sebagai berikut:
  1. Ambil beberapa pucuk daun Kremah.
  2. Kemudian cuci bersih, dan di iris-iris kecil.
  3. Herba ini cukup diseduh kedalam segelas air panas yang baru mendidih selama 15 menit.
  4. Setelah dingin, air dan irisan daun digosokkan pada kulit kepala.
  5. Lakukan perawatan rutin setiap hari, hingga perubahan terjadi pada rambut.
Selain ramuan tradisional menghilangkan uban, sebaiknya juga menkonsumsi gizi yang cukup. Kekurangan nutrisi seperti defisiensi vitamin B12 dan D3, zat besi, kekurangan protein, sangat berkaitan dengan uban prematur. Merokok juga menjadi faktor yang berhubungan dengan uban prematur. Menyebabkan oksigen reaktif mengarah pada peningkatan stres oksidatif. Hal ini berpuncak pada kerusakan sel melanin, melanosit. Paparan sinar ultraviolet yang berkepanjangan juga menyebabkan uban rambut premature.
Categories
Tentang Pengobatan Tips Kesehatan

Obat Tradisional Syaraf Kejepit

Obat Tradisional Syaraf Kejepit

Cara menjaga kesehatan , kesehatan , makanan yang menyehatkan tubuh , makanan alami untuk kesehatan  , Menjaga Kesehatan Tubuh Agar Kebal Penyakit , Makanan Baik untuk Kesehatan Mata , Manfaat Dan Khasiat Madu , Buah Untuk Penderita Darah Rendah , Makanan Mengatasi Lambung Bengkak , Makanan Yang Mengandung Serat Tinggi , Ramuan Tradisional Susah Buang Air Kecil , Obat Tradisional Sakit Lutut , Obat Tradisional Sakit Mata Merah , Obat Tradisional Sakit Kuning , Cara Mengobati Amandel , Cara Mengobati Radang Mata , Obat Disentri Tradisional , Obat Tradisional Diabetes Melitus , Khasiat Ramuan Obat Daun Kremah , Cara Mengeluarkan Cacing Kremi , Obat Tradisional Membersihkan Rahim , Obat Tradisional Radang Usus , Jamu Tradisional Setelah Bersalin , Obat Tradisional Syaraf Kejepit , Ramuan Tradisional Penghilang Uban , Jamu Ngompol Untuk Anak , Resep Membuat Sirup Obat Batuk , Resep Obat Cacing Tradisional , Mengobati Keputihan Dengan Delima , Jamu Tradisional Epilepsi
Obat Tradisional Syaraf Kejepit

Orang yang obesitas, baru saja cedera, atau yang memiliki rematik pada tangannya paling rentan mengalami saraf kejepit. Orang-orang yang pekerjaannya melibatkan gerak anggota tubuh berulang, misalnya buruh bangunan, buruh pabrik, karyawan kantor, hingga atlet lari juga berisiko mengalami kondisi ini. Meski cukup umum, jangan sepelekan saraf yang kejepit. Jika saraf terus menerus dibiarkan tertekan oleh bagian sekitarnya (bisa tulang, tulang rawan, otot, atau tendon), lama-lama saraf Anda bisa rusak permanen. Selain rasa sakit tentunya, apalagi gejala saraf kejepit yang sebaiknya Anda waspadai? Gejala saraf kejepit yang dialami seseorang bisa berbeda dengan orang yang lain. Begitu pula dengan intensitas keparahannya. Namun, membiarkan gejala begitu saja bisa memperparah kondisi hingga menyebabkan kerusakan saraf. Berikut ini kami akan memberikan anda Obat Tradisional Syaraf Kejepit  :

1. Ramuan Syaraf Dari Daun Alpukat (Persea Americana)

Daun alpukat ternyata tidak hanya digunakan untuk mengobati penyakit batu ginjal. Tetapi daun ini bisa digunakan sebagai obat tradisional syaraf kejepit di pinggang, punggung, leher dan kaki. Cara meracik ramuan daun alpukat sebagai berikut:
  1. Ambil segenggam daun alpukat secukupnya, kemudian cuci bersih.
  2. Kemudian rebus daun alpukat dengan 4 gelas air hingga menjadi segelas.
  3. Saring dan minum ramuan segelas sehari.

 

2. Daun Pandan (Pandanus amaryllifolius Linn) Obat Tradisional Syaraf Kejepit

daun pandan umumnya digunakan sebagai pengharum masakan tradisional, ataupun pembuatan minuman khas. Beberapa orang juga menanam pandan sebagai tanaman hias. Tanaman ini juga berkahasiat untuk mengobati syaraf lemah dan syaraf kejepit.
  1. Ambil 5 lembar daun pandan, kemudian cuci bersih dan diremas.
  2. Masukkan kedalam 300 ml air dan direbus hingga mendidih selama 15 menit, untuk sekali minum.
  3. Minum ramuan ini setiap pagi dan sore hari.

 

3. Daun Seribu (Achillea millefolium), Tanaman Untuk Mengobati Syaraf Kejepit.

Daun tanaman seribu mengandung diaforetik, antipiretik, diuretik, hipotensif, dan antiseptik. Tanaman ini dapat tidak hanya digunakan sebagai hiasan, tetapi juga bermanfaat sebagai obat syaraf. Cara meracik daun seribu sebagai berikut:
  1. Ambil 30 gram daun seribu yang sudah kering
  2. Tambahkan 2 gelas air, kemudian direbus hingga menjadi segelas.
  3. Ramuan ini untuk sehari dan diminum setiap jam.

 

4. Cara Mengobati Syaraf Kejepit Dari Daun Violces (Viola odorata Linn)

Daun violces memang jarang terlihat, tetapi tanaman ini dipercaya mampu mengobati gangguan syaraf. Misalnya digunakan untuk obat syaraf kejepit di leher, pinggul, tulang belakang, dan kaki. Cara mengolah daun violces adalah sebagai berikut:
  1. Ambil segenggam daun violces, segenggam daun leng-lengan (Leucas lavandulifolia.Smith).
  2. Ditambah segenggam daun seribu (Achillea millefolium), dan daun Sambang darah (Excoecaria cochinchinessis Lour).
  3. Masukkan seluruh bahan herba kedalam 4 gelas air bersih, kemudian didihkan.
  4. Tunggu hingga air menjadi segelas, lalu saring dengan kain bersih.
  5. Ramuan ini diminum sedikit demi sedikit sampai habis.

 

5. Valerian (Valeriana officinalis L), Tanaman Untuk Mengobati Syaraf Kejepit.

Tanaman valerian juga merupakan spesis yang jarang dibudidaya, tetapi manfaatnya dapat mengobati lemah syaraf. Kandungan kimia valerian berupa minyak atsiri, alkaloid valeriana, valerianina, valepotriat, valtratum, didrovatratum, ionona. Manfaat tanaman sebagai senyawa sedatif, hiptonik, spasmolitik, karminatif, hipotensif. Cara meracik ramuan sebagai berikut:
  1. Ambil 30 gram akar valerian.
  2. Ditambah 20 gram daun leng-lengan, 20 gram daun seribu, dan 20 gram daun sambang darah.
  3. Masukkan seluruh herba kedalam 500 ml air bersih, rebus hingga mendidih selama 15 menit.
  4. Ramuan ini diminum 3 hingga 4 kali sehari.

 

6. Daun Sirsak (Annona Muricata) Sembuhkan Syaraf Kejepit.

Daun sirsak tidak hanya ampuh untuk mengobati kanker. Tetapi juga dipercaya mampu meredakan dan mengatasi keluhan penyakit syaraf kejepit. Cara meracik daun sirsak untuk obat syaraf kejepit sebagai berikut:
  1. Ambil 7 lembar daun sirsak yang sudah cukup umur, kemudian cuci bersih.
  2. Masukkan kedalam 3 gelas air, kemudian direbus hingga menjadi segelas air.
  3. Ramuan ini diminum pada pagi dan sore hari.

 

7. Daun Bakung (Crynum asiaticum L) Meredakan Sakit Dan Menghilangkan Syaraf Kejepit

Selama ini orang menggunakan daun bakung untuk obat patah tulang, terkilir dan bengkak. Tetapi sebenarnya daun bakung juga dapat mengatasi dan menghilangkan rasa sakit yang ditimbulkan karena syaraf kejepit. Cara penggunaan dan meraciknya sama seperti ramuan patah tulang, terkilir dan bengkak.
  1. Ambil selembar daun bakung, kemudian cuci bersih.
  2. Panggang diatas api kecil hingga daun layu, kemudian oleskan minyak kelapa secara merata.
  3. Tempelkan atau ikatkan pada pinggang, leher, kaki dan lengan. Dapat dibantu dengan kain pengikat agar daun bakung tidak terlepas.
  4. Ramuan ini akan meredakan rasa sakit dan menghilangkan pembengkakan yang disebabkannya.

 

Ramuan obat tradisional syaraf kejepit diatas dapat dipilih sesuai ketersediaan herba disekitar kita. Untuk pengobatan luar dapat menggunakan ramuan dari daun bakung. Karena tanaman ini telah dipercaya nenek moyang kita untuk menyembuhkan semua gejala sakit pada otot, tulang dan sendi. Secara tradisional, daun bakung telah digunaka selama ratusan tahun dan sangat ampuh dalam beberapa kasus.
Categories
Minuman Kesehatan Tips Kesehatan

Jamu Tradisional Setelah Bersalin

Jamu Tradisional Setelah Bersalin

Cara menjaga kesehatan , kesehatan , makanan yang menyehatkan tubuh , makanan alami untuk kesehatan  , Menjaga Kesehatan Tubuh Agar Kebal Penyakit , Makanan Baik untuk Kesehatan Mata , Manfaat Dan Khasiat Madu , Buah Untuk Penderita Darah Rendah , Makanan Mengatasi Lambung Bengkak , Makanan Yang Mengandung Serat Tinggi , Ramuan Tradisional Susah Buang Air Kecil , Obat Tradisional Sakit Lutut , Obat Tradisional Sakit Mata Merah , Obat Tradisional Sakit Kuning , Cara Mengobati Amandel , Cara Mengobati Radang Mata , Obat Disentri Tradisional , Obat Tradisional Diabetes Melitus , Khasiat Ramuan Obat Daun Kremah , Cara Mengeluarkan Cacing Kremi , Obat Tradisional Membersihkan Rahim , Obat Tradisional Radang Usus , Jamu Tradisional Setelah Bersalin , Obat Tradisional Syaraf Kejepit , Ramuan Tradisional Penghilang Uban , Jamu Ngompol Untuk Anak , Resep Membuat Sirup Obat Batuk , Resep Obat Cacing Tradisional , Mengobati Keputihan Dengan Delima , Jamu Tradisional Epilepsi
Jamu Tradisional Setelah Bersalin

Jamu racikan setelah melahirkan, Bayi yang sehat setelah melahirkan dan badan yang bisa cepat kembali langsing seperti semula adalah dambaan para ibu muda. Banyak perawatan dan obat yang di tawarkan setelah melahirkan, namun banyak ibu muda yang lebih memilih perawatan tradisional dan jamu racikan khusus pasca melahirkan. Melahirkan secara normal memang menjadi pilihan utama para ibu muda begitu juga dengan perawatan dan jamu tradisional pasca melahirkan.

Meski di zaman modern ini ada metode proses persalinan dengan operasi Caesar, namun banyak calon ibu yang memilih melakukan proses persalinan secara normal. Alasannya sederhana, proses bersalin dengan cara normal di nilai lebih baik dari pada proses persalinan dengan metode operasi Caesar dilihat dari efek jangka panjangnya. Begitu juga dengan obat, para ibu muda lebih memilih mengkonsumsi jamu racikan khusus melahirkan daripada mengkonsumsi obat-obatan modern. Berikut ini kami akan memberikan anda Jamu Tradisional Setelah Bersalin :

Secara tradisi, nenek moyang kita telah mengajarkan cara membuat obat tradisional setelah bersalin. Ramuan ini dapat membuat kesehatan kembali normal, menambah stamina, mengecilkan dan menghilangkan selulit perut. Salah satunya dengan menggunakan herba daun iler atau jawer kotok, tanaman ini sangat bermanfaat untuk kesehatan. Jawer kotok biasanya paling banyak ditanam sebagai tanaman hias dengan beragam warna daun.
Ada banyak jamu buatan sendiri selepas bersalin yang bisa diberikan kepada wanita. Orang tua kita telah mewariskan ramuan tradisional mengecilkan perut setelah melahirkan, atau jamu habis melahirkan buatan sendiri. Adapun cara membuat obat tradisional setelah melahirkan dari daun jawer kotok sebagai berikut:
  1. Siapkan 12 lembar daun iler/jawer kotok segar, kemudian cuci bersih.
  2. Tambahkan 1 sendok teh herba Jung Rahab (Baeckea frutescens), dibakar dan diambil abunya.
  3. Tambahkan sedikit asam kawak/jawa (Tamarindus Indica linn).
  4. Seluruh herba dihaluskan dan tambahkan sedikit air. Kemudian dipipis hingga berbentuk pasta.
  5. Obat tradisional setelah bersalin ini ditapalkan pada perut ibu yang baru melahirkan.

 

Menurut studi, beberapa wanita lebih suka didampingi oleh seseorang ketika menjalani persalinan dan kelahiran. Bisa saja dari keluarga dekat, teman dekat, bidan atau perawat. Begitu pula setelah melahirkan, setidaknya ada orang-orang yang dikenal dekat mendampingi selama proses penyembuhan setelah bersalin. Dukungan orang-orang terdekat secara terus-menerus dapat mengurangi kebutuhan akan pengobatan.
Categories
Tentang Pengobatan Tips Kesehatan

Obat Tradisional Membersihkan Rahim

Obat Tradisional Membersihkan Rahim

Cara menjaga kesehatan , kesehatan , makanan yang menyehatkan tubuh , makanan alami untuk kesehatan  , Menjaga Kesehatan Tubuh Agar Kebal Penyakit , Makanan Baik untuk Kesehatan Mata , Manfaat Dan Khasiat Madu , Buah Untuk Penderita Darah Rendah , Makanan Mengatasi Lambung Bengkak , Makanan Yang Mengandung Serat Tinggi , Ramuan Tradisional Susah Buang Air Kecil , Obat Tradisional Sakit Lutut , Obat Tradisional Sakit Mata Merah , Obat Tradisional Sakit Kuning , Cara Mengobati Amandel , Cara Mengobati Radang Mata , Obat Disentri Tradisional , Obat Tradisional Diabetes Melitus , Khasiat Ramuan Obat Daun Kremah , Cara Mengeluarkan Cacing Kremi , Obat Tradisional Membersihkan Rahim , Obat Tradisional Radang Usus , Jamu Tradisional Setelah Bersalin , Obat Tradisional Syaraf Kejepit , Ramuan Tradisional Penghilang Uban , Jamu Ngompol Untuk Anak , Resep Membuat Sirup Obat Batuk , Resep Obat Cacing Tradisional , Mengobati Keputihan Dengan Delima , Jamu Tradisional Epilepsi
Obat Tradisional Membersihkan Rahim

Rahim sangat identik dengan kesuburan. Tak heran karena hal itu, banyak wanita yang memberikan perlakuan khusus pada rahim, seperti tindakan membersihkan rahim. Dalam hal ini, obat-obatan herbal dianggap menolong sehingga sering digunakan untuk membersihkan rahim.

Nifas biasanya berlanjut selama 4 hingga 6 minggu setelah melahirkan, atau disebut periode postpartum. Umumnya nifas steril selama 2 sampai 3 hari pertama, tapi pada hari selanjutnya mulai dikolonisasi oleh komensal kelamin. Termasuk streptokokus non-hemolitik dan bakteri E coli. Darah nifas merupakan darah yang tertahan dan tidak bisa keluar dari rahim selama hamil.
Ketika melalui proses melahirkan, darah tersebut keluar sedikit demi sedikit. Penyebutan nifas juga digunakan ketika darah keluar sebelum melahirkan, dan darah yang keluar sebelum melahiran. Nifas atau lochia terbagi menjadi tiga tahap, yaitu:
  1. Lochia rubra atau cruenta, merupakan proses pertama yang terdiri dari darah, bekas selaput janin, decidua, vernix caseosa, lanugo dan membran. Warna merah pada nifas disebabkan karena banyaknya darah. Biasanya berlangsung tidak lebih dari 3 sampai 5 hari setelah kelahiran.
  2. Tahap kedua adalah proses nifas yang telah menipis dan berubah warna kecoklatan atau merah muda, disebut Lochia serosa. Nifas ini mengandung eksudat serous, eritrosit, leukosit, lendir serviks dan mikroorganisme. Proses ini terjadi sekitar hari kesepuluh setelah melahirkan, dan berlanjut sampai beberapa minggu setelah kelahiran.
  3. Tahap selanjutnya disebut lochia alba atau purulenta, setelah nifas berubah putih atau putih kekuningan. Nifas ini biasanya berlangsung dari minggu kedua sampai minggu ketiga sampai keenam setelah melahirkan. pada tahap ini nifas mengandung lebih sedikit sel darah merah dan terdiri dari leukosit, sel epitel, kolesterol, lemak, lendir dan mikroorganisme.

Berikut ini adalah Obat Tradisional Membersihkan Rahim :

Umumnya nifas memiliki bau yang mirip dengan cairan menstruasi normal. Bau ini terkadang berubah menjadi warna kehijauan dan mengindikasikan adanya organisme seperti klamidia, saprophytic. Nifas yang tertahan dalam rahim disebut sebagai lochiostasis atau lochioschesis, dan menyebabkan lochiometra.
Adapun obat tradisional membersihkan rahim setelah melahirkan dari daun jarong (Stachytarpheta mutabilis L). Minuman pembersih rahim setelah melahirkan, jamu setelah melahirkan caesar:

Minuman pembersih rahim setelah melahirkan

  • Ambil 7 helai daun jarong, kemudian cuci bersih.
  • Masukkan kedalam 110 ml air dan direbus selama 15 menit dengan api kecil, atau juga dapat diseduh untuk sekali minum.
  • Ramuan ini diminum 2 kali sehari pagi dan sore.

 

Obat tradisional haid tidak teratur pasca melahirkan

  • Ambil 4 gram daun Jarong, ditambah 4 gram Sambang Colok (Aerva sanguinolenta(L).
  • Seduh kedalam 110 ml air mendidih selama 15 menit.
  • Ramuan ini diminum sekali sehari, setiap pagi.

 

Obat tradisional membersihkan rahim setelah melahirkan dapat dibuat dengan mudah dirumah. Ketika wanita mengalami nifas, rahim tampak begitu kotor dan menyisakan darah yang tidak keluar. Beberapa wanita menjalani masa nifas singkat dalam beberapa hari setelah melahirkan. Dan paling lama masa nifas dialami selama 40 hari. Tetapi apabila lebih dari 40 hari maka sebaiknya periksa kesehatan secara medis.
Categories
Tentang Pengobatan Tips Kesehatan

Obat Tradisional Radang Usus

Obat Tradisional Radang Usus

Cara menjaga kesehatan , kesehatan , makanan yang menyehatkan tubuh , makanan alami untuk kesehatan  , Menjaga Kesehatan Tubuh Agar Kebal Penyakit , Makanan Baik untuk Kesehatan Mata , Manfaat Dan Khasiat Madu , Buah Untuk Penderita Darah Rendah , Makanan Mengatasi Lambung Bengkak , Makanan Yang Mengandung Serat Tinggi , Ramuan Tradisional Susah Buang Air Kecil , Obat Tradisional Sakit Lutut , Obat Tradisional Sakit Mata Merah , Obat Tradisional Sakit Kuning , Cara Mengobati Amandel , Cara Mengobati Radang Mata , Obat Disentri Tradisional , Obat Tradisional Diabetes Melitus , Khasiat Ramuan Obat Daun Kremah , Cara Mengeluarkan Cacing Kremi , Obat Tradisional Membersihkan Rahim , Obat Tradisional Radang Usus , Jamu Tradisional Setelah Bersalin , Obat Tradisional Syaraf Kejepit , Ramuan Tradisional Penghilang Uban , Jamu Ngompol Untuk Anak , Resep Membuat Sirup Obat Batuk , Resep Obat Cacing Tradisional , Mengobati Keputihan Dengan Delima , Jamu Tradisional Epilepsi
Obat Tradisional Radang Usus

Radang usus adalah kondisi di mana usus mengalami inflamasi atau peradangan. Radang usus sendiri seringkali digunakan untuk menjelaskan dua jenis penyakit, yaitu kolitis ulseratif dan penyakit Crohn. Kedua kondisi ini diakibatkan oleh peradangan kronis pada bagian gastrointestinal (sistem pencernaan). Kondisi ini muncul karena reaksi keliru dari sistem kekebalan tubuh terhadap jaringan pencernaan yang normal dan sehat.

Kolitis ulseratif adalah peradangan kronis yang terbatas pada usus besar atau kolon saja. Sedangkan penyakit Crohn adalah peradangan yang bisa terjadi di seluruh sistem pencernaan, mulai dari mulut hingga ke anus. Nah pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai Obat Tradisional Radang Usus , untuk itu bagi anda yang ingin menyembuhkan radang usus dengan bahan – bahan tradisional , maka simaklah ulasan yang akan kami berikan berikut ini :

Ada beberapa tanaman obat radang usus besar dan kecil yang bisa diracik menjadi herbal. Terapi obat tradisional radang usus yang bisa digunakan dan diracik sendiri dirumah sebagai berikut:

1. Mengobati radang usus dengan kunyit dan daun jawer kotok.

  • Ambil 12 daun iler/jawer kotok yang masih segar.
  • Ditambah 1 bawang merah yang telah disangrai, 2 gram rimpang kunyit, 7 gram patikan cina, dan 1/2 gram menyan madu.
  • Seluruh herba dibuat infusa atau dipipis.
  • Ramuan ini diminum 2 kali sehari setiap pagi dan sore.
  • Dosis sekali minum infusa sebanyak 100 ml, dan pipisan sebanyak 1/4 gelas.

 

2. Obat herbal radang usus dan lambung dari daun sendok.

  • Ambil segenggam daun sendok segar.
  • Ditambah 7 rimpang temu lawak segar, ditambah segelas air.
  • Sangrai rimpang temu lawak, kemudian dicampur dengan daun sendok dan dipipis.
  • Ramuan ini diminum seperempat cangkir, sekali sehari.
  • Lakukan secara rutin selama 7 sampai 14 hari.

 

3. Obat tradisional radang usus dari bunga ekor kucing (Acalypha hispida Burm. F).

  • Siapkan 10-30 gram untai bunga ekor kucing
  • Rebus dengan 3 gelas air hingga menjadi segelas air.
  • Minum seluruhnya sehari sekali.

 

Menurut studi terkini, penderita radang usus mungkin memiliki peningkatan risiko disfungsi endotel dan penyakit arteri koroner. Penderita berusia di atas 65 tahun dan wanita lebih berisiko tinggi mengalami penyakit arteri koroner. Meskipun penderita ini tidak memiliki faktor risiko genetik.