Categories
Tentang Penyakit

Kenali Penyakit Lou Gehrig

Kenali Penyakit Lou Gehrig

Penyakit Lou Gehrig atau Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) merupakan salah satu penyakit yang menyerang sistem saraf, mulai dari otak hingga ke tulang belakang.

Kondisi ini berdampak pada penurunan fungsi sel saraf tersebut.  Akibatnya, area-area tubuh yang terkait dengan sistem saraf tersebut menjadi tidak berfungsi dengan baik, kehilangan kekuatan otot sekitarnya secara perlahan, dan pada akhirnya tidak dapat bekerja sama sekali.

Nama penyakit ini diambil dari nama pemain Baseball, Lou Gehrig, yang sangat terkenal pada masanya. Gehrig kehilangan kariernya karena penurunan kekuatan otot-ototnya.

Tidak sedikit tokoh dunia yang mengalami penyakit serupa. Contoh penderita lain yang terkenal adalah seorang kosmolog dan penulis buku ternama, Stephen Hawking. Nah untuk itu bagi anda yang penasaran , yuk langsung aja simak ulasan mengenai Kenali Penyakit Lou Gehrig dibawah ini .

Tanda-tanda awal kemunculan penyakit Lou Gehrig biasanya dimulai dari tangan, lalu ke kaki, dan menyebar ke bagian tubuh yang lain. Gejalanya terdiri dari:

  • Tangan terasa lemas dan sering menjatuhkan barang.
  • Lemah pada tungkai dan kaki, sehingga sering jatuh atau tersandung.
  • Sulit menegakkan kepala.
  • Sulit menjaga posisi badan.
  • Bicara tidak jelas.
  • Sulit menelan.
  • Sulit berjalan dan melakukan aktivitas normal sehari-hari.

Penyebab Penyakit Lou Gehrig

Belum diketahui pasti apa penyebab kerusakan sel saraf pada penyakit ini. Sekitar 10 persen dari kasus yang terjadi, ditemukan adanya mutasi genetik yang menyebabkan pembentukan suatu protein yang sifatnya merusak sel saraf.

Ada beberapa faktor lain yang juga diduga dapat menjadi penyebab kerusakan sel pada ALS, di antaranya:

  • Kelebihan glutamat. Glutamat adalah zat kimia yang berperan sebagai pengirim pesan dari atau ke otak dan saraf. Akan tetapi, apabila terjadi penumpukan glutamat di sekitar sel saraf dapat menimbulkan kerusakan pada saraf.
  • Gangguan sistem imun. Dalam kondisi tertentu, sistem kekebalan tubuh seseorang justru menyerang sel-sel yang sehat di dalam tubuh dan menyebabkan kerusakan pada sel-sel saraf.
  • Gangguan pada mitokondria. Mitokondria merupakan tempat pembentukan energi di dalam sel. Gangguan dalam pembentuan energi ini dapat merusak sel-sel saraf, serta mempercepat perburukan penyakit yang mungkin disebabkan oleh faktor lain.
  • Stres oksidatif. Kadar radikal bebas yang berlebihan akan menyebabkan stres oksidatif, dan menyebabkan kerusakan pada berbagai sel tubuh.

Faktor Risiko Penyakit Lou Gehrig

Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko penyakit Lou Gehrig, di antaranya:

  • Usia. Hasil studi menemukan bahwa seseorang dengan usia 40-60 tahun lebih berisiko mengalami penyakit Lou Gehrig.
  • Jenis kelamin. Pria berusia 65 tahun berisiko mengalami penyakit Lou Gehrig dibandingkan wanita dengan usia yang sama.
  • Keturunan. Pengidap penyakit Lou Gehrig berpotensi menularkan penyakit ini kepada anaknya dengan presentase 50 persen.
  • Genetika. Penelitian menemukan seseorang dengan jenis gen tertentu berpotensi mengalami penyakit Lou Gehrig.
  • Merokok. Rokok bisa memicu kemunculan penyakit Lou Gehrig, terutama pada perempuan yang sudah menopause.
  • Paparan zat kimia beracun. Paparan zat kimia beracun secara terus-menerus bisa memicu terjadinya penyakit Lou Gehrig.

Diagnosis Penyakit Lou Gehrig

Penyakit Lou Gehrig sulit didiagnosis sejak dini karena tanda dan gejalanya mirip dengan gangguan neurologi yang lain. Untuk menegakkan diagnosa penyakit Lou Gehrig, dapat dilakukan beberapa tes berikut:

  • Elektromiogram (EMG), untuk mengevaluasi aktivitas listrik pada otot.
  • Pemeriksaan MRI, untuk melihat sistem saraf mana yang bermasalah.
  • Pemeriksaan darah dan urin, untuk mengetahui kondisi kesehatan penderita secara umum, adanya kelainan genetik, atau faktor penyebab lain.
  • Pemeriksaan kecepatan hantar saraf, untuk menilai fungsi dari saraf-saraf motorik tubuh.
  • Sampel biopsi otot, untuk melihat kelainan pada otot.
  • Spinal tap, untuk memeriksa sampel cairan otak yang diambil melalui tulang belakang.

Pengobatan Penyakit Lou Gehrig

Pengobatan dilakukan untuk menghambat perkembangan penyakit serta mencegah komplikasi. Obat-obatan dapat juga diberikan untuk meringankan gejala, misalnya nyeri, kram, kejang otot, sembelit, air liur dan dahak yang berlebihan, gangguan tidur, serta depresi.

Di samping itu, dokter akan menyarankan penderita untuk menjalani serangkaian terapi yang terdiri dari:

  • Terapi pernapasan. Apabila kelemahan sudah terjadi pada otot-otot pernapasan, maka pernapasan akan dibantu oleh mesin, terutama pada waktu tidur.
  • Terapi fisik. Untuk menjaga kebugaran tubuh, kesehatan jantung, dan meningkatkan kekuatan otot.
  • Terapi bicara. Membantu penderita untuk bisa berkomunikasi dengan baik (terutama verbal) dengan mengajarkan teknik-teknik tertentu.
  • Terapi okupasi. Membantu penderita melakukan aktivitas rutin sehari-hari dengan bantuan alat dan teknik khusus, untuk tetap menjaga kemampuan fungsional dan kemandirian penderita.

Penanganan tambahan lain yang bisa diberikan yaitu berupa pengaturan asupan nutrisi. Disarankan agar penderita diberikan makanan dalam bentuk yang mudah ditelan, dan mengandung gizi yang cukup.

Komplikasi Penyakit Lou Gehrig

  • Kesulitan berbicara. Pengidap penyakit Lou Gehrig sering mengalami kesulitan berbicara. Kata-kata yang diucapkan tidak jelas dan sulit dipahami.
  • Gangguan pernapasan. Penyakit Lou Gehrig jangka panjang bisa melumpuhkan otot-otot pernapasan.
  • Gangguan makan. Kerusakan otot yang digunakan untuk mengunyah dan menelan makanan menyebabkan terjadinya malanutrisi dan dehidrasi pada pengidap penyakit Lou Gehrig.
  • Demensia. Banyak pengidap penyakit Lou Gehrig mengalami demensia, dengan gejala berupa penurunan daya ingat dan kemampuan membuat keputusan.
Categories
Tentang Penyakit Tips Kesehatan

Cara Mencegah Asma

Cara Mencegah Asma

Anda tidak akan pernah tahu kapan penyakit asma yang Anda, keluarga, atau pasangan Anda miliki kumat. Ketika asma tersebut tiba-tiba kumat pada Anda atau orang lain, maka penderitanya harus ditangani dengan cepat. Di samping pengobatan jangka panjang untuk mengendalikan asma Anda setiap hari, ada pengobatan jangka pendek yang bisa jadi pengobatan darurat ketika asma Anda kambuh. Simak berbagai  Cara Mencegah Asma supaya tidak kambuh lagi .

1. Menjaga kebersihan tempat tidur

Peralatan tidur seperti kasur dan bantal, sprei merupakan salah satu tempat bersarangnya tungau penyebab asma. Untuk itu, sebaiknya gunakan bantal atau kasur anti alergi dan selalu rutin untuk mencuci perlengkapan tidur seperti sprei seminggu sekali. Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi kelembaban dan membantu mencegah jamur.

2. Jangan biarkan hewan peliharaan berada di tempat tidur maupun furniture lainnya

Bulu hewan peliharaan, seperti bahaya bulu kucing maupun anjing yang terhirup merupakan salah satu pemicu asma yang umum. Untuk itu jangan biarkan hewan peliharaan berada di tempat tidur maupun pada furniture lainnya.

3. Bersihkan karpet dan mainan anak-anak

Karpet dan mainan anak-anak seperti boneka merupakan sarang untuk debu penyebab alergi dan asma. Untuk itu, cara mencegah asma ini dengan melakukan pembersihan kedua benda tersebut secara rutin dengan menggunakan vacum cleaner yang dilengkapi dengan filter udara HEPA minimal 2 minggu sekali.

4. Menjaga sirkulasi udara

Jamur ini merupakan salah satu pemicu gangguan asma yang umum. Untuk mengurangi hal tersebut, jagalah sirkulasi udara dalam rumah dengan membuka jendela dan menjaga kamar mandi agar tetap bersih dan kering.

5. Hindari produk pembersih yang mengandung bahan kimia

Gas yang berasal dari pembersih rumah tangga, seperti cairan pembersih kaca yang disemprotkan dapat memicu asma. Hindari menghirup gas tersebut untuk cara mencegah asma karena alergi.

Pencegahan Asma di lingkungan Kantor

1. Hindari merokok

Asap rokok merupakan musuh bagi penderita asma, karena bahaya asap rokok  yang berasal dari sulutan api dapat menjadi penyebab gangguan asma. Untuk itu hindari kebiasaan merokok maupun menghirup asap rokok dari orang disekitar.

2. Menghindari stress

Emosi dan rasa khawatir yang intens dapat memperburuk gejala asma. Untuk menghindari stress karena masalah pekerjaan, dapat dilakukan dengan menyalurkan hobi, maupun refresing untuk relaksasi. Hal ini akan menenangkan pikiran seperti sedia kala.

3. Selalu siaga

Selalu mempersiapkan obat-obatan pereda asma dalam tas adalah merupakan langkah yang tepat ketika nanti terjadi serangan asma.

Hal ini bertujuan jika nantinya terjadi serangan asma mendadak seperti di kantor, sudah mengetahui bagaimana cara mengobati asma sebagai pertolongan pertama. Misalnya dengan membawa inhaler asma kemanapun pergi.

Pencegahan di Luar Ruangan

1. Menghindari udara yang terlalu dingin

Udara yang terlalu dingin diyakini mampu memicu timbulnya gangguan asma misalnya jika sudah terjadi masuk angin. Untuk itu, sebelum terjadi perubahan cuaca dingin persiapkan diri dan lingkungan agar tetap hangat.

2. Menghindari sumber yang dapat memicu alergi

Pada saat-saat tertentu beberapa jenis tanaman akan mengalami proses penyerbukan. Hal ini yang mana akan terjadi penebaran serbuk sari yang dipercaya sebagai salah satu alergen penyebab asma. Untuk itu, sebaiknya tetap tinggal di dalam rumah selama proses penyerbukan berlangsung

3. Selalu memperhatikan keadaan cuaca

Cuaca yang terlalu panas, lembab, serta kualitas udara yang buruk dapat memperburuk gejala asma bagi sebagian orang. Untuk itu, sebaiknya batasi aktivitas luar ruangan ketika kondisi ini terjadi.

4. Melakukan olahraga ringan di dalam ruangan

Melakukan kegiatan fisik yang ringan sangatlah penting untuk orang-orang yang menderita gangguan asma. Untuk menghindari resiko gangguan asma, sebaiknya melakukan kegiatan atau olahraga ringan di dalam ruangan yang hangat.

Pencegahan asma pada anak

Anak-anak sesungguhnya paling rentan terhadap alergi asma karena terkadang belum memahami bagaimana kondisi yang dihadapinya. Berikut ini cara mencegah asma pada anak di luar rumah, salah satunya di sekolah :

  1. Pastikan orang-orang disekitar anak Anda tahu gangguan Asma yang diderita anak. Hal ini bertujuan agar, saat nanti saat anda mengalami gangguan asma, mereka tahu apa yang harus dilakukan sebagai tindakan pertolongan.
  2. Menghindari debu penyebab alergi. Debu seperti yang dihasilkan kapur tulis dapat memicu terjadinya gangguan asma. Untuk itu, sebaiknya menjaukan papan tulis dari meja murid.
  3. Pastikan obat-obatan maupun peralatan pereda asma seperti inhealer selalu ada di tas anak Anda. Hal ini bertujuan untuk memberikan pertolongan saat terjadi serangan tiba-tiba.

Penelitian Tentang Asma

Belum diketahui dengan jelas apa saja yang menjadi penyebab asma, namun faktor lingkungan dan keturunan dianggap sebagai pemicu asma. Menurut temuan badan Kesehatan Nasional dan Survei Pemeriksaan Gizi, yang diterbitkan dalam The Journal of Allergy and Clinical Immunology tahun 2007 menyatakan bahwa 56 % kasus asma di Amerika Serikat disebabkan oleh alergi yang bisa didapatkan dari cat, tungau,  debu, dan kecoa, asap rokok, asap dari perapian atau tungku kayu bakar, wewangian, produk pembersih, asap lalu lintas, polusi udara, dan bahkan penghilang rasa sakit seperti aspirin, ibuprofen dan acetaminophen, stress, konsumsi makanan yang banyak mengandung bahan pengawet, penyakit Gastroesophageal reflux (GERD) dapat memprovokasi serangan asma.

Sebuah analisis penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Respiratory Critical Care Medicine dan pada tahun 2007 melaporkan bahwa kejadian asma meningkat asma hingga 50% pada orang yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas. Para peneliti di Emory University di Atlanta menemukan bahwa pasien obesitas dengan asma mencapai 66%.

Meskipun memang asma ini berbahaya, tapi langkah pencegahan dapat kita lakukan untuk menghindari terjadinya penyakit ini.

Categories
Tentang Penyakit

Kenali Penyakit Buerger

Kenali Penyakit Buerger

Penyakit buerger adalah peradangan dan pembengkakan pada pembuluh darah tangan dan kaki, yang kemudian menimbulkan penyumbatan dan penggumpalan darah. Gejala penyakit buerger biasanya terlihat dari munculnya rasa nyeri pada tangan dan kaki, dengan kulit yang pucat.

Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi berupa gangrene, yaitu matinya jaringan pada tangan dan kaki akibat putusnya aliran oksigen dan nutrisi ke bagian tersebut. Ketika telah mencapai fase ini, biasanya satu-satunya penanganan yang dapat dilakukan adalah amputasi.

Nyeri pada tangan dan kaki pengidap penyakit buerger dapat terasa sangat intens dan bisa muncul kapan saja, baik ketika sedang beraktivitas maupun istirahat. Nyeri juga dapat memburuk ketika tengah stres atau terpapar udara dingin. Untuk itu berikut ini kami akan mengajak anda Kenali Penyakit Buerger .

Nyeri pada tangan dan kaki penderita penyakit Buerger dapat terasa sangat intens dan bisa muncul kapan saja, baik ketika pasien beraktivitas maupun istirahat. Nyeri juga dapat memburuk ketika pasien tengah stres atau terpapar udara dingin.

Beberapa gejala yang dapat dirasakan antara lain:

  • Jari kaki dan tangan pucat, memerah, atau membiru.
  • Terasa dingin, kesemutan, atau mati rasa pada tangan dan kaki.
  • Ujung jari tangan dan kaki terasa nyeri.
  • Pembengkakan pada tangan atau kaki.

Penyebab Penyakit Buerger

Penyebab penyakit Buerger belum diketahui secara pasti. Namun, terdapat dugaan bahwa penggunaan tembakau, baik dalam bentuk rokok, cerutu, atau produk yang dikonsumsi, merupakan faktor utama penyebab kondisi ini. Zat yang terkandung dalam tembakau dipercaya dapat menyebabkan iritasi pada pembuluh darah yang kemudian memicu peradangan.

Selain tembakau, terdapat 2 faktor lain yang diduga menyebabkan penyakit Buerger, yakni faktor genetik dan gangguan sistem kekebalan tubuh yang membuat sistem imun menyerang jaringan tubuh yang sehat.

Di Asia, penyakit Buerger lebih sering terjadi pada orang berusia antara 40-45 tahun, dan aktif atau pernah aktif menggunakan produk yang terbuat dari tembakau. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, terutama jika memiliki faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit Buerger.

Diagnosis Penyakit Buerger

Belum ada metode spesifik yang dapat mendiagnosis penyakit Buerger. Diagnosis yang dilakukan adalah dengan menyingkirkan penyebab lain yang dapat menimbulkan gejala serupa, selain dari penyakit Buerger.

Proses diagnosis diawali dengan pemeriksaan gejala, faktor risiko yang dimiliki, dan kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh. Setelahnya, pemeriksaan dapat dilanjutkan dengan tes. Beberapa tes yang biasa digunakan, yakni:

  • Tes Allen. Dalam tes ini, pasien akan diminta untuk mengepal tangan sekuat mungkin, kemudian membukanya. Setelah kepalan dibuka, dokter akan memeriksa sirkulasi aliran darah pada tangan. Apabila aliran darah melambat, itu bisa menjadi tanda penyakit Buerger.
  • Angiografi. Prosedur pemindaian, seperti CT scan atau MRI, digunakan dalam tes ini. Sebelum pemindaian dilakukan, terlebih dahulu akan disuntikkan zat pewarna kontras ke dalam pembuluh darah pasien. Zat pewarna kontras berfungsi memperjelas gambaran kondisi pembuluh darah yang ditampilkan oleh alat pemindai.
  • Tes darah. Tes ini bertujuan untuk mendeteksi zat-zat tertentu di dalam darah yang kemunculannya dapat disebabkan oleh kondisi selain penyakit Buerger.

Pengobatan Penyakit Buerger

Meskipun belum ada metode yang sepenuhnya dapat menyembuhkan penyakit Buerger, namun terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala yang ada. Penanganan penyakit ini harus disesuaikan dengan gejala yang muncul.

Penanganan gejala yang dipercaya paling efektif adalah dengan menghentikan penggunaan tembakau. Pasien harus sepenuhnya menghindari produk-poduk yang mengandung tembakau, baik itu rokok, cerutu, maupun produk tembakau yang dikonsumsi. Bila diperlukan, dokter dapat menganjurkan pasien untuk mengikuti program khusus yang bertujuan untuk mengatasi kecanduan rokok.

Selain menghindari penggunaan tembakau, penanganan gejala penyakit Buerger juga dilakukan dengan:

  • Obat. Pemberian obat yang berfungsi untuk memperbaiki sirkulasi darah, mencegah pembentukan gumpalan darah, merangsang tumbuhnya pembuluh darah baru, atau melebarkan pembuluh darah. Penentuan dosis dan jenis obat harus dikonsultasikan lebih lanjut dengan dokter.
  • Operasi. Salah satu operasi yang dapat dilakukan untuk meredakan gejala penyakit Buerger adalah sympathectomy yaitu memotong saraf yang menimbulkan keluhan. Namun, efektivitas penanganan penyakit Buerger dengan sympathectomy masih diperdebatkan. Diskusikan lebih lanjut dengan dokter terkait manfaat dan risiko prosedur yang akan dijalani.
  • Amputasi. Amputasi dilakukan ketika terjadi komplikasi, seperti infeksi yang tidak teratasi atau gangrene.
  • Terapi stimulasi saraf tulang belakang. Terapi ini bertujuan untuk meredakan nyeri dengan mengirimkan aliran listik bertenaga kecil ke saraf tulang belakang. Listrik yang dialirkan tersebut berfungsi menghalangi munculnya sensasi nyeri.

Selain beberapa metode di atas, penanganan gejala juga dapat dilakukan di rumah. Pasien dapat mengompres tangan dan kaki dengan air hangat agar aliran darah meningkat, sehingga nyeri yang dirasakan dapat berkurang. Namun, akan lebih baik bila perawatan di rumah didiskusikan terlebih dahulu dengan dokter. Dokter akan menentukan perawatan yang tepat dan sesuai dengan kondisi pasien.

Komplikasi Penyakit Buerger

Penderita penyakit Buerger dapat mengalami gangrene (kematian jaringan) pada jari tangan dan kaki. Kondisi ini merupakan dampak dari melambat atau bahkan berhentinya pasokan darah ke bagian tersebut. Gangrene biasanya ditandai dengan mati rasa dan perubahan warna jari tangan atau kaki menjadi biru atau hitam. Akan lebih baik jika pasien langsung menemui dokter saat menyadari munculnya gejala-gejala di atas.

Pencegahan Penyakit Buerger

Pencegahan penyakit Buerger dapat dilakukan dengan menghindari rokok atau menggunakan produk yang terbuat dari tembakau. Pasien yang mengalami kecanduan rokok dapat berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan menganjurkan terapi untuk membantu pasien mengatasi kecanduan.

Selain itu, upaya yang juga dapat dilakukan untuk menurunkan risiko penyakit Buerger, antara lain:

  • Mengonsumsi makanan sehat
  • Melakukan pemeriksaan rutin
  • Rutin berolahraga
  • Istirahat yang cukup.

Penyakit Buerger - Alodokter

Categories
Tentang Penyakit Tips Kesehatan

Bahaya Obesitas Terhadap Kesehatan

Bahaya Obesitas Terhadap Kesehatan

Sekarang ini semakin banyak orang yang obesitas alias kelebihan berat badan. Banyak yang menganggap bahwa tidak apa obesitas asalkan sehat. Padahal, obesitas sendiri bisa menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan, lho. Tak percaya? Simak berbagai Bahaya Obesitas Terhadap Kesehatan yang akan kami berikan dibawah ini .

1. Gangguan Otak

Menurut penelitian terbaru, ada sejumlah kasus obesitas yang berbahaya bagi otak. Seperti yang dilansir dari My Health News Daily, bahwa obesitas dapat mempengaruhi otak seperti berikut ini:

  • Kecanduan makan, sebab menurut penelitian obesitas dapat mengubah pola makan secara otomatis. Sehingga jika hal ini terjadi, maka berat badan akan bertambah karenakan otak butuh dipuaskan oleh makanan utamanya yang manis dan berlemak.
  • Mengubah kinerja sistem imun, Resiko inflamasi menjadi meningkat. Kemudian inflamasi ini akan mempengaruhi otak dan menghancurkan beberapa bagiannya sehingga suasana hati mudah berubah hingga sulit untuk menghentikan kebiasaan makan yang berlebih.
  • Demensia, Berhubungan dengan inflamasi akibat obesitas, ternyata dapat membuat tubuh dan pikiran menjadi gampang stres. Ukuran otak juga bisa mengecil akibat adanya lemak di perut sehingga resiko demensia dapat meningkat.
  • Diet yoyo, yakni diet berputar yang mengakibatkan penurunan dan peningkatan berat badan secara berkelanjutan. Diet ini bisa membuat berat badan menjadi bertambah lebih cepat, dan perputarannya bisa mempengaruhi otak sehingga gampang stres.
  • Merusak memori, Menurut studi Journal of the American Geriatric Society, hormon yang diproduksi oleh lemak bisa menyebabkan inflamasi sehingga mempengaruhi bagian kognitif yang akibatnya membuat seseorang akan kehilangan ingatan.

2. Penyakit Jantung

Bahaya obesitas dapat memicu terjadinya serangan jantung, sebab lemak yang berlebih dapat menutupi pembuluh darah pada jantung sehingga menjadi tersumbat. Jika hal ini terjadi, maka serangan jantungpun dapat terjadi termasuk jantung koroner. Gejala-gejala yang ditunjukkan oleh penyakit jantung ini antara lain :

  • Mengalami sakit pada bagian dada seperti ditekan
  • Sakitnya menjalar ke leher seperti tercekik dan ke lengan kiri
  • Sakit pada bagian ulu hati
  • Kadang-kadang disertai dengan kembung
  • Denyut nadi melemah
  • Mengeluarkan keringat dalam waktu yang cepat dan jumlah yang banyak

3. Hipertensi

Obesitas memiliki hubungan yang erat dengan penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hal ini bisa terjadi akibat dari seringnya mengkonsumsi makanan penyebab darah tunggi, kolesterol dan lemak berlebih yang akhirnya dapat memicu penyempitan pembuluh darah sehingga tekanan darah menjadi naik.

Penyakit hipertensi diklasifikasikan menjadi 2 kelompok yaitu:

  • Hipertensi primary, yakni tekanan darah tinggi yang diakibatkan oleh gaya hidup dan faktor lingkungan.
  • Hipertensi secondary, yakni tekanan darah tinggi yang diakibatkan oleh penyakit yang diderita seperti gagal jantung, gagal ginjal hingga kerusakan sistem hormon pada tubuh.

Adapun beberapa gejala yang sering dialami oleh penderita hipertensi adalah:

  • Merasa pusing dan sakit kepala
  • Merasa pegal serta tidak nyaman
  • Merasa oleng atau merasa ingin jatuh
  • Detak jantung bergerak cepat dan berdebar-debar
  • Telinga berdengung

4. Gangguan Saluran Pernapasan

Bahaya obesitas dapat menyebabkan gangguan pernafasan, karena terjadi penimbunan lemak yang berlebihan di bawah diafragma dan pada dinding dada hingga menekan paru-paru. Jika hal ini dibiarkan dapat menyebabkan seseorang mengalami kesulitan dalam bernapas. Pada saat tidur, gangguan pernapasan ini bisa terjadi sehingga menyebabkan pernafasan bisa berhenti untuk sementara (obstructive sleep apnea), sehingga menimbulkan ciri ciri-ciri kurang tidur, seperti sering mengalami kantuk di siang hari.

5. Diabetes

Resiko yang bisa dialami oleh seseorang yang menderita obesitas adalah penyakit diabetes tipe 2. Pada penderita obesitas, insulin yang dihasilkan oleh pankreas terganggu oleh komplikasi-komplikasi obesitas sehingga tidak dapat bekerja maksimal untuk membantu sel-sel menyerap glukosa. Karena kerja insulin menjadi tidak efektif, maka pankreas terus berusaha untuk menghasilkan insulin lebih banyak yang akibatnya kemampuan pankreas semakin berkurang untuk menghasilkan insulin.

Kondisi ini pada umumnya disebut resistensi insulin yang merupakan faktor penyebab seseorang mengalami diabetes tipe 2. Adapun gejala-gejala umum yang dirasakan oleh penderita diabetes untuk tipe 2 adalah:

  • Sering buang air kecil utamanya pada malam hari
  • Mulut kering
  • Sering haus dan kelelahan
  • Mengalami pusing
  • Merasa gatal dan infeksi pada daerah vagina atau penis
  • Penglihatan menjadi kabur
  • Terjadi infeksi pada kulit, seperti bisul

6. Osteoartritis

Saat mengalami obesitas, maka resiko terkena osteoartritis (peradangan sendi) akan semakin rentan. Bagian pada tubuh yang biasa mengalaminya adalah bagian leher, tangan, kaki, dan lutut. Hal ini terjadi karena lemak terus tertimbun dalam tubuh menyebabkan beban tubuh semakin berat dan bertambah. Akibatnya, cairan sendi menjadi berkurang lebih cepat sehingga, bagian-bagian tulang akan saling bergesekan dan rasa nyeripun akan timbul.

Tak jarang, robekan-robekan pada tulang rawan sendi bisa terjadi. Walaupun tubuh memiliki sistem yang dapat memperbaikinya, namun jika terus menerus berlangsung, maka robekan bisa menjadi parah.

7. Stroke

Menurut penelitian, seseorang yang menderita obesitas ternyata lebih beresiko terserang stroke daripada orang yang memiliki ukuran tubuh sedang. Hal ini terjadi karena penderita obesitas cenderung memiliki tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan terkena diabetes yang akan memicu terjadinya stroke.

Adapun beberapa gejala yang terjadi jika menderita stroke adalah:

  • Melemahnya fungsi motorik pada satu sisi tubuh, dimana penderita stroke akan berbicara pelo, atau mata sulit terbuka.
  • Penglihatan menjadi kabur hingga melemahnya koordinasi tubuh, akibat kehilangan kemampuan sensorik.
  • Mengalami sakit kepala secara tiba-tiba, akibat terjadi peningkatan tekanan di dalam otak. Hal ini biasa terjadi pada penderita stroke pendarahan.
  • Merasa mual dan muntah, karena terjadi peningkatan tekanan dalam kepala hingga merangsang reseptor mual.
  • Merasa bingung secara mendadak hingga sulit untuk bicara dan mengerti.
  • Kesulitan dalam berjalan secara tiba-tiba, mudah terhuyung dan keseimbangan menjadi hilang.
  • Merasa hilang kesadaran secara mendadak atau pingsan mendadak.

8. Gangguan Kesuburan

Bahaya obesitas bisa mengganggu kesuburan khususnya bagi wanita, akibat berat badan yang berlebih. Dampak dari obesitas ini, ovarium yang memproduksi sel telur tidak memungkinkan wanita untuk hamil. Walaupun terjadi pembuahan, maka janin sulit berkembang secara normal sehingga keguguran sangat rentan terjadi. Selain itu, menstruasi menjadi tidak teratur akibat ketidakseimbangan hormon yang dipicu oleh obesitas.

9. Depresi

Depresi merupakan gangguan kesehatan yang bisa disebabkan oleh obesitas. Kurang percaya diri hingga minder bisa mengakibatkan tekanan-tekanan emosional terjadi. Tak jarang kebiasaan buruk seperti menjadi lebih sensitif dan mudah marah, menjadi salah satu emosi yang dikeluarkan saat merasa depresi sehingga gampang stres.

Bahaya Obesitas Menyebabkan Kanker

Baru-baru ini, sebuah fakta mengungkapkan bahwa penderita obesitas beresiko terkena beberapa jenis kanker sebesar 40%. Hormon estrogen yang diproduksi oleh sel lemak inilah, yang sebenarnya merupakan salah satu penyebab resiko kanker menjadi meningkat.

Adapun beberapa jenis kanker yang dapat diakibatkan oleh obesitas adalah :

1. Kanker Usus

Kanker usus adalah sel kanker yang tumbuh ganas pada usus. Kanker ini bermula dari perkembangan sel yang awalnya tidak ganas dan hanya membentuk polip (sel tumbuh cepat) saat stadium awal. Pada masa ini penderita tidak akan menimbulkan gejala apapun, sehingga sangat sulit untuk diketahui. Namun hal ini harus diwaspadai karena sel yang tidak ganas tersebut dapat berubah menjadi ganas.

Gejala :

  • Terjadi perubahan pada proses buang air besar, dimana feses kadang menjadi keras atau sebaliknya.
  • Mengalami susah buang air besar
  • Feses yang keluar disertai darah dan lendir
  • Keluarnya darah bersumber dari anus atau dubur
  • Merasa kembung dan tegang
  • Diare

Pengobatan :

  • Operasi lokal, yakni pengobatan pada stadium awal dengan mengangkat jaringan kanker tanpa menyayat perut. Kemudian, alat khusus dimasukkan menuju usus besar melalui rektum atau anus, dan kankerpun diangkat.
  • Bedah usus, yakni pengobatan pada stadium awal yang dilakukan dengan tindak operasi yang sedikit menyayat perut. Lalu, usus besar yang terkena kanker akan dibuang dan disambung lagi.
  • Reseksi, yakni pengobatan dengan membuang sisa makanan setelah pembedahan atau operasi dilakukan.

2. Kanker Payudara

Kanker payudara adalah penyakit yang diakibatkan oleh sel kanker yang tumbuh di jaringan payudara. Sel-sel ini akan muncul di saluran atau lobula pada payudara. Selain itu, sel-sel tersebut bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya. Pada umumnya, kanker ini sering diderita oleh para wanita, walaupun pria juga bisa terkena penyakit ini.

Gejala:

  • Terdapat benjolan pada payudara yang tidak terasa sakit.
  • Terjadi rasa gatal dan timbul ruam pada sekitar puting.
  • Cairan keluar atau pendarahan pada puting.
  • Membengkaknya kulit payudara hingga menebal.
  • Terjadi kerutan pada kulit payudara.
  • Puting masuk ke dalam.

Pengobatan:

  • Pembedahan, yang prosedurnya berupa mempertahankan payudara, mengangkat seluruh bagian payudara dengan atau tanpa jaringan kelenjar getah bening, dan mengambil sel kelenjar getah bening di bawah ketiak untuk diperiksa.
  • Terapi sistematik, yakni dengan kemoterapi, terapi hormon dan herceptin.
  • Radioterapi, dengan menggunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel-sel kanker.
  • Rehabilitasi, yang terbagi menjadi fisik dan mental. Rehabilitasi fisik seperti melatih bahu setelah pembedahan, merawat tangan, menyeimbangkan nutrisi dan memperbaiki gaya hidup. Adapun rehabilitasi mental seperti dukungan dari teman dan keluarga, serta mengikuti konsultasi dokter.

3. Kanker Kandung Empedu

Kanker kandung empedu merupakan penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel-sel kanker di dalam kandung empedu. Kandung empedu adalah bagian di dekat dasar hati yang berfungsi untuk menyimpan empedu, yakni cairan yang membantu memecahkan dan menyerap lemak pada tubuh yang dihasilkan oleh hati.

Gejala:

  • Sakit perut, biasanya pada bagian kanan atas perut
  • Perut terasa kembung
  • Merasa gatal
  • Terjadi demam
  • Nafsu makan menghilang
  • Merasa mual
  • Kulit menguning

Pengobatan:

  • Operasi
  • Kemoterapi
  • Terapi Radiasi
  • Pemasangan Stent
  • Bypass Biliari
  • Kolekistektomi

4. Kanker Rahim

Kanker ini juga bisa disebut dengan kanker endometrium karena kanker ini menyerang sel-sel yang membentuk dinding rahim atau endometrium. Selain itu, kanker ini juga bisa membentuk sarkoma uteri karena biasanya menyerang otot-otot pada sekitar rahim.

Gejala:

  • Terjadi pendarahan pada vagina setelah monopause atau diluar siklus menstruasi.
  • Mengalami pendarahan yang berlebihan jika sedang menstruasi.
  • Sekresi pada vagina membentuk cairan atau darah encer.
  • Terasa sakit pada daerah panggul dan saat berhubungan intim.
  • Terjadi benjolan di perut bagian bawah.

Pengobatan:

  • Histerektomi, yakni bedah pengangkatan rahim, kedua ovarium dan tuba falopi sehingga menghapus kemungkinan seorang wanita untuk hamil. Histerektomi juga bisa dilakukan lewat operasi dengan beberapa sayatan kecil. Selain itu, operasi ini juga menjalani pengangkatan serviks dan vagina bagian atas.
  • Radioterapi, yakni pengobatan yang dilakukan setelah menjalani histerektomi untuk menghambat penyebaran kanker. Efek yang ditimbulkan dari pengobatan ini seperti kulit pada menjadi merah dan perih pada bagian yang diobati atau pendarahan pada rektum.
  • Kemoterapi, biasanya dilakukan untuk penderita kanker rahim stadium 3 atau 4 yang diberikan secara bertahap melalui infus. Efeknya bisa merontokkan rambut, kelelahan, mual hingga muntah.
  • Terapi hormon, dilakukan untuk menangani kanker rahim yang muncul kembali. Fungsinya untuk mengecilkan tumor dan mengurangi gejala. Efek sampingnya adalah berat badan menjadi bertambah, otot mengalami kram, serta mual-mual.

5. Kanker Ginjal

Kanker ginjal merupakan tumor ganas yang dapat tumbuh pada bagian dari renal parenchyma. Kanker ginjal dapat menjalar ke jaringan dan organ terdekat melalui tumor primer hingga dapat keluar melalui pembuluh darah vena atau limfatik.

Gejala:

  • Tidak ada gejala yang jelas, sebab pada umumnya 40% kanker ginjal secara kebetulan ditemukan saat pemeriksaan kesehatan tanpa tanda yang jelas.
  • Kencing darah, yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Jika membentuk gumpalan dalam jumlah banyak maka akan terasa sakit dan nyeri saat buang air kecil.
  • Adanya benjolan, yang sekitar 10% hingga 40% penderita bisa merabanya pada bagian perut.
  • Sakit pinggang, akibat tumor bertumbuh besar dan meningkat sehingga tumor invasi ke jaringan sekitar.
  • Adanya gejala metastase, yakni mengalami sakit tulang, patah tulang, batuk tanpa atau dengan darah.

Pengobatan:

  • Operasi, dengan pengangkatan seluruh ginjal, kelenjar adrenal dan reseksi jaringan adiposa di sekitar ginjal yang disertai dengan pengangkatan kelenjar getah bening didekatnya.
  • Metode terapi pisau Ar-He, untuk menurunkan suhu tumor sehingga dapat menghancurkan jaringan tumor.
  • Radiofrekuensi ablasi, yakni penerapan energi tinggi gelombang radio yang berfungsi memanaskan tumor dengan frekuensi tinggi hingga sel-sel tumor hancur.
  • Metode radioterapi, yakni penerapan sinar berenergi tinggi yang berfungsi mengecilkan sel kanker atau membunuhnya.
  • Metode terapi bertarget, berfungsi untuk menghambat pertumbuhan pembuluh darah yang biasa mensuplai nutrisi kepada tumor serta sel kanker pada bagian lain.
  • Metode imunoterapi, berfungsi meningkatkan sistem imun untuk melawan dan menghancurkan sel-sel kanker.
  • Metode kemoterapi, yakni dengan menginjeksikan obat anti kanker pada pembuluh darah atau dengan pil oral sehingga mengalir ke seluruh tubuh melalui darah.

6. Kanker Kerongkongan

Kanker kerongkongan biasanya dikenal dengan istilah kanker esophagus. Kanker ini menyerang bagian sel jaringan kerongkongan dengan tumor yang ganas. Jenis kanker ini terbagi menjadi empat, namun yang paling umum terjadi hingga 90% adalah karsinoma sel skuamosa.

Gejala:

  • Terasa aneh pada tenggorokan hingga tersedak ketika menelan makanan.
  • Ketika menelan, bagian dada terasa panas, hingga sakit seperti tertarik.
  • Sering disertai muntah, sakit perut, hingga penurunan berat badan dan gejala lainnya.

Pengobatan:

  • Operasi, yakni dengan menghilangkan jaringan tumor yang dekat dengan kelenjar getah bening agar lebih efektif.
  • Radioterapi, dilakukan sebelum operasi agar tumor mengecil, dan sesudah operasi untuk menghilangkan sisa-sisa sel setelah operasi.
  • Kemoterapi, bisa dipadukan dengan radioterapi agar sel kanker berkurang atau menghilang.
  • Terapi photodynamic, umum dilakukan untuk pengobatan setelah pengobatan pada lini pertama.

7. Kanker Pankreas

Kanker pankreas merupakan penyakit yang sel kankernya terbentuk dalam pankreas dan diawali dari sel-sel eksokrin.

Gejala:

  • Samar, sebab kanker pankreas sering terdiagnosa pada stadium yang sudah lanjut.
  • Mengalami gangguan pencernaan, serta pembengkakan dan gerakan usus.
  • Menderita sakit kuning seperti pada mata dan kulit.

Pengobatan:

  • Operasi pembedahan.
  • Perawatan paliatif.
  • Pengobatan komprehensif, yang dibantu dengan radioterapidan kemoterapi.

Sebenarnya kita bisa melakukan pencegahan bahaya obesitas ini, dengan menerapkan gaya hidup sehat. Pemilihan asupan yang tepat, serat kesadaran untuk membuat berat badan tetap ideal dapat menghindari gangguan obesitas ini.

Categories
Tentang Penyakit

Kenali Penyakit Sapi Gila

Kenali Penyakit Sapi Gila

Penyakit menular pada umumnya disebabkan oleh infeksi mikroorganisme jamur, bakteri, atau virus namun berbeda dengan mad cow disease alias penyakit sapi gila, yang penyebabnya adalah protein dan dapat merusak jaringan saraf pada seseorang. Meskipun penyakit ini jarang ditemukan, namun perkembangan penyakit ini selalu berujung dengan kematian.

Penyakit sapi gila alias mad cow disease adalah penyakit yang dapat menginfeksi hewan dan manusia. Pada hewan, khususnya sapi, penyakit ini dikenal dengan nama bovine spongiform encephalopathy (BSE) sedangkan pada manusia dikenal dengan variant Creutzfeldt-Jakob disease(vCJD). Baik BSE dan vCJD disebabkan oleh protein abnormal (prion) yang menimbulkan kerusakan sistem saraf pusat, sehingga baik pada hewan maupun manusia dapat menyebabakan kehilangan kendali atas otot pada tubuhnya, seperti kesulitan berjalan atau berdiri.

Penyakit sapi gila pada manusia merupakan varian dari Creutzfeldt-Jakob disease (CJD) namun keduanya merupakan penyakit yang berbeda. Infeksi vCJD diduga berkaitan erat dengan infeksi BSE pada hewan ke manusia, namun kasus CJD tidak ditemukan adanya bukti infeksi. Baik vCJD dan CJD merupakan penyakit yang disebabkan oleh prion yang bersifat merusak saraf (neurodegenerative) sehingga selalu berakhir dengan kematian. Nah berikut ini kami akan mengajak anda Kenali Penyakit Sapi Gila , yuk langsung saja kita simak ulasannya dibawah ini :

Kebanyakan penderita penyakit sapi gila meninggal dunia dalam waktu setahun sejak gejala pertama muncul. Umumnya, penyakit sapi gila ditandai dengan kemunculan beberapa gejala di bawah ini:

  • Gangguan ingatan dan fungsi otak lain.
  • Perubahan kepribadian.
  • Gangguan keseimbangan.
  • Bicara tidak jelas dan pengelihatan terganggu.
  • Mengalami gangguan psikologis seperti cemas depresi.
  • Beberapa bagian tubuh kesemutan dan sulit digerakkan.
  • Mengalami insomnsia, demensia, dan dapat berlanjut menjadi koma.

Jika tidak ditangani dengan tepat, penyakit sapi gila bisa menyebabkan komplikasi pada otak. Jika hal itu terjadi, seseorang akan mengalami kesulitan dalam berpikir, mengingat, mengasingkan diri dari teman serta keluarga, dan umumnya menjadi tidak peduli terhadap diri sendiri. Yang paling parah, penyakit ini bisa menyebabkan kematian.

Penyebab Penyakit Sapi Gila

Sampai saat ini belum diketahui apa penyebab berubahnya protein normal menjadi protein prion, yang dapat terjadi di otak, usus kecil, atau saraf tulang belakang hewan ternak. Penyakit ini bisa menular dari satu hewan ke hewan lain atau bahkan ke manusia.

Penyakit sapi gila menular ketika hewan yang terinfeksi disembelih, kemudian bagian-bagian tubuh hewan yang terinfeksi itu digunakan untuk pakan ternak atau dikonsumsi manusia. Dengan kata lain, seseorang berisiko tertular penyakit sapi gila jika mereka memakan bagian otak dan tulang belakang dari hewan yang terinfeksi.

Meski tidak diketahui penyebab pastinya, faktor genetik dan usia diyakini bisa meningkatkan risiko penyakit sapi gila. Seseorang dengan familial CJD dapat menurunkan kondisi ini kepada keturunannya. Dari segi usia, orang dengan usia di atas 60 tahun lebih rentan mengalami sporadic CJD.

Diagnosis Penyakit Sapi Gila

Dugaan terhadap penyakit sapi gila ditentukan berdasarkan perkembangan gejala dan riwayat kesehatan pasien. Satu-satunya jalan untuk mengetahui secara pasti apakah seseorang mengalami penyakit sapi gila adalah dengan biopsi otak melalui otopsi, yang dilakukan apabila penderita sudah meninggal dunia.

Namun demikian, terdapat berbagai prosedur diagnosis yang dapat membantu menegakkan diagnosa penyakit ini, antara lain:

  • Pemeriksaan neurologis. Pada tahap awal, dokter neurologi (spesialis saraf) akan memeriksa kemungkinan adanya penyakit lain yang memiliki gejala serupa, misalnya penyakit Alzheimer, penyakit Parkinson, atau tumor otak.
  • Electroencephalogram (EEG). Untuk merekam aktivitas otak dan membantu mendeteksi aktivitas elektrik yang tidak normal pada penderita sporadic CJD.
  • Pemindaian dengan MRI. Menggunakan gelombang radio dan medan magnet untuk mendapatkan gambaran detail tentang kondisi otak pasien.
  • Pungsi lumbal. Pengambilan sampel cairan otak dari area tulang belakang pasien untuk diteliti lebih lanjut.
  • Pemeriksaan genetik. Tes darah dilakukan untuk mendeteksi potensi terjadinya mutasi dalam gen dan memastikan adanya faktor keturunan.
  • Biopsi amandel. Pengambilan sampel jaringan amandel untuk melihat kemungkinan adanya prion di amandel penderita variant CJD.

Pengobatan Penyakit Sapi Gila

Tidak ada pengobatan khusus yang terbukti efektif untuk mengatasi penyakit sapi gila. Sejumlah obat-obatan sudah diteliti, namun tidak ada dampak nyata dalam penyembuhan penyakit ini. Pengobatan dengan antivirus dan antibiotik pun tak memberikan pengaruh positif pada kondisi pasien.

Penanganan yang dapat diberikan adalah obat-obatan atau tindakan medis untuk meredakan gejala yang muncul pada pasien. Contohnya, pemberian obat antidepresan untuk meredakan gangguan psikologis atau memberikan clonazepam dan natrium valproate untuk meredakan kram otot.

Pencegahan Penyakit Sapi Gila

Penyakit sapi gila seringkali terjadi secara spontan, sehingga sulit untuk dicegah. Sterilisasi untuk mencegah agar bakteri dan virus tidak menyebar ke seluruh tubuh juga tidak efektif. Meski begitu, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko penularan penyakit sapi gila, di antaranya:

  • Memusnahkan sumber infeksi. Salah satu cara meminimalisasi penularan penyakit sapi gila adalah dengan memusnahkan bangkai daging yang berpotensi menularkan penyakit ini, baik ke manusia maupun hewan lainnya.
  • Transfusi darah dengan aman. Orang yang berisiko tertular penyakit sapi gila dilarang melakukan donor darah untuk mengurangi risiko penularan.
  • Membatasi daging imporTerutama daging impor dari negara-negara yang rawan terhadap penyakit sapi gila, seperti Inggris, Skotlandia, dan Irlandia.
  • Pengawasan hewan ternak. Cara ini dilakukan mulai dari pengendalian pakan ternak, pengobatan hewan yang sakit, hingga pembatasan konsumsi hewan ternak yang berisiko mengalami dan menularkan penyakit sapi gila.
Categories
Tips Kesehatan

Bahaya Menahan Kentut

Bahaya Menahan Kentut

Kentut merupakan hal yang alami untuk terjadi. Namun, terkadang budaya yang ada di masyarakat membuat kita tidak enak untuk mengeluarkan kentut sembarangan, karena adanya anggapan tidak sopan. Ketika kentut mengeluarkan bunyi atau bau, kita pun menjadi malu karena hal tersebut. Inilah sebabnya menahan kentut mungkin jadi salah satu hal yang rutin Anda lakukan, bahkan mungkin setiap hari. Tapi, pernahkah Anda bertanya-tanya apa efeknya pada tubuh jika kita sering menahan kentut? . Nah berikut ini kami akan memberikan anda apasaja Bahaya Menahan Kentut :

Dokter mana pun tidak akan pernah setuju apabila ada seseorang yang berusaha untuk menahan kentut, karena jika kita melakukannya akan berdampak buruk bagi kesehatan sendiri.

Para ahli menyatakan bahwa kentut merupakan bagian alami dari sistem pencernaan tubuh, sehingga jika kita berusaha menahannya akan sangat merugikan diri kita sendiri. Menahan kentut dapat menyebabkan gas dalam perut menumpuk sehingga bisa mngakibatkan perut kembung, dan gejala tidak nyaman lainnya. Dan yang paling buruk, menahan buang gas dapat menyebabkan wasir atau usus semakin membesar.

Berikut beberapa bahaya yang bisa timbul karena menahan kentut :

  1. Perut kembung. Kembung pada bagian perut merupakan suatu gangguan yang membuat penderitanya merasa sangat tidak nyaman, seperti begah dan bersendawa. Gangguan ini terjadi akibat adanya penumpukan gas yang berlebihan pada saluran pencernaan seperti pada lambung dan usus.
  2. Menurunnya nafsu makan,  Perut kembung atau terjadinya rasa begah di perut membuat keadaan seseorang menjadi sangat tidak nyaman. Ia akan merasa perut terasa penuh. Hal ini bisa menyebabkan hilangnya nafsu makan.
  3. Kram pada perut. Kelebihan gas yang terjadi pada salah satu bagian usus, dapat mengakibatkan gangguan kram pada perut. Sehingga penderita merasakan sakit yang melilit pada daerah perut, maupun gejala lainnya.
  4. Wasir. Menahan buang gas atau kentut mengakibatkan wasir. Hal ini terjadi karena adanya gerakan yang berlebihan pada organ dubur pada saat menahan kentut agar tidak keluar. Gerakan tersebut membuat otot-otot di dubur menegang dan memicu melebarnya pembuluh darah.
  5. Infeksi diverticulosis. Diverticulitis merupakan pembentukan kantung-kantung kecil pada lapisan usus besar. Kantung-kantung kecit (divertikula) tersebut terbentu karena adanya peningkatan tekanan pada titik-titik lemah dari dinding usus oleh gas, limbah, atau cair. Jika hal ini terjadi maka bisa menyebabkan sakit parah pada bagian perut, demam, mual, maupun terjadinya perubahan pada kebiasaan buang air besar.
  6. Peritonitis. Peritonitis merupakan peradangan peritoneum, yaitu jaringan yang melapisi dinding bagian dalam perut yang mencakup sebagian besar organ perut. Gangguan ini terjadi akibat infeksi dari bakteri maupun jamur. Selain itu peritonitis juga bisa terjadi akibat adanya luka atau karena adanya infeksi diverticulosis kronis yang menyebabkan tumpahnya limbah yang berasal dari usus. Kondisi ini bisa membuat seseorang harus segera mendapatkan pertolongan medis.
  7. Keracunan gas. Kentut bukanlah racun. Meskipun terkadang ia keluar tanpa kita sadari dan membuat kita malu dihadapan orang lain, akan tetapi jika kita berusaha menahannya maka gas tersebut akan menyebabkan tekanan parsial dalam rongga usus dengan intensitas lebih tinggi daripada tekanan parsial di dalam darah. Hal tersebut dapat berakibat masuknya gas ke dalam pembuluh darah yang terdapat di dinding usus, dan pada akhirnya akan beredar ke seluruh tubuh.
  8. Kentut semakin berbau menusuk. Seperti penjelasan di atas, bahwa kentut terdiri dari beberapa kumpulan gas seperti hidrogen sulfida, yang mana senyawa tersebut menyebabkan kentut kita berbau. Apabila seseorang sering menahan kentut, maka akumulasi dari unsur belerang atau sulfur yang merupakan bagian dari senyawa hidrogen sulfida akan semakin  menumpuk, dimana hal tersebut bisa membuat bau kentut semakin tidak sedap atau  berbau menusuk saat keluar nantinya.
  9. Cepirit. Saat kita menahan kentut terlalu lama, maka akan terjadi akumulasi gas hidrogen sulfida dalam usus. Selain menyebabkan bau yang kian menusuk pada kentut, unsur belerang atau sulfur yang menumpuk juga bisa menimbulkan cepirit atau keluarnya sedikit ampas tinja. Insiden ini sangat umum dialami orang-orang dengan gangguan pencernaan, yang karena sesuatu dan lain hal terpaksa harus menahan kentut.
  10. Memperparah kondisi sembelit. Penelitian telah menunjukkan bahwa menahan kentut atau gas yang seharusnya keluar, dapat mmengakibatkan peningkatan tekanan di dalam usus besar yang nantinya bisa menyebabkan terjadinya divertikula (kantung-kantung kecil pada lapisan usus besar). Keadaan ini juga bisa memperparah gangguan sembelit yang pada awalnya menjadi penyebab terjadinya kentut.

Meskipun dianggap hal tabu, namun kentut merupakan salah satu anugrah dari Tuhan yang wajib kita syukuri.

Tips Menghindari Kentut Yang Mengganggu Orang Lain

Untuk menghindari kentut yang berbau menusuk yang nantinya bisa mengganggu kenyamanan diri sendiri dan orang lain, berikut ini beberapa tips untuk mengatasinya :

  1. Membatasi makanan yang bisa memicu timbulnya gas di perut seperti, kacang-kacangan, umbi-umbian, kubis, kecambah, jengkol, kembang kol, dan lain sebagainya.
  2. Mengurangi konsumsi minuman beralkohol dan minuman bersoda, karena hal tersebut dapat memicu terjadinya kentut dan bau.
  3. Minum teh yang mengandung bahan-bahan herbal seperti chamomile dan pepermint. Bahan-bahan herbal tersebut dapat membantu tubuh dalam proses pencernakan makanan dengan benar sehingga dapat mencegah kentut berbau.
  4. Melakukan kegiatan olahraga dengan rutin seperti jogging dan yoga, kedua jenis olahraga tersebut dapat membantu terciptanya sistem pencernakan tubuh yang sehat, sehingga tidak menghasilkan gas tubuh yang berlebihan.
  5. Cermat dalam memilih produk susu, karena terkadang produk susu dan olahannya dapat menyebabkan sistem pencernakan menjadi tidak toleran pada laktosa. Hal tersebut bisa mengakibatkan meningkatnya frekuensi buang angin dan bau.
  6. Mengubah kebiasaan pola makan, misalnya dengan mengunyah makanan secara perlahan, dalam kondisi mulut tertutup, serta menghindari kegiatan berbicara saat makan dapat membantu tubuh mencerna makanan dengan benar serta dapat  mengurangi udara yang masuk ke dalam perut.

Akibat menahan kentut yang awalnya sangat sepele bisa menjadi berbahaya loh. Untuk itu jangan pernah malu untuk kentut dan berusaha lah mencari tempat terbaik untuk kentut, jangan di tahan.

 

kentut

Categories
Makanan Kesehatan Minuman Kesehatan Tips Kesehatan

Fungsi Kolagen Bagi Kesehatan

Fungsi Kolagen Bagi Kesehatan

Anda tertarik untuk minum suplemen kolagen? Kolagen adalah salah satu jenis protein alami yang diproduksi dalam tubuh Anda. Bagian tubuh yang paling banyak menyimpan protein khusus ini adalah otot, tulang, kulit, pembuluh darah, urat, dan sistem pencernaan.Fungsi kolagen bagi tubuh yaitu menjaga kekenyalan dan kekuatan kulit, menggantikan sel-sel kulit mati, serta mencegah pengeroposan tulang. Ada 28 jenis kolagen yang terdapat pada tubuh. Hanya saja, kolagen tipe I hingga V lah yang paling sering ditemukan. Yah, kolagen sebenarnya merupakan salah satu protein penyusun tubuh manusia yang kadarnya kurang lebih sekitar 30% dari seluruh protein yang ada pada tubuh. Namun, selama ini ternyata kolagen juga memiliki beberapa bentuk berupa vitamin atau asupan yang bukan hanya berfungsi untuk kecantikan, tapi juga berfungsi untuk kesehatan dan tubuh. Adapun Fungsi Kolagen Bagi Kesehatan dan tubuh beberapa diantaranya adalah:

1. Otak

Jaringan kolagen sangat mendukung nutrisi pada otak. Jika jaringan kolagen menipis, maka saraf kranial pada otak tidak bisa mendapatkan nutrisi sehingga bisa mengakibatkan pusing, pelupa, kehilangan memori, bahkan insomnia. Selain itu, penghambatan saraf pusat pada sel-sel otak bisa terjadi sehingga sulit untuk berkonsentrasi, mengalami kecemasan dan gampang depresi. Maka agar jaringan ini dapat terjaga, asupan kolagen tambahan sangat diperlukan sehingga otak dapat berkerja secara baik.

2. Rambut

Kolagen pada rambut memiliki fungsi untuk memperkuat akar rambut serta merangsangnya agar dapat tumbuh kembali. Namun dengan mengkonsumsi kolagen, maka regenerasi rambut bisa terjadi lebih cepat. Rambut yang rontok bisa segera digantikan oleh rambut baru, dan akar rambut menjadi semakin kuat karena akar rambut tercukupi nutrisinya.

3. Mata

Semakin usia bertambah, kolagen pada kornea akan berkurang sehingga bisa mengakibatkan kornea menjadi kaku. Padahal, kolagen pada mata ini bisa berfungsi untuk mengoptimalkan indra penglihatan agar bisa berfungsi secara normal. Tentu saja hal ini tidak baik untuk kesehatan mata karena otot-otot pada mata harus tetap lentur agar bisa berkerja dengan baik.

Maka dari itu, mengkonsumsi kolagen secara teratur bisa mengatasi kurangnya kolagen pada mata sehingga dapat memulihkan penglihatan. Sebab jika mata kekurangan kolagen, maka akan mengakibatkan mata kering, air mata spontan, kelelahan, minimnya transparansi kornea, opacity lensa, hingga menyebabkan katarak dan penyakit mata lainnya.

4. Gigi

Kolagen juga memiliki fungsi pada gigi seperti dapat memberikan kekuatan pada gigi. Namun jika seseorang kekurangan kolagen, maka gigi bisa kehilangan kalsium, gusi bisa mengalami masalah, gigi gampang lepas, bahkan terjadi kerentanan terhadap kerusakan gigi dan sakit gigi.

5. Tulang

Kolagen memiliki fungsi yang hampir sama pentingnya dengan kalsium pada tulang. Sebab, kolagen berfungsi sebagai lem perekat agar tulang bisa menyatu dengan sendi. Selain itu, struktur tulang bisa tercipta karena terjadi gabungan antara kolagen dan mineral yang bernama hydroxyapatite.

Keduanya ini bekerja dalam tubuh agar struktur, fleksibiltas dan kekuatan dari tulang bisa membuat tubuh menjadi lebih baik. Agar kesehatan tulang bisa terjaga dengan baik sampai usia tua, maka kolagen juga dapat dikonsumsi secara teratur. Sebab, osteoporosis yang biasa menjadi penyakit tulang bisa dicegah dengan mengkonsumsi kolagen. Nilai tambah kolagen lainnya yaitu dapat menghilangkan nyeri pada tulang.

6. Otot

Pada otot terdapat serat kolagen yang bukan hanya ditemukan di otot rangka, namun juga ditemukan pada otot polos yang berada di saluran kemih dan organ reproduksi, serta otot jantung. Dan serat kolagen ini mempunyai fungsi untuk memperkuat otot dan strukturnya agar kelangsungan otot dapat terjaga setiap harinya. Tapi jika seseorang kekurangan kolagen, maka yang terjadi adalah bisa mengalami nyeri punggung, bahu kesemutan, menghambat daerah refleks, kontraksi otot sangat minim, hingga kehilangan energi.

7. Sendi

Selain untuk tulang dan otot, kolagen juga bisa berfungsi untuk sendi. Misalnya saja, jika sedang mengalami nyeri pada sendi, maka mengkonsumsi kolagen secara teratur patut untuk dicoba. Hal ini karena kolagen dapat memberikan fleksibilitas tubuh dibagian tendon. Selain itu, kolagen juga dapat berfungsi untuk membangun bahan tulang rawan pada sendi.

8. Kulit

Fungsi terbesar dari kolagen salah satunya adalah sebagai penyokong kulit. Hal ini berbanding lurus dengan pendapat dr. Eric dari University of Pennsylvania, bahwa 80% berat kulit manusia terdiri dari kolagen. Kolagen yang merupakan zat perekat ini, bermanfaat untuk memelihara elastisitas kulit. Kolagen ini juga bekerjasama dengan protein lain yang bernama elastin setelah sebelumnya menyediakan struktur ke kulit agar keelastisan kulit dapat terjaga.

Sayangnya saat usia seseorang sudah lebih dari 25 tahun, maka kolagen pada tubuh orang tersebut akan mengalami penurunan hingga 15% secara alami. Dan hal ini semakin berlanjut seiring bertambahnya usia. Oleh karena itu jika kolagen dalam tubuh berkurang, maka kolagen dari luar tubu berupa serum, suplemen, dan injeksi bisa menjadi solusi.

9. Kuku

Untuk kuku, kolagen berfungsi untuk memperkuat kuku agar tidak mudah patah. Apabila terdapat bintik-bintik putih pada kuku, maka itu salah satu tanda bahwa seseorang sedang kekurangan kolagen. Namun hal tersebut dapat diantisipasi dengan menggunakan kolagen secara teratur.

10. Pembuluh Darah

Fungsi kolagen pada pembuluh darah adalah untuk pembentukan dinding pembuluh darah vena, arteri dan kapiler. Fungsi kolagen lainya yaitu untuk kepentingan aliran darah agar dapat tersebar ke seluruh tubuh secara baik. Adapun yang dilakukan oleh kolagen seperti membantu memperkuat pembuluh darah, menjaga struktur dan kelenturan pembuluh darah.

12. Sistem Imun

Kolagen memiliki fungsi yang penting terhadap sistem imun tubuh. Bahkan ketika mengkonsumsi makanan yang mengandung kolagen, maka fungsi kekebalan tubuh akan naik secara keseluruhan lebih dari 100 kali. Namun jika kekurangan kolagen, maka bisa menyebabkan kekebalan tubuh menjadi menurun hingga infeksi sangat mudah terjadi.

13. Sistem Sirkulasi

Sistem sirkulasi sangat dipengaruhi oleh kolagen, sebab kolagen ini memiliki fungsi terhadap sistem tersebut. Jika seseorang kekurangan kolagen, maka bisa mempengaruhi stabilitas tekanan darah, menyebabkan kolesterol darah tinggi, sirkulasi darah menjadi lambat, hingga rentan terhadap penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular.

14. Sistem Pencernaan

Fungsi kolagen terhada sistem pencernaan memang sangat penting. Bahkan, ketika seseorang kekurangan kolagen saja, hal ini bisa mengganggu kinerja dari sistem pencernaan ini. Gangguan itu diantaranya perut terasa kembung, minimnya penyerapan sekresi, hingga bisa mengalami diabetes.

15. Sistem Endoktrin

Kolagen memiliki fungsi terhadap sistem endoktrin. Karena fungsinya begitu penting, maka jika seseorang kekurangan kolagen pada sistem endoktrin akan menyebabkan gangguan pada menstruasi, payudara mengalami kekenduran hingga bisa menyebabkan kanker payudara. Adapun  pada pria, akan mengalami impotensi, ejakulasi dini, dan kejantanan semakin berkurang.

Sumber Kolagen

Sumber kolagen cukup banyak di sekitar kita ada yang bersumber dari makanan, buah, dan sayuran, namun secara garis besar kolagen berasal dari buah buahan.

  • Buah yang mengandung kolagen : paling tinggi adalah jambu biji dan kiwi
  • Makanan yang mengandung vitamin C : seperti kubis dan paprika

Nah kolagen ini sangat penting untuk tubuh dengan konsumsi kolagen yang cukup maka tubuh akan mendapatkan treatment otomatis, terutama untuk kulit.

Categories
Tentang Penyakit

Kenali Penyakit Hashimoto

Kenali Penyakit Hashimoto

Penyakit Hashimoto adalah penyakit autoimun yang menyerang kelenjar tiroid sehingga menimbulkan peradangan. Penyakit ini memiliki banyak nama lain, seperti tiroiditis Hashimoto dan tiroiditis limfositik kronis.

Tiroid merupakan kelenjar kecil yang berada di pangkal leher di bawah jakun Anda. Kelenjar ini bertugas untuk menghasilkan hormon yang mengendalikan penggunaan energi hingga mengatur detak jantung.

Penyakit ini dapat menyerang segala usia, terutama wanita lansia. Jika tidak diobati, peradangan pada kelenjar tiroid dapat menyebabkan kelenjar tiroid menjadi kurang aktif (hipotiroidisme).

Bahkan, hipotiroid yang dibiarkan akan menyebabkan gagal jantung, gangguan kejiwaan, dan miksedema (komplikasi hipotiroidisme). Nah berikut ini kami akan mengajak anda Kenali Penyakit Hashimoto yang harus anda ketahui :

Gejala awal penyakit Hashimoto biasanya tergolong ringan dan kadang-kadang sulit dicurigai akan berkembang menjadi penyakit ini. Gejala pertama penyakit Hashimoto yang umumnya muncul adalah gondok atau pembengkakan pada kelenjar tiroid. Penyakit Hashimoto akan berkembang dari tahun ke tahun dan menyebabkan kerusakan kronis pada kelenjar tiroid. Kerusakan kelenjar tiroid tersebut akan menyebabkan turunnya kadar hormon T3 dan T4 dalam darah dan mengganggu metabolisme dalam tubuh. Gejala yang muncul setelah turunnya kadar hormon T3 dan T4 antara lain adalah:

  • Mudah lelah dan merasa lemas.
  • Lebih rentan terhadap suhu dingin.
  • Mengalami pembengkakan pada wajah.
  • Rambut rontok.
  • Sulit mengingat.
  • Depresi.
  • Menorrhagia (menstruasi berlebihan atau berkepanjangan).
  • Otot menjadi lemah.
  • Kuku menjadi rapuh.
  • Kulit kering.
  • Sembelit.
  • Pembengkakan lidah.
  • Nyeri otot yang diikuti dengan pengerasan atau kaku pada otot.
  • Peningkatan berat badan.
  • Sendi terasa nyeri dan kaku.

Penyebab Penyakit Hashimoto

Penyebab penyakit Hashimoto adalah serangan yang dilakukan oleh sistem imun terhadap kelenjar tiroid. Hingga saat ini belum diketahui secara pasti kenapa kondisi autoimun tersebut bisa terjadi. Meski demikian, ada beberapa faktor yang diyakini terlibat dalam kemunculan penyakit Hashimoto pada diri seseorang, antara lain:

  • Genetik. Seseorang yang menderita penyakit Hashimoto seringkali memiliki keluarga dengan riwayat penyakit autoimun atau penyakit tiroid. Oleh karena itu, kemungkinan besar ada keterlibatan genetik di dalam penyakit ini.
  • Hormon. Penyakit Hashimoto lebih sering terjadi pada wanita dibanding pada pria. Oleh karena itu, penyakit Hashimoto diduga memiliki kaitan dengan hormon seksual.
  • Kelebihan iodin. Beberapa penelitian membuktikan bahwa ada hubungan antara penggunaan obat-obatan yang mengandung iodin dengan kemunculan penyakit Hashimoto pada seseorang.
  • Radiasi. Beberapa kasus gangguan tiroid, terutama penyakit Hashimoto, muncul pada orang-orang yang terkena radiasi. Misalnya radiasi yang berasal dari pengobatan radioterapi untuk penyakit kanker, atau radiasi yang berasal dari ledakan bom nuklir dan fasilitas nuklir.
  • Riwayat penyakit autoimun. Memiliki atau pernah mengalami penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis, diabetes tipe 1, atau lupus dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit Hashimoto.
  • Usia. Penyakit Hashimoto dapat terjadi pada usia berapa pun, namun sebagian besar orang yang terdiagnosis menderita penyakit ini berusia 25-40 tahun.

Komplikasi Penyakit Hashimoto

Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit Hashimoto dapat menyebabkan berbagai kompikasi serius bagi penderitanya, antara lain adalah:

  • Penyakit gondok. Stimulasi terus-menerus terhadap kelenjar tiroid dapat menyebabkan pembesaran, namun seringkali tidak terlalu berpengaruh pada aktivitas sehari-hari. Kendati demikian, pada beberapa kasus, pembesaran tersebut terasa tidak nyaman, mengganggu proses menelan, serta mengganggu penampilan.
  • Masalah pada jantung. Penyakit Hashimoto dapat menyebabkan kenaikan konsentrasi kolesterol jahat dalam darah atau LDL (low density lipoprotein). Peningkatan konsentrasi kolesterol LDL dalam darah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, pembengkakan jantung (kardiomegali), dan gagal jantung.
  • Kelainan pada bayi. Wanita hamil yang menderita hipotiroidisme akibat penyakit Hashimoto dapat menyebabkan kelainan pada janin. Selain itu, bayi yang dilahirkan dari wanita yang menderita penyakit Hashimoto lebih rentan mengalami keterbelakangan mental dan intelektual. Salah satu penyakit bawaan lahir yang kemungkinan disebabkan oleh penyakit ini adalah bibir sumbing.
  • Miksedema. Miksedema adalah istilah yang dipakai untuk hipotiroidisme berat yang ditandai dengan pembengkakan pada beberapa bagian tubuh. Kondisi ini dapat berlanjut menjadi koma miksedema (krisis miksedema) yang merupakan komplikasi dari penyakit Hashimoto dan hipotiroidisme yang paling berbahaya serta dapat mengancam nyawa. Penderita krisis miksedema mengalami hipotermia (suhu tubuh rendah), penurunan kesadaran dan fungsi otak. Keadaan ini dipicu oleh penyakit kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah), gagal jantung, konsumsi obat, cedera atau infeksi pada tubuh.
  • Gangguan kesehatan mental. Penyakit Hashimoto dapat menyebabkan depresi yang akan bertambah parah seiring waktu jika tidak diobati. Selain itu, penyakit ini juga dapat menyebabkan penurunan libido atau nafsu seksual dan mengganggu kestabilan mental.

Diagnosis Penyakit Hashimoto

Pada awal diagnosis penyakit Hashimoto, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan peninjauan gejala, terutama jika:

  • Kelelahan semakin sering terjadi.
  • Kulit pasien menjadi kering.
  • Terjadi konstipasi.
  • Suara menjadi parau.
  • Sebelumnya pernah mengalami penyakit gondok atau permasalahan lain pada kelenjar tiroid.

Metode diagnosis yang dapat dilakukan untuk menentukan adanya penyakit Hashimoto pada pasien antara lain adalah:

  • Biopsi tiroid jarum tipis. Biopsi tiroid dilakukan dengan cara mengambil sampel jaringan tiroid untuk kemudian diamati melalui mikroskop.
  • Tes serum hormon. Untuk memastikan kinerja kelenjar tiroid, dapat dilakukan tes kadar hormon TSH, T3, dan T4 dalam darah. Pada penderita hipotiroidisme karena penyakit Hashimoto, kadar hormon TSH akan mengalami peningkatan, sementara kadar hormon T3 dan T4 akan mengalami penurunan.
  • Tes antibodi tiroid. Penyakit Hashimoto merupakan penyakit autoimun sehingga dapat dideteksi menggunakan tes antibodi abnormal yang diproduksi sistem imun. Pengecekan antibodi melalui sampel darah dapat menemukan adaya antibodi yang bereaksi terhadap enzim tiroid peroksidase (TPO) yang memiliki peranan penting dalam produksi hormon tiroid.
  • USG tiroid. USG tiroid dapat memberikan informasi terkait ukuran dan tekstur kelenjar tiroid, serta mendeteksi adanya nodul pada tiroid. Melalui USG tiroid, dapat juga dibedakan apakah nodul pada tiroid merupakan nodul kista atau nodul padat.

Pengobatan Penyakit Hashimoto

Sebelum dilakukan pegobatan penyakit Hashimoto, dokter akan melakukan observasi terkait kondisi pasien serta untuk menentukan obat yang akan digunakan. Jika tidak terdapat tanda terjadinya hipotiroidisme dan kekurangan hormon, dokter tidak akan memberikan pengobatan hormon sintesis bagi penderita.

Hormon sintesis yang digunakan untuk pengobatan penyakit Hashimoto adalah levotiroksin sebagai pengganti hormon T4, dan diberikan kepada penderita penyakit Hashimoto yang mengalami hipotiroidisme. Pengobatan penyakit Hashimoto umumnya adalah pengobatan jangka panjang. Dosis obat-obatan yang diberikan kepada pasien dapat berubah sesuai dengan kondisi. Untuk menentukan dosis levotiroksin yang tepat, dokter akan mengukur kadar hormon TSH dalam darah hingga beberapa minggu setelah pengobatan dimulai.

Overdosis levotiroksin dapat membahayakan bagi pasien karena dapat menyebabkan gangguan irama jantung. Khusus pada penderita penyakit Hashimoto yang juga memiliki penyakit jantung koroner, pemberian levotiroksin akan dilakukan dalam dosis kecil pada fase awal pengobatan kemudian ditingkatkan hingga mencapai dosis optimal. Tujuan metode tersebut adalah untuk membiasakan jantung terhadap peningkatan kadar hormon tiroksin yang memengaruhi denyut jantung. Jika lupa untuk mengonsumsi levotiroksin, segera konsumsi untuk mencegah gejala-gejala hipotiroidisme kembali muncul.

Levotiroksin dan hormon sintesis lain umumnya diberikan secara oral. Oleh karena itu, pada pasien yang menjalani pengobatan levotiroksin, perlu memperhatikan obat-obatan berikut karena dapat memengaruhi penyerapan levotiroksin yaitu:

  • Cholestyramine. 
  • Besi sulfate (ferrous sulphate).
  • Sukralfat.
  • Alumnium hidroksida dan antasida lainnya.
  • Multivitamin mengandung zat besi.

Penderita penyakit Hashimoto juga dapat menjalani pembedahan untuk mengangkat kelenjar tiroid, baik sebagian maupun seluruhnya jika muncul kondisi sebagai berikut:

  • Ukuran kelenjar tiroid menjadi sangat besar dan menyebabkan penekanan pada organ lain di sekitarnya. Pembesaran kelenjar tiroid dapat menyebabkan sulit menelan makanan dan mengganggu saluran pernapasan.
  • Nodul ganas yang terdeteksi melalui biopsi.
  • Limfoma di daerah kelenjar tiroid.
  • Pembesaran kelenjar tiroid mengganggu penampilan.
Categories
Tentang Penyakit

Kenali Penyakit Autoimun

Kenali Penyakit Autoimun

Dalam dunia kesehatan, penyakit yang berkaitan dengan sistem imun sering disebut sebagai penyakit autoimun. Alih-alih melindungi tubuh, sistem kekebalan tubuh justru menyerang tubuh sendiri ketika seseorang mengidap penyakit autoimun. Padahal dalam keadaan normal, sistem imun ini bertugas menjaga tubuh dari serangan organisme asing, seperti virus atau bakteri.

Imunologi sendiri merupakan sebuah studi yang berkaitan dengan sistem kekebalan dan merupakan salah satu cabang ilmu kedokteran dan biologi yang sangat penting untuk kehidupan. Alasannya simpel, sistem kekebalan tersebut dapat melindungi tubuh seseorang dari berbagai infeksi dengan sebuah pertahanan.

Apabila sistem kekebalan tidak berfungsi dengan normal, maka berbagai penyakit akan bermunculan, seperti alergi, autoimunitas, dan kanker. Maka dari itu, sistem imun sangat berkontribusi pada pertahanan tubuh dari berbagai macam gangguan yang merugikan tubuh. Berikut ini kami akan mengajak anda Kenali Penyakit Autoimun yang harus anda ketahui . Bagi anda yang penasaran , silahkan langsung simak ulasannya dibawah ini .

Belum diketahui apa penyebab penyakit autoimun, namun beberapa faktor di bawah ini dapat meningkatkan risiko seseorang untuk menderita penyakit ini:

  • Etnis. Beberapa penyakit autoimun umumnya menyerang etnis tertentu. Misalnya, diabetes tipe 1 umumnya menimpa orang Eropa, sedangkan lupus rentan terjadi pada orang Afrika-Amerika dan Amerika Latin.
  • Gender. Wanita lebih rentan terserang penyakit autoimun dibanding pria. Biasanya penyakit ini dimulai pada masa kehamilan.
  • Lingkungan. Paparan dari lingkungan, seperti cahaya matahari, bahan kimia, serta infeksi virus dan bakteri, bisa menyebabkan seseorang terserang penyakit autoimun dan memperparah keadaannya.
  • Riwayat keluarga. Umumnya penyakit autoimun juga menyerang anggota keluarga yang lain. Meski tidak selalu terserang penyakit autoimun yang sama, mereka rentan terkena penyakit autoimun yang lain.

Gejala Penyakit Autoimun

Ada lebih dari 80 penyakit yang digolongkan penyakit autoimun. Beberapa di antaranya memiliki gejala yang sama. Pada umumnya, gejala-gejala awal penyakit autoimun adalah:

  • Kelelahan.
  • Pegal otot.
  • Ruam kulit.
  • Demam ringan.
  • Rambut rontok.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Kesemutan di tangan dan kaki.

Masing-masing penyakit autoimun memiliki gejala yang spesifik, misalnya sering merasa haus, lemas, dan penurunan berat badan pada penderita diabetes tipe 1.

Beberapa contoh dari penyakit autoimun beserta gejalanya, adalah:

  • Lupus; dapat memengaruhi hampir semua sistem organ dan menimbulkan gejala seperti demam, nyeri sendi, ruam kulit, kulit sensitif, sariawan, bengkak pada tungkai, sakit kepala, kejang, nyeri dada, sesak napas, pucat, dan perdarahan.
  • Penyakit Graves; dapat mengakibatkan kehilangan berat badan, mata menonjol, gelisah, rambut rontok, jantung berdebar.
  • Psoriasis; kulit bersisik.
  • Multiple sclerosis; nyeri, lelah, otot tegang, gangguan penglihatan, dan kurangnya koordinasi tubuh.
  • Myasthenia gravis; kelelahan yang semakin parah seiring aktivitas yang dilakukan.
  • Tiroiditis Hashimoto; kelelahan, depresi, sembelit, peningkatan berat badan, kulit kering, dan sensitif pada udara dingin.
  • Kolitis ulseratif dan Crohn’s disease; nyeri perut, diare, BAB berdarah, demam, dan penurunan berat badan.
  • Rheumatoid arthritis; menimbulkan gejala nyeri sendi, radang sendi, dan pembengkakan.
  • Sindrom Guillain-Barre; kelelahan sampai kelumpuhan.

Gejala penyakit autoimun dapat mengalami flare, yaitu timbulnya gejala secara tiba-tiba dengan derajat yang berat. Flare timbul karena dipicu oleh suatu hal, misalnya paparan sinar matahari atau stres.

Diagnosis Penyakit Autoimun

Tidak mudah bagi dokter untuk mendiagnosis penyakit autoimun. Meski setiap penyakit autoimun memiliki ciri khas, namun gejala yang muncul bisa sama. Dokter akan menjalankan beberapa tes untuk mengetahui apakah seseorang terserang penyakit autoimun, di antaranya dengan tes ANA (antinuclear antibody) dan tes untuk mengetahui peradangan yang mungkin ditimbulkan penyakit autoimun.

Pengobatan Penyakit Autoimun

Kebanyakan dari penyakit autoimun belum dapat disembuhkan, namun gejala yang timbul dapat ditekan dan dijaga agar tidak timbul flare. Pengobatan untuk menangani penyakit autoimun tergantung pada jenis penyakit yang diderita, gejala yang dirasakan, dan tingkat keparahannya. Untuk mengatasi nyeri, penderita bisa mengkonsumsi aspirin atau ibuprofen.

Pasien juga bisa menjalani terapi pengganti hormon jika menderita penyakit autoimun yang menghambat produksi hormon dalam tubuh. Misalnya, untuk penderita diabetes tipe 1, dibutuhkan suntikan insulin untuk mengatur kadar gula darah, atau bagi penderita tiroiditisdiberikan hormon tiroid.

Beberapa obat penekan sistem kekebalan tubuh, seperti kortikosteroid digunakan untuk membantu menghambat perkembangan penyakit dan memelihara fungsi organ tubuh. Obat jenis anti TNF, seperti infliximab, dapat mencegah peradangan yang diakibatkan penyakit autoimun rheumatoid arthritis dan psoriasis.

Categories
Tentang Penyakit

Ciri Ciri Usus Buntu

Ciri Ciri Usus Buntu

Saat sakit perut terkadang orang khawatir jika sakit yang dialaminya karena usus buntu. Memang, salah satu gejalanya membuat salah satu bagian perut sakit yang parah. Namun, ada beberapa gejala lainnya yang bisa diperhatikan.

Penyakit usus buntu bisa menyerang siapa saja, tak hanya orang dewasa, anak-anak juga bisa terkena usus buntu. Tetapi penyakit ini sering terjadi pada orang usia 10-30 tahun. Penyakit yang dikenal dengan Apendisitis merupakan kondisi ketika usus buntu Anda meradang dan berisi nanah.

Usus buntu sendiri terletak di awal usus besar. Biasanya akan dipotong ketika meradang karena usus buntu yang pecah bisa menyebabkan peritionitis, yang merupakan peradangan peritoneum, selaput yang melapisi dinding perut dan melindungi organ di bawahnya. Jika usus buntu sudah pecah, itu merupakan situasi yang mengancam jiwa dan Anda harus segera mencari bantuan medis. Nah berikut ini kami akan memberikan anda informasi mengenai gejala atau Ciri Ciri Usus Buntu  :

1. Kehilangan Nafsu Makan

Salah satu gejala yang dapat dirasakan pada penderita pembengkakan usus buntu adalah dengan berkurangnya nafsu makan. Sama seperti beberapa jenis penyakit lainnya, usus buntu dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan. Kehilangan nafsu makan dapat disebabkan karena beberapa hal ini :

  • Rasa perih pada perut, sehingga sulit makan
  • Mual
  • Pembengkakan pada perut.

Apabila gejala seperti ini muncul, cobalah untuk mengkonsumsi makanan yang lunak, dan paksakan untuk makan. Atau bisa juga mengkonsumsi obat untuk menambah nafsu makan.

2. Pembengkakan Pada Perut

Usus buntu merupakan salah satu organ yang terletak di bawah perut. Pembengkakan pada bagan usus buntu tentu saja akan berdampak pada pembengkakan di bagian perut. Biasanya pembengkakan pada perut yang disebabkan oleh usus buntu, akan disertai rasa perih dan rasa sakit pada bagian perut dan terasa sangat tidak nyaman.

Biasanya pembengkakan pada perut juga merupakan ciri – ciri dari beberapa penyakit pencernaan lainnya, seperti :

  • Kanker perut
  • Kanker usus
  • Radang usus
  • Radang lambung
  • Pembengkakan kelenja getah bening pada bagian perut

3. Sulit Buang Gas

Usus buntu merupakan organ yang menyambung ke usus besar, sehingga berpengaruh terhadap pencernaan. Pembengkakan pada bagian usus buntu akan membuat sulitnya pencernaan, sulit dalam membuang gas. Hal ini disebabkan oleh saluran usus buntu ‘ tersumbat ‘, sehingga akan sulit buang gas.

4. Mual dan Muntah

Pembengkakan pada usus buntu dapat menyebabkan mual dan muntah pada penderitanya. Hal ini disebabkan oleh terganggunya pencernaan karena terhalang oleh pembengkakan usus buntu, sehingga hasil pencernaan menumpuk dan sulit terbuang sempurna. Karena itu, tubuh akan merasa mual. Sebagai akibat dari mual yang berlebihan, maka tubuh akan merespon dengan muntah.

5. Diare

Pembengkakan pada usus buntu akan mengganggu pencernaan diri seseorang. Dengan adanya gangguan pada pencernaan maka akan terjadi kondisi diare dan mencret. Hal ini disebabkan karena fese yang harusnya keluar mengalami hambatan, sehingga feses keluar sedikit – sedikit dengan bentuk cair. Biasanya gejala ini mirip dengan gejala sakit perut biasa, yang terjadi karena :

  • Makan makanan pedas
  • Makan terlalu cepat
  • Menelan makanan tanpa mengunyah terlebih dahulu.

6. Sakit saat Buang Air Kecil

Rasa sakit pada saat buang air kecil memiliki penyebab yang sama seperti sulit membuang air besar dan sulitnya membuang angina. Hal ini terjadi karena adanya hambatan pada usus buntu. Apabila dibiarkan lebih lanjut, hal ini dapat menyebabkan :

  • Infeksi kandung kemih
  • Infeksi usus
  • Infeksi saliran kencing
  • Kencing batu

7. Kram Pada Perut

Pembengkakan usus buntu yang disertai pembengkakan pada perut akan menyebabkan seringnya terjadi kram pada perut. Hal ini disebabkan oleh pembengkakan usus buntu menekan bagian otot – otot perut, sehingga selain menimbulkan pembengkakan, akan menimbulkan rasa sakit pada otot dank ram otot perut juga.

8. Demam

Salah satu gejala umum dari pembengkakan usus buntu adalah munculnya demam. Namun demikian, temperature pada penderita usus buntu tidak terlalu tinggi, seperti demam berdarah. Hal ini sama seperti gejala demam atau meriang biasa, dan tidak terlalu terasa.

9. Sulit Buang Air Besar

Kesulitan dalam membuang air besar disebabkan oleh tersumatnya usus dan terhambatnya aliran feses dari usus menuju anus. Hal ini akan menimbulkan rasa nyeri ketika akan melakukan buang air besar, dan keras. Selain itu, buang air besar akan terasa sangat sulit dilakukan, dan terkadang disertai dengan pendarahan.

10. Rasa Sakit Pada Perut ** Paling umum

Rasa sakit pada perut disebabkan oleh pembengkakan pada perut yang disebabakan usus buntu. Rasa sakit ini akan sangat mengganggu, dan sangatlah tidak nyaman. Pembengkekan usus buntu yang terletak pada bagian kanan bawah perut akan menyebabkan rasa nyeri dan sakit pada perut. Gejala ini mirip seperti gejala diare, namun disertai oleh :

  • Sulit buang air besar
  • Sulit buang air kecil
  • Diare
  • Sembelit
  • Mual

11 Sembelit

Sembelit merupakan perasaan ingin buang air besar, namun sulit sekali untuk membuangnya, atau sepertinya terasa ada yang menumpuk pada bagian usus. Hal ini akan membuat perut ada menjadi sangat tidak nyaman dan akan berakibat :

  • Mual
  • Rasa perih dan sakit pada bagian perut.

12 Nyeri Punggung

Rasa sakit pada bagian perut akan membuat tubuh terasa pegal. Bagian tubuh yang paling terasa efek pegalnya adalah bagian tulang belakang atau punggung. Biasanya orang yang menderita usus buntu akan merasakan sakit dan nyeri pada bagian punggungnya. Namun demikian, nyeri punggung juga dapat menjadi ciri – ciri dari penyakit lain, tidak hanya usus buntu saja.

Untuk mengatasi gejala – gejala gangguan pencernaan, ada beberapa hal yang dapat anda lakukan, yaitu :

  1. Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung serat
  2. Minum obat untuk penyakit pencernaan, baik yang dapat meredakan sembelit, diare, ataupun melancarkan buang air besar.
  3. Perbanyak minum air putih, bahaya akibat kurang minum air putih juga berdampak pada usus.

Diagnosa Usus Buntu

Berikut ini cara – cara yang dapat dilakukan untuk mendiagnosa penyakit usus buntu :

  1. Pemeriksaan Fisik. Pemeriksaan fisik meliputi diagnose yang dilakukan atas dasar munculnya rasa sakit pada perut. Pemeriksaan ini dilakukan dengan menekan bagian kanan barat perut secara perlahan. Pemeriksaan juga dapat dilakukan dengan mengangkat salah satu kaki, jika di angkat sakit, maka kemungkinan besar usus buntu.
  2. Tes Darah. Tes darah dilakukan untuk memeriksa kandungan sel darah putih, dan mendeteksi adanya infeksi atau tidak.
  3. Tes Urin. Test urin dilakukan, selain untuk mendeteksi pembengkakan pada usus buntu, dapat juga dapat mendeteksi infeksi lain pada saluran pencernaan, seperti infeksi kandung kemih dan infeksi saluran kencing.
  4. CT Scan. CT Scan atau penggunaan USG juga dapat dilakukan untuk mendeteksi ada atau tidaknya pembengkakan pada usus bntu, dengan menggunakan teknik pencintraan.

Pengobatan Usus Buntu

Untuk mengobati usus buntu, ada beberapa tahapan medis yang dapat dilakukan, yaitu melakukan operasi. Operasi yang biasa dilakukan untuk melakukan pengobatan dan penanganan terhadap usus buntu disebut apendektomi.

Apendektomi

Apendektomi merupakan bentuk operasi yang melakukan pengangkatan usus buntu seseorang. Operasi ini dapat dilakukan untuk mengangkat usus buntu yang belum mengalami pembengkakan yang parah, dan pecah. Prinsipnya adalah, angkat usus buntu, sebelum membengkak dan pecah.

Apendektomi memiliki beberapa efek samping, seperti :

  1. Kemungkinan terjadinya infeksi setelah operasi
  2. Kemungkinan terjadinya pendarahan pada saat melakukan operasi

Namun demikian, tingkat keberhasilan dari apendektomi adalah sangat tinggi, sehinga jarang menimbulkan efek samping atau komplikasi pada jangka waktu yang panjang.

Apendektomi sendiri memiliki 2 jenis, yaitu :

1. Laparoskopi

Laparoskopi merupakan pengangkatan usus buntu yang paling sering digunakan. Laparoskopi merupakan istilah dari metode pengangkatan usus buntu melalui lubang kunci ( laparoskopi ). Laparoskopi hanya membutuhkan sayatan – sayatan kecil yang diberikan pada bagian perut untu mengangkat usus buntu.

Teknik operasi laparoskopi ini merupakan teknik operas yang mudah dan lebih aman, dan biasanya memiliki tempo waktu pemulihan yang singkat, biasanya dalam waktu 24 jam, pasien sudah diperbolehkan pulang.

2. Sayatan Terbuka

Metode operasi sayatan terbuka ini menggunakan sayatan pada perut dengan ukuran yang besar. Metode ini biasanya digunakan ketika usus buntu sudah mengalami pembengkakan parah, bahkan sudah pecah. Pembedahan dengan sayatan yang besar ini dilakukan, selain untuk mengangkat usus buntu, juga untuk membersihkan area rongga perut pasien.

Teknik operasi dengan melakukan sayatan terbuka memiliki masa penyembuhan yang lebih lama dibandingkan metode operasi melalui lubang kunci ( laparoskopi ), yaitu kira – kira pasien dapat pulang dalam waktu satu minggu. Akan tetapi, pasien baru dapat beraktivitas secara normal dalam waktu 2 sampai 3 minggu berikutnya, dan disarankan untuk tidak melakukan aktivitas berat dalam rentang waktu 1.5 – 2 bulan setelah melakukan operasi.

Pencegahan Usus Buntu Kronis

Untuk mencegah pembengkakan pada usus buntu sebenarnya sangatlah mudah. Berikut ini beberapa hal yang dapat anda lakukan :

  1. Olahraga secara teratur
  2. Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung serat
  3. Hindari makanan yang memiliki bahan pengawet tinggi
  4. Kurangi konsumsi makanan yang memiliki potensi menimbulkan inflamasi, seperi pedas dan panas
  5. Hindari mengkonsumsi makanan yang instant, seperti mie instant
  6. Jangan menahan buang air besar dan buang air kecil
  7. Kunyahlah makanan dengan benar sebelum di telan
  8. Perbanyak minum air putih