Categories
Makanan Tak Sehat Tentang Penyakit

Efek Buruk Konsumsi Pemanis Buatan

Efek Buruk Konsumsi Pemanis Buatan

Cara menjaga kesehatan , kesehatan , makanan yang menyehatkan tubuh , makanan alami untuk kesehatan  , Menjaga Kesehatan Tubuh Agar Kebal Penyakit , Makanan Baik untuk Kesehatan Mata , Manfaat Dan Khasiat Madu , Buah Untuk Penderita Darah Rendah , Makanan Mengatasi Lambung Bengkak , Makanan Yang Mengandung Serat Tinggi , Penyebab Dada Sakit , Manfaat Jamu Empot-Empot , Manfaat Daun Sirih , Khasiat Daun Sendok , Penyebab Mimisan , Bahaya Narkoba , Bahaya Ganja , Penyebab Kista Pada Wanita , Makanan Yang Meredakan Hidung Tersumbat , Jus Buah Penyebab Diabetes , Bahaya Makan Mie Instan , Penyebab Bibir Hitam , Obat Tradisional Untuk Biduran , Obat Alami Keputihan Karena Jamur , Obat Kesemutan Alami , Obat Herbal Nyeri Sendi , Obat Kaki Terkilir Alami , Abetalipoproteinemia , Ablasio Retina , Abses Bartholin , Ramuan Alami Mengatasi Masuk Angin , Buah Yang Ampuh Turunkan Kolestrol , Penyebab Penyakit Kaki Gajah , Penyebab Penyakit Cacingan , Cara Mengatasi Pengapuran Tulang , Mengobati Penyakit Bronkitis Pada Anak , Obat Pilek Alami , Bahan Alami Menghilangkan Bekas Cacar , Tanda Dan Gejala Kanker Hati , Tips Mencegah Keracunan Klorin , Cara Mudah Menjaga Ginjal , Cara Mengatasi Sunburn , Kandungan Rokok Yang Membahayakan , Efek Buruk Konsumsi Pemanis Buatan
Efek Buruk Konsumsi Pemanis Buatan

Konsumsi minuman manis seperti soda dan minuman kemasan yang mengandung pemanis buatan atau gula dalam jumlah besar bukan hanya terkait dengan berbagai risiko penyakit seperti diabetes dan obesitas, tetapi masih ada sederet daftar efek buruk lain bagi kesehatan. Berikut adalah Efek Buruk Konsumsi Pemanis Buatan  :

1. Kelebihan berat badan/obesitas

Asupan gula buatan berlebih lambat laun dapat mematikan sistem pengendali nafsu makan Anda yang pada akhirnya jadi mengacaukan kerja metabolisme tubuh.

Kondisi ini kemudian menyebabkan terganggunya produksi hormon insulin yang membuat Anda selalu lapar meski sudah ngemil banyak. Terlebih kebanyakan makanan berpemanis buatan termasuk rendah kalori yang membuat tubuh menganggap Anda masih kekurangan gizi. Ini mendorong kecenderungan ngidam yang kemudian meningkatkan motivasi Anda untuk makan lebih banyak.

Maka semakin sering dan banyak gula yang Anda konsumsi, maka akan semakin meningkat pula risiko bertambahnya lemak pada lingkar pinggang dan perut Anda. Inilah yang meningkatkan risiko kelebihan berat badan hingga obesitas.

Efek pemanis ini sudah dibuktikan oleh banyak studi ilmiah. Salah satunya dari The San Antonio Heart Study yang mengamati perubahan berat badan drastis pada pria dan wanita dewasa yang suka mengonsumsi makanan berpemanis buatan selama 7-8 tahun.

2. Sindrom metabolik

Sindrom metabolik adalah sekumpulan masalah kesehatan yang diakibatkan oleh gangguan pada kerja sistem metabolisme tubuh. Anda umumnya dikatakan mengalami sindrom metabolik jika memiliki tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, kolesterol tinggi, atau kombinasi dari ketiganya.

Sejumlah penelitian internasional telah membuktikan bahwa konsumsi makanan dan minuman berpemanis buatan dalam jumlah yang berlebihan dapat meningkatkan risiko seseorang terkena sindrom metabolik.

Pasalnya, asupan gula berlebih lama-lama akan mengganggu kerja berbagai organ vital tubuh yang terlibat dalam sistem metabolisme. Mulai dari hati, ginjal, jantung, dan sistem hormon. Memiliki sindrom metabolik dapat meningkatkan risiko Anda mengalami serangan stroke tiba-tiba.

3. Diabetes tipe 2

Sudah rahasia umum bahwa orang yang suka makan dan minum manis-manis berisiko terkena diabetes. Sebab semakin banyak Anda makan gula, maka tubuh akan semakin memperbanyak produksi hormon insulin pada tubuh Anda.

Insulin sejatinya berperan mengolah gula dari makanan menjadi energi. Namun ketika kadar insulin tubuh dan kadar gula tinggi, maka tubuh akan mengembangkan kondisi bernama resistensi insulin yang menjadi pemicu diabetes.

Diabetes merupakan ibu dari segala penyakit. Artinya ketika Anda terkena diabetes, kemungkinan besar akan ada komplikasi lain yang mengikutinya. Antara lain kebutaan, hipertensi, penyakit jantung, hingga bahkan kanker.

4. Darah tinggi dan penyakit kardiovaskular

Sudah banyak studi yang membuktikan bahwa konsumsi gula berlebih dapat mengganggu kerja jantung untuk memompa darah.

Studi lainnya menunjukkan bahwa konsumsi pemanis buatan dalam porsi berlebih dapat meningkatkan tekanan darah dan merangsang hati untuk membuang lemak ke aliran darah. Semakin banyak lemak dalam darah, semakin tinggi tekanan darah, dan semakin tinggi pula risiko Anda mengalami pengerasan arteri (aterosklerosis). Kombinasi ketiga hal tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

 

Categories
Tentang Penyakit Tips Kesehatan

Kandungan Rokok Yang Membahayakan

Kandungan Rokok Yang Membahayakan

Cara menjaga kesehatan , kesehatan , makanan yang menyehatkan tubuh , makanan alami untuk kesehatan  , Menjaga Kesehatan Tubuh Agar Kebal Penyakit , Makanan Baik untuk Kesehatan Mata , Manfaat Dan Khasiat Madu , Buah Untuk Penderita Darah Rendah , Makanan Mengatasi Lambung Bengkak , Makanan Yang Mengandung Serat Tinggi , Penyebab Dada Sakit , Manfaat Jamu Empot-Empot , Manfaat Daun Sirih , Khasiat Daun Sendok , Penyebab Mimisan , Bahaya Narkoba , Bahaya Ganja , Penyebab Kista Pada Wanita , Makanan Yang Meredakan Hidung Tersumbat , Jus Buah Penyebab Diabetes , Bahaya Makan Mie Instan , Penyebab Bibir Hitam , Obat Tradisional Untuk Biduran , Obat Alami Keputihan Karena Jamur , Obat Kesemutan Alami , Obat Herbal Nyeri Sendi , Obat Kaki Terkilir Alami , Abetalipoproteinemia , Ablasio Retina , Abses Bartholin , Ramuan Alami Mengatasi Masuk Angin , Buah Yang Ampuh Turunkan Kolestrol , Penyebab Penyakit Kaki Gajah , Penyebab Penyakit Cacingan , Cara Mengatasi Pengapuran Tulang , Mengobati Penyakit Bronkitis Pada Anak , Obat Pilek Alami , Bahan Alami Menghilangkan Bekas Cacar , Tanda Dan Gejala Kanker Hati , Tips Mencegah Keracunan Klorin , Cara Mudah Menjaga Ginjal , Cara Mengatasi Sunburn , Kandungan Rokok Yang Membahayakan , Efek Buruk Konsumsi Pemanis Buatan
Kandungan Rokok Yang Membahayakan

Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung yang lainnya.

Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atau serangan jantung (walaupun pada kenyataannya pesan tersebut sering diabaikan). Berikut adalah Kandungan Rokok Yang Membahayakan  :

Kandungan Rokok yang Bersifat Merusak

Sebagaimana disebutkan di atas, kandungan rokok yang bersifat merusak tubuh amat banyak. Beberapa senyawa yang terkandung dalam rokok di bawah ini adalah contohnya:

  • Karbon monoksida
    Salah satu kandungan rokok yang merupakan gas beracun adalah karbon monoksida. Senyawa yang satu ini merupakan gas yang tidak memiliki rasa dan bau. Jika terhirup terlalu banyak, sel-sel darah merah akan lebih banyak berikatan dengan karbon monoksida dibanding dengan oksigen. Akibatnya fungsi otot dan jantung akan menurun. Hal ini akan menyebabkan kelelahan, lemas, dan pusing.
    Dalam skala besar, seseorang yang menghirupnya bisa mengalami koma atau bahkan kematian. Janin, penderita gangguan jantung, dan penderita penyakit paru-paru merupakan kelompok yang paling rentan terhadap racun ini.
  • Nikotin
    Kandungan rokok yang paling sering disinggung-singgung adalah nikotin. Nikotin memiliki efek candu seperti opium dan morfin. Nikotin berfungsi sebagai perantara dalam sistem saraf otak yang menyebabkan berbagai reaksi biokimia, termasuk efek menyenangkan dan menenangkan.
    Nikotin yang dihisap perokok akan terserap masuk ke aliran darah, kemudian merangsang tubuh untuk memproduksi lebih banyak hormon adrenalin, sehingga menyebabkan peningkatan tekanan darah, denyut jantung, dan pernapasan. Efek yang mungkin muncul akibat paparan nikotin adalah muntah, kejang, dan penekanan pada sistem saraf pusat.
  • Tar
    Kandungan rokok lainnya yang bersifat karsinogenik adalah tar. Tar yang terhirup oleh perokok akan mengendap di paru-paru. Timbunan tar ini berisiko tinggi menyebabkan penyakit pada paru-paru, seperti kanker paru-paru dan emfisema.
    Tidak hanya itu, tar akan masuk ke peredaran darah dan meningkatkan risiko terjadinya diabetes, penyakit jantung, hingga gangguan kesuburan. Tar dapat terlihat melalui noda kuning yang tertinggal di gigi dan jari. Karena tar masuk secara langsung ke mulut, zat berbahaya ini juga dapat mengakibatkan masalah gusi dan kanker mulut.
  • Hidrogen sianida
    Senyawa racun lainnya yang menjadi bahan penyusun rokok adalah hidrogen sianida. Beberapa negara pernah memakai senyawa ini untuk menghukum mati narapidana. Saat ini, hidrogen sianida juga digunakan dalam industri tekstil, plastik, kertas, dan sering dipakai sebagai bahan pembuat asap pembasmi hama. Efek dari senyawa ini dapat melemahkan paru-paru, menyebabkan kelelahan, sakit kepala, dan mual.
  • Benzena
    Benzena merupakan residu dari pembakaran rokok. Paparan benzena jangka panjang (setahun atau lebih), dapat menurunkan jumlah sel darah merah dan merusak sumsum tulang, sehingga meningkatkan risiko terjadinya anemia dan perdarahan. Selain itu, benzena juga merusak sel darah putih sehingga menurunkan daya tahan tubuh, serta meningkatkan risiko leukimia.
  • Formaldehida
    Formaldehida merupakan residu dari pembakaran rokok. Dalam jangka pendek, formaldehida mengakibatkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan. Dalam jangka panjang, formaldehida dapat meningkatkan risiko kanker nasofaring.
  • Arsenik
    Arsenik merupakan golongan pertama karsinogen. Paparan terhadap arsenik tingkat tinggi dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit, kanker paru-paru, kanker saluran kemih, kanker ginjal, dan kanker hati. Arsenik terdapat dalam rokok melalui pestisida yang digunakan dalam pertanian tembakau.
  • Kadmium
    Sekitar 40-60 persen dari kadmium yang terdapat dalam asap rokok, terserap masuk ke paru-paru saat merokok. Kadar kadmium yang tinggi dalam tubuh dapat menimbulkan gangguan sensorik, muntah, diare, kejang, kram otot, gagal ginjal, dan meningkatkan risiko kanker.
  • Amonia
    Amonia merupakan gas beracun, tidak berwarna, namun berbau tajam. Pada industri rokok, amonia digunakan untuk meningkatkan dampak candu nikotin.
    Dalam jangka pendek, menghirup dan terpapar amonia dapat mengakibatkan napas pendek, sesak napas, iritasi mata, dan sakit tenggorokan. Sedangkan dampak jangka panjangnya yaitu pneumonia dan kanker tenggorokan.

Melihat bahaya kandungan rokok yang bersifat racun dan karsinogenik di atas, sudah selayaknya kebiasaan merokok dihentikan. Mulai sekarang, cobalah melakukan upaya untuk berhenti merokok guna mencegah bertambah parahnya kerusakan yang terjadi di dalam tubuh.

Categories
Tentang Pengobatan

Cara Mengatasi Sunburn

Cara Mengatasi Sunburn

Cara menjaga kesehatan , kesehatan , makanan yang menyehatkan tubuh , makanan alami untuk kesehatan  , Menjaga Kesehatan Tubuh Agar Kebal Penyakit , Makanan Baik untuk Kesehatan Mata , Manfaat Dan Khasiat Madu , Buah Untuk Penderita Darah Rendah , Makanan Mengatasi Lambung Bengkak , Makanan Yang Mengandung Serat Tinggi , Penyebab Dada Sakit , Manfaat Jamu Empot-Empot , Manfaat Daun Sirih , Khasiat Daun Sendok , Penyebab Mimisan , Bahaya Narkoba , Bahaya Ganja , Penyebab Kista Pada Wanita , Makanan Yang Meredakan Hidung Tersumbat , Jus Buah Penyebab Diabetes , Bahaya Makan Mie Instan , Penyebab Bibir Hitam , Obat Tradisional Untuk Biduran , Obat Alami Keputihan Karena Jamur , Obat Kesemutan Alami , Obat Herbal Nyeri Sendi , Obat Kaki Terkilir Alami , Abetalipoproteinemia , Ablasio Retina , Abses Bartholin , Ramuan Alami Mengatasi Masuk Angin , Buah Yang Ampuh Turunkan Kolestrol , Penyebab Penyakit Kaki Gajah , Penyebab Penyakit Cacingan , Cara Mengatasi Pengapuran Tulang , Mengobati Penyakit Bronkitis Pada Anak , Obat Pilek Alami , Bahan Alami Menghilangkan Bekas Cacar , Tanda Dan Gejala Kanker Hati , Tips Mencegah Keracunan Klorin , Cara Mudah Menjaga Ginjal , Cara Mengatasi Sunburn , Kandungan Rokok Yang Membahayakan , Efek Buruk Konsumsi Pemanis Buatan
Cara Mengatasi Sunburn

Sunburn adalah keadaan kulit yang berwarna merah dan terasa perih seperti terbakar, yang biasanya disebabkan oleh terlalu lama berada di bawah terik matahari atau terlalu lama terkena pancaran sinar artifisial yang mengandung ultraviolet (UV) seperti sinar di salon yang digunakan untuk tanning (proses pencoklatan kulit). Berikut ini adalah Cara Mengatasi Sunburn :

1. Banyak minum air putih

Minum air putih adalah salah satu cara paling mudah, murah, dan cepat mengembalikan kekurangan cairan tubuh. Begitu juga pada kulit, hal ini dapat membantu mengatasi kulit keringdan mengelupas karena sinar matahari.

Pastikan Anda selalu memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum minimal 8 gelas air putih setiap harinya, ya. Semakin banyak cairan yang Anda minum, maka pengelupasan kulit akan semakin berkurang dan segera pulih.

2. Mandi dengan suhu air suam-suam kuku

Jika Anda terbiasa mandi air panas atau air dingin setiap hari, sebaiknya hindari dulu kebiasaan tersebut untuk sementara waktu. Suhu air yang terlalu panas atau dingin dapat meningkatkan rasa perih dan memperparah peradangan pada kulit.

Mulai sekarang, mandilah dengan air hangat atau dengan suhu air suam-suam kuku supaya pengelupasan kulit jadi lebih mudah tanpa membuatnya terasa sakit. Akan tetapi, jangan langsung mandi air hangat jika kulit masih mengelupas, ya.

Ada baiknya, tunggu dulu sampai peradangan dan kemerahan pada kulit Anda sedikit membaik. Sebab jika Anda langsung mandi saat kulit sedang meradang, cara ini justru bisa memicu lepuhan dan pengelupasan kulit yang lebih banyak.

3. Pakai pelembap

Pakai pelembap adalah kunci terpenting untuk merawat kulit yang kering dan mengelupas karena sinar matahari. Namun, cermati dulu bahan-bahan yang terkandung dalam pelembap yang Anda pilih supaya tidak memicu iritasi berkepanjangan.

Hindari krim pelembap yang berbahan dasar minyak karena dapat menangkap panas lebih banyak ke dalam kulit. Akibatnya, kulit malah terasa semakin terbakar dan mengelupas.

Sebaiknya, pilihlah krim pelembap yang dapat meredakan iritasi kulit dan mempercepat regenerasi kulit, khususnya yang mengandung Centella Asiatica. Centella Asiatica adalah sejenis tanaman herbal yang telah lama dipercaya sebagai obat berbagai penyakit kulit.

Tanaman herbal ini mengandung beberapa senyawa aktif, di antaranya asiaticoside, madecassoside, asiatic, dan madecassic acid. Bahan-bahan aktif tersebut efektif memperbaiki lapisan epidermis kulit yang rusak sekaligus melembapkan kulit.

Supaya hasilnya lebih maksimal, gunakan krim pelembap ini saat kulit Anda masih cukup basah setelah mandi, bukan saat kulit sudah kering. Seorang dokter kulit dari Lenox Hill Hospital di New York, Doris Day, MD, mengungkap kepada Health bahwa cara ini justru dapat mengunci kadar air dalam kulit dan membuatnya tetap lembap sepanjang hari.

4. Minum obat pereda nyeri

Jika kulit Anda tak juga membaik dan justru terasa semakin kering, perih, atau mengelupas, tidak ada salahnya untuk segera minum obat pereda nyeri. Beberapa contoh obat pereda nyeri yang bisa Anda konsumsi adalah ibuprofen atau naproxen, sesuai dengan seberapa parah kondisi kulit Anda.

Selain dengan obat minum, Anda juga bisa mengoleskan krim kortison untuk mengurangi peradangan yang disebabkan oleh sengatan matahari. Tenang, semua obat ini bisa Anda dapatkan dengan mudah di apotek atau toko terdekat.

5. Hindari pemicu iritasi kulit

Kebiasaan menggaruk, mandi air panas, atau terlalu lama berjemur di bawah sinar matahari merupakan tiga pemicu iritasi kulit yang paling umum. Jika tidak segera dihindari, masalah kulit mengelupas yang Anda alami bisa semakin parah dan menghambat penyembuhan.

Mulai sekarang, pastikan Anda sudah menghindari berbagai pemicu tersebut, ya. Jangan lupa seimbangkan juga dengan perawatan kulit lainnya supaya penyembuhannya jadi lebih cepat dan maksimal.

6. Pakai bahan alami

Tak perlu jauh-jauh pergi ke apotek untuk membeli obat pereda nyeri atau pelembap untuk mengatasi kulit mengelupas karena sinar matahari. Sebab, Anda sebetulnya bisa, kok, memanfaatkan bahan alami yang ada di rumah untuk mengatasinya.

Lidah buaya dan madu adalah dua pelembap alami yang ampuh menenangkan kulit yang iritasi, termasuk juga untuk kasus kulit kering dan mengelupas. Caranya, cukup oleskan getah (gel) lidah buaya atau madu pada area kulit yang iritasi secara rutin.

Perlu dicatat bahwa Anda hanya perlu mengoleskan bahan alami ini pada area kulit yang mengelupas, bukan digosokkan ke seluruh permukaan kulit. Dengan fokus pada kulit yang bermasalah, hasilnya akan lebih maksimal dan mencegah penyebaran iritasi ke area kulit yang lebih luas.

Categories
Tentang Kesehatan Tips Kesehatan

Cara Mudah Menjaga Ginjal

Cara Mudah Menjaga Ginjal

Cara menjaga kesehatan , kesehatan , makanan yang menyehatkan tubuh , makanan alami untuk kesehatan  , Menjaga Kesehatan Tubuh Agar Kebal Penyakit , Makanan Baik untuk Kesehatan Mata , Manfaat Dan Khasiat Madu , Buah Untuk Penderita Darah Rendah , Makanan Mengatasi Lambung Bengkak , Makanan Yang Mengandung Serat Tinggi , Penyebab Dada Sakit , Manfaat Jamu Empot-Empot , Manfaat Daun Sirih , Khasiat Daun Sendok , Penyebab Mimisan , Bahaya Narkoba , Bahaya Ganja , Penyebab Kista Pada Wanita , Makanan Yang Meredakan Hidung Tersumbat , Jus Buah Penyebab Diabetes , Bahaya Makan Mie Instan , Penyebab Bibir Hitam , Obat Tradisional Untuk Biduran , Obat Alami Keputihan Karena Jamur , Obat Kesemutan Alami , Obat Herbal Nyeri Sendi , Obat Kaki Terkilir Alami , Abetalipoproteinemia , Ablasio Retina , Abses Bartholin , Ramuan Alami Mengatasi Masuk Angin , Buah Yang Ampuh Turunkan Kolestrol , Penyebab Penyakit Kaki Gajah , Penyebab Penyakit Cacingan , Cara Mengatasi Pengapuran Tulang , Mengobati Penyakit Bronkitis Pada Anak , Obat Pilek Alami , Bahan Alami Menghilangkan Bekas Cacar , Tanda Dan Gejala Kanker Hati , Tips Mencegah Keracunan Klorin , Cara Mudah Menjaga Ginjal , Cara Mengatasi Sunburn , Kandungan Rokok Yang Membahayakan , Efek Buruk Konsumsi Pemanis Buatan
Cara Mudah Menjaga Ginjal

Ginjal adalah satu dari beberapa organ vital dalam tubuh yang berfungsi sebagai sistem ekskresi pada manusia sehingga sangat penting bagi Anda untuk mengetahui cara menjaga kesehatan ginjal dengan tepat.

Di dalam tubuh terdapat sepasang ginjal yang letaknya berada di daerah dekat pinggang. Ukuran panjang satu organ ginjal manusia sekitar 10 cm dan kisaran berat lebih dari 200 gram. Ginjal berperan penting bagi keberlangsungan hidup manusia, oleh karena itu jangan sampai mengabaikan cara merawat ginjal yang benar. Berikut adalah tips atau Cara Mudah Menjaga Ginjal  :

1. Penuhi kebutuhan cairan

Sering disepelekan, minum air putih ternyata penting untuk menjaga kesehatan ginjal, lho. Ini karena air putih dapat membantu membilas zat-zat racun yang tertampung di dalam ginjal.

Meski begitu, James Simon, MD, selaku ahli saraf dari Cleveland Clinic, mewanti-wanti supaya jangan sampai Anda minum air putih kebanyakan. Cukup minum 8 gelas air putih setiap hari supaya fungsi ginjal tetap optimal.

2. Jaga pola makan

Sebagian besar masalah ginjal ternyata berawal dari tekanan darah tinggi dan diabetes. Maka itu, pastikan tekanan darah dan kadar gula Anda tetap normal setiap hari.

Caranya, jaga pola makan Anda dengan memperbanyak makan sayur, buah, dan biji-bijian. Selain itu, batasi juga asupan garam dan gula supaya terhindar dari diabetes dan hipertensi.

3. Olahraga rutin

Selain bikin tubuh tetap bugar, rutin berolahraga juga dapat menjaga kesehatan ginjal, lho! Tenang, Anda tak perlu repot-repot melakukan olahraga intensitas tinggi supaya badan tetap sehat.

Pilihlah jenis olahraga ringan yang Anda sukai. Entah itu jogging, bersepeda, berenang, atau yoga setidaknya selama 20 menit setiap hari. Hal ini bermanfaat untuk menjaga berat badan tetap ideal sekaligus mengendalikan tekanan darah.

4. Jangan sembarang minum vitamin atau obat herbal

Anda harus benar-benar memperhatikan setiap dosis vitamin, obat medis, maupun obat herbal yang dikonsumsi. Hati-hati, minum obat melebihi dosis bisa membahayakan ginjal Anda.

Beberapa obat pereda nyeri, seperti ibuprofen dan naproxen, ternyata dapat memicu kerusakan ginjal jika dikonsumsi dalam waktu yang lama. Maka itu, konsultasikan dulu ke dokter sebelum Anda minum obat jenis apa pun.

5. Berhenti merokok

Zat-zat racun dari rokok yang masuk ke dalam tubuh dapat menghambat aliran darah. Akibatnya, jantung harus kerja ekstra untuk memompa darah dan menyebabkan hipertensi.

Lagi-lagi, hipertensi adalah penyebab sakit ginjal yang paling umum. Maka itu, sebaiknya berhentilah merokok sesegera mungkin untuk menjaga kesehatan ginjal Anda.

6. Lakukan pemeriksaan ginjal

Tidak ada salahnya untuk melakukan pemeriksaan ginjal sedini mungkin. Terlebih, Anda punya diabetes atau hipertensi yang berisiko terkena sakit ginjal.

Dokter biasanya akan melakukan serangkaian tes untuk mengukur kerusakan fungsi ginjal. Mulai dari tes GFR, tes darah, hingga tes urin.

Categories
Tips Kesehatan

Tips Mencegah Keracunan Klorin

Tips Mencegah Keracunan Klorin

Cara menjaga kesehatan , kesehatan , makanan yang menyehatkan tubuh , makanan alami untuk kesehatan  , Menjaga Kesehatan Tubuh Agar Kebal Penyakit , Makanan Baik untuk Kesehatan Mata , Manfaat Dan Khasiat Madu , Buah Untuk Penderita Darah Rendah , Makanan Mengatasi Lambung Bengkak , Makanan Yang Mengandung Serat Tinggi , Penyebab Dada Sakit , Manfaat Jamu Empot-Empot , Manfaat Daun Sirih , Khasiat Daun Sendok , Penyebab Mimisan , Bahaya Narkoba , Bahaya Ganja , Penyebab Kista Pada Wanita , Makanan Yang Meredakan Hidung Tersumbat , Jus Buah Penyebab Diabetes , Bahaya Makan Mie Instan , Penyebab Bibir Hitam , Obat Tradisional Untuk Biduran , Obat Alami Keputihan Karena Jamur , Obat Kesemutan Alami , Obat Herbal Nyeri Sendi , Obat Kaki Terkilir Alami , Abetalipoproteinemia , Ablasio Retina , Abses Bartholin , Ramuan Alami Mengatasi Masuk Angin , Buah Yang Ampuh Turunkan Kolestrol , Penyebab Penyakit Kaki Gajah , Penyebab Penyakit Cacingan , Cara Mengatasi Pengapuran Tulang , Mengobati Penyakit Bronkitis Pada Anak , Obat Pilek Alami , Bahan Alami Menghilangkan Bekas Cacar , Tanda Dan Gejala Kanker Hati , Tips Mencegah Keracunan Klorin , Cara Mudah Menjaga Ginjal , Cara Mengatasi Sunburn , Kandungan Rokok Yang Membahayakan , Efek Buruk Konsumsi Pemanis Buatan
Tips Mencegah Keracunan Klorin

Klorin atau Klor (Cl2) adalah salah satu dari sepuluh bahan kimia yang paling banyak diproduksi di seluruh dunia. Klorin diproduksi secara komersial untuk digunakan dalam industri dan produk pembersih rumah tangga. Klorin juga merupakan gas racun pertama yang digunakan sebagai senjata selama Perang Dunia I.

Beberapa sifat kimia maupun sifat fisik klorin adalah sebagai berikut:

  • Klorin adalah gas yang berwarna kuning-hijau jika berada pada suhu kamar.
  • Klorin memiliki bau menyengat dan menjengkelkan yang mirip dengan bau pemutih pakaian jika terdeteksi pada konsentrasi rendah.
  • Kepadatan gas klorin kira-kira 2,5 kali lebih besar dari udara, yang akan menyebabkannya tetap berada di dekat permukaan tanah di daerah-daerah dengan sedikit pergerakan udara.
  • Klorin tidak mudah terbakar, tetapi dapat bereaksi secara eksplosif atau membentuk senyawa eksplosif dengan banyak zat kimia lain seperti asetilena, eter, terpentin, amonia, gas alam, hidrogen, dan logam halus.
  • Klorin sedikit larut dalam air, dan bereaksi dengan kelembaban untuk membentuk asam hipoklorit (HClO) dan asam klorida (HCl).

    Apa saja pemanfaatan klorin?

    Klorin memiliki berbagai kegunaan. Di antaranya untuk mendisinfeksi air dan merupakan bagian dari proses sanitasi untuk limbah dan limbah industri. Inilah sebabnya kebanyakan kolam renang menggunakan klorin untuk pembersih dan pembunuh bakteri. Di pabrik kertas dan kain, klor digunakan sebagai agen pemutih, dan kemudian merambah ke produk pembersih rumah tangga untuk klorin yang larut dalam air.

  • Nah berikut ini kami akan memberikan anda Tips Mencegah Keracunan Klorin :
  • Gejala keracunan klorin

    Seberapa parahnya gejala dari keracunan klorin biasanya tergantung dari jumlah zat yang masuk ke tubuh, jenis paparan, dan durasinya. Gejalanya biasanya muncul dengan cepat setelah menelan atau menghirup zat tersebut. Anda akan mengalami berbagai masalah pada sistem pencernaan, pernapasan, dan juga sirkulasi darah.

    Jika klorin masuk ke sistem pencernaan, beberapa gejala yang biasanya muncul seperti:

    • Mulut panas seperti terbakar
    • Sakit tenggorokan
    • Sakit perut
    • Muntah
    • Buang air besar (BAB) berdarah

    Sementara itu, klorin juga akan berdampak pada sistem pernapasan dengan menimbulkan berbagai gejala seperti:

    • Sulit bernapas
    • Tenggorokan bengkak
    • Paru-paru terisi air (edema paru)

    Selain memunculkan masalah di sistem pencernaan dan pernapasan, klorin juga bisa merusak sistem sirkulasi dan menimbulkan berbagai gejala seperti:

    • pH darah menjadi tidak seimbang
    • Tekanan darah rendah

    Selain itu, gejala lainnya juga bisa muncul pada mata dengan menimbulkan berbagai gejala dari mulai penglihatan yang kabur, berair, terbakar, iritasi, hingga kebutaan. Kerusakan kulit seperti cedera jaringan akibat luka bakar dan iritasi juga bisa muncul jika paparan zatnya langsung mengenai kulit.

    Cara mengatasi keracunan klorin

    Keracunan klorin bisa diatasi dengan berbagai cara. Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention, jika disebabkan oleh gas klor, Anda perlu segera meninggalkan area tersebut dan pindah ke tempat dengan udara yang bersih. Kemudian, jika klorin mengenai kulit, Anda bisa segera mencuci bagian tersebut dengan sabun dan air.

    Jika zat yang satu ini masuk ke mata, segera bilas dengan air mengalir hingga tak lagi terasa perih. Lepaskan lensa kontak terlebih dahulu jika Anda sedang menggunakannya.

    Saat klorin tertelan, jangan minum cairan apa pun atau berusaha memaksa klorin keluar dengan muntah. Segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

    Dokter biasanya akan mengatasi keracunan klorin dengan berbagai perawatan. Mulai dari obat, arang aktif, cairan infus, dan oksigen tambahan. Tak hanya itu, dalam beberapa kasus, dokter juga akan mengosongkan perut dengan prosedur pengisapan lambung.

    Prosedur ini dilakukan dengan cara memasukkan tabung melalui hidung atau mulut hingga perut. Tabung ini nantinya akan mengalirkan isi lambung untuk dikeluarkan.

    Jika diperlukan, dokter juga akan memasukkan tabung pernapasan ke dalam saluran udara agar bernapas menjadi lebih mudah. Perawat juga akan mencuci kulit yang mengalami masalah akibat klorin setiap jamnya jika dibutuhkan.

    Dengan perawatan yang tepat dan sesegera mungkin diberikan, Anda bisa pulih dari berbagai gejala keracunan klorin yang dirasakan.

    Bagaimana cara mencegah keracunan klorin?

    Paparan zat klorin dalam kehidupan sehari-hari tak bisa dihindari. Namun, Anda tetap bisa mencegah keracunan klorin dengan cara:

    • Selalu membaca dan mengikuti petunjuk penggunaan produk.
    • Tidak mencampur bahan kimia berbahan dasar klorin dengan produk atau zat lain secara asal.
    • Mengenakan pakaian atau peralatan sesuai yang diinstruksikan pada produk.
    • Tidak menggunakan klorin di area tertutup tanpa ventilasi udara.
    • Menyimpan produk di tempat yang aman dan tepat serta jauh dari jangkauan anak-anak.
    • Jangan menelan air kolam renang.
Categories
Tentang Penyakit

Tanda Dan Gejala Kanker Hati

Tanda Dan Gejala Kanker Hati

Cara menjaga kesehatan , kesehatan , makanan yang menyehatkan tubuh , makanan alami untuk kesehatan  , Menjaga Kesehatan Tubuh Agar Kebal Penyakit , Makanan Baik untuk Kesehatan Mata , Manfaat Dan Khasiat Madu , Buah Untuk Penderita Darah Rendah , Makanan Mengatasi Lambung Bengkak , Makanan Yang Mengandung Serat Tinggi , Penyebab Dada Sakit , Manfaat Jamu Empot-Empot , Manfaat Daun Sirih , Khasiat Daun Sendok , Penyebab Mimisan , Bahaya Narkoba , Bahaya Ganja , Penyebab Kista Pada Wanita , Makanan Yang Meredakan Hidung Tersumbat , Jus Buah Penyebab Diabetes , Bahaya Makan Mie Instan , Penyebab Bibir Hitam , Obat Tradisional Untuk Biduran , Obat Alami Keputihan Karena Jamur , Obat Kesemutan Alami , Obat Herbal Nyeri Sendi , Obat Kaki Terkilir Alami , Abetalipoproteinemia , Ablasio Retina , Abses Bartholin , Ramuan Alami Mengatasi Masuk Angin , Buah Yang Ampuh Turunkan Kolestrol , Penyebab Penyakit Kaki Gajah , Penyebab Penyakit Cacingan , Cara Mengatasi Pengapuran Tulang , Mengobati Penyakit Bronkitis Pada Anak , Obat Pilek Alami , Bahan Alami Menghilangkan Bekas Cacar , Tanda Dan Gejala Kanker Hati , Tips Mencegah Keracunan Klorin , Cara Mudah Menjaga Ginjal , Cara Mengatasi Sunburn , Kandungan Rokok Yang Membahayakan , Efek Buruk Konsumsi Pemanis Buatan
Tanda Dan Gejala Kanker Hati

Kanker hati adalah karsinoma paling umum pada sel hati, yaitu tumor utama yang tumbuh di hati dan bukan disebabkan oleh penyebaran dari organ lain dalam tubuh. Hati adalah salah satu tubuh yang memegang peranan penting untuk membersihkan darah dari racun dan berbagai zat berbahaya. Nah berikut ini kami akan membahas apasaja Tanda Dan Gejala Kanker Hati :

Hati adalah organ penting yang tugasnya menyaring dan membersihkan darah dari zat berbahaya, mencerna lemak, membuat protein, serta menyimpan glikogen sebagai sumber energi. Nah, organ ini terdiri dari berbagai sel. Jika sel hati bekerja atau tumbuh secara tidak normal, kanker hati bisa terjadi.

Kanker hati terjadi akibat sel kanker menyerang langsung organ hati (kanker hati primer) maupun akibat penyebaran sel kanker pada jaringan lain yang sudah mencapai hati (metastasis hati). Kanker hati primer biasanya menimbulkan gejala yang relatif lebih dini dibandingkan dengan kanker metastasis.

Kanker hati memiliki beberapa tipe, namun umumnya menimbulkan gejala umum seperti:

 1. Benjolan di perut

Munculnya benjolan keras atau pembengkakan di area bawah tulang rusuk bagian sisi kanan, menjadi awal tanda kanker hati. Benjolan ini kadang tidak menimbulkan rasa sakit, namun akan membuat Anda merasa tidak nyaman. Jika rasa sakit muncul di area perut kiri atas, itu artinya kanker hati sudah menyebabkan limpa membengkak.

2. Nyeri perut sisi kanan

Pembengkakan pada hati yang terus terjadi akan menimbulkan tekanan yang besar pada jaringan atau saraf di sekitarnya. Akibatnya, rasa nyeri akan muncul di sekitar sisi kanan perut.

Anda mungkin akan merasakan sakit perut di sebelah kanan saat menarik napas dalam karena tekanan di bawah tulang rusuk bagian kanan akan semakin membesar.

3. Nyeri pada bahu kanan

Besarnya tekanan akibat pembengkakan yang mengenai saraf bisa menyebar ke area pundak. Sakit bahu menjadi peringatan bahwa area yang bermasalah bukan hanya pada tulang belikat namun bisa juga berasal dari hati.

Meski umumnya rasa nyeri akan muncul di sekitar bahu kanan, beberapa pasien ada juga yang merasakan nyeri di kedua sisi bahu bahkan hingga menjalar ke punggung.

4. Kulit menguning

Perubahan warna kulit, bagian putih mata, dan kuku yang jadi menguning adalah gejala umum dari penyakit kuning (jaundice). Jaundice terjadi akibat penumpukan garam empedu di kulit karena hati sudah tidak berfungsi baik.

Biasanya gejala ini muncul disertai dengan munculnya rasa gatal di kulit karena fungsi hati tidak bekerja dengan baik. Selain itu, beberapa orang dengan kondisi ini mengalami perubahan warna urin menjadi pucat atau keputihan.

Bila dilihat secara keseluruhan, gejala kanker hati hampir serupa dengan kanker empedu (kolangiokarsinoma). Hanya saja, gejala jaundice akan muncul lebih dulu pada orang dengan kanker empedu.

5. Masalah pencernaan dan napas tersengal-sengal

Selain pembengkakan, kanker hati juga akan menyebabkan penumpukan cairan di perut (asites). Kondisi ini membuat perut jadi kembung, kadang membuat perut mual dan beberapa kali muntah.

Gangguan pencernaan ini membuat Anda lebih cepat kenyang dan tidak nafsu makan. Jika dibiarkan, nutrisi yang diperlukan tubuh tidak terpenuhi dan berat badan akan terus menurun.

Selain menimbulkan gangguan pencernaan, cairan yang terus menumpuk bisa memasuki paru-paru dan menyebabkan masalah pernapasan, seperti napas tersengal-sengal.

6. Kelelahan

Kelelahan merupakan gejala umum yang dialami semua pasien kanker. Namun, kelelahan akibat penyakit kanker berbeda dengan kelelahan biasa yang akan hilang jika Anda sudah beristirahat. Kelelahan akibat kanker biasanya menetap selama 6 hingga 12 bulan.

7. Gejala langka

Pada kasus tertentu, kanker hati dapat menimbulkan gejala langka, seperi ginekomastia (payudara pria membesar), hipoglikemia (gula darah rendah), dan testis mengecil, Kondisi tersebut terjadi karena fungsi hati untuk memproduksi hormon-hormon tertentu mengalami gangguan.

Categories
Tentang Pengobatan Tips Kesehatan

Bahan Alami Menghilangkan Bekas Cacar

Bahan Alami Menghilangkan Bekas Cacar

Cara menjaga kesehatan , kesehatan , makanan yang menyehatkan tubuh , makanan alami untuk kesehatan  , Menjaga Kesehatan Tubuh Agar Kebal Penyakit , Makanan Baik untuk Kesehatan Mata , Manfaat Dan Khasiat Madu , Buah Untuk Penderita Darah Rendah , Makanan Mengatasi Lambung Bengkak , Makanan Yang Mengandung Serat Tinggi , Penyebab Dada Sakit , Manfaat Jamu Empot-Empot , Manfaat Daun Sirih , Khasiat Daun Sendok , Penyebab Mimisan , Bahaya Narkoba , Bahaya Ganja , Penyebab Kista Pada Wanita , Makanan Yang Meredakan Hidung Tersumbat , Jus Buah Penyebab Diabetes , Bahaya Makan Mie Instan , Penyebab Bibir Hitam , Obat Tradisional Untuk Biduran , Obat Alami Keputihan Karena Jamur , Obat Kesemutan Alami , Obat Herbal Nyeri Sendi , Obat Kaki Terkilir Alami , Abetalipoproteinemia , Ablasio Retina , Abses Bartholin , Ramuan Alami Mengatasi Masuk Angin , Buah Yang Ampuh Turunkan Kolestrol , Penyebab Penyakit Kaki Gajah , Penyebab Penyakit Cacingan , Cara Mengatasi Pengapuran Tulang , Mengobati Penyakit Bronkitis Pada Anak , Obat Pilek Alami , Bahan Alami Menghilangkan Bekas Cacar , Tanda Dan Gejala Kanker Hati , Tips Mencegah Keracunan Klorin , Cara Mudah Menjaga Ginjal , Cara Mengatasi Sunburn , Kandungan Rokok Yang Membahayakan , Efek Buruk Konsumsi Pemanis Buatan
Bahan Alami Menghilangkan Bekas Cacar

Cacar air atau yang memiliki istilah ilmiah Varicella adalah penyakit yang disebabkan karena serangan virus. Penyakit yang bersifat menular ini tak hanya terjadi pada anak-anak, namun juga orang dewasa. Sehingga tak heran jika kamu menemukan bahwa masih ada orang dewasa yang terkena cacar air.

Cacar air diawali dengan gejala menyerupai flu, nyeri otot, dan demam yang diikuti dengan munculnya ruam pada kulit. Ruam ini lama-kelamaan akan berubah menjadi bintil yang sangat gatal dan mudah pecah. Penggunaan obat untuk cacar air bertujuan untuk mengobati gejala yang menyertai. Namun, bintil yang pecah kerap menyisakan bekas luka yang sulit dihilangkan. Nah, agar bintil akibat cacar air tidak menyisakan bekas luka yang menganggu penampilan, berikut  adalah Bahan Alami Menghilangkan Bekas Cacar :

1. Menggunakan bahan alami

Beberapa bahan alami dipercaya dapat mengobti bekas luka akibat cacar air. Namun, sebelum Anda menggunakannya, lakukan konsultasi lebih dahulu dengan dokter. Beberapa bahan alami yang bisa Anda oleskan pada bekas cacar, antara lain:

  • Lidah buaya. Gel dari lidah buaya telah diuji dapat mengobati luka bakar dan mengurangi sensasi panas yang ditimbulkan pada kulit yang terbakar.
  • Vitamin E. Vitamin ini memang sudah dikenal untuk menjaga kesehatan kulit, termasuk sebagai bahan alami untuk merawat bekas cacar air.
  • Rosehip oil. Minyak esensial ini mengandung antioksidan dan fitokimia, seperti asam askorbat dan asam lemak. Mengoleskan minyak ini pada bekas cacar sebanyak 2 kali sehari selama 12 minggu dapat meningkatkan penampilan kulit jadi lebih baik.
  • Cocoa butter. Teksturnya yang halus, lembut, dan mudah menyerap pada kulit membuat cocoa butter cocok dijadikan pelembap yang mungkin dapat memperbaiki bekas cacar air.
  • Bahan alami lainnya. Ada banyak bahan alami lainnya bisa digunakan untuk membantu memperbaiki penampilan bekas cacar air, seperti madu, olive oil, jojoba oil, oat, perasan air lemon, argan oil, dan shea butter.

2. Pakai obat dari apotek

Selain bahan alami, tersedia juga obat-obatan di apotek yang bisa mengobati bekas cacar air, seperti:

  • Krim retinol. Krim ini mengandung vitamin A, yang berperan dalam produksi kolagen. Kolagen ini diperlukan oleh tubuh untuk membangun kembali jaringan ikat di kulit yang sudah rusak sehingga dapat mengurangi bekas cacar air. Anda bisa mengoleskan krim ini setiap malam sebelum tidur.
  • Eksfoliasi. Metode ini sebenarnya digunakan untuk mempercepat pengelupasan sel-sel kulit mati yang menumpuk di kulit. Namun, bisa juga digunakan untuk membantu menghilangkan permukaan kulit yang terasa kasar atau tebal, seperti bekas cacar. Pengelupasan ini terdiri dari scrub atau sikat khusus dan bahan eksfoliasi yang bisa Anda dapatkan di apotek.
  • Krim penghilang bekas luka. Obat ini mengandung berbagai kombinasi bahan yang membantu mencegah terbentuknya bekas luka baru dan mengurangi penampilan luka yang sudah lama.

3. Prosedur kecantikan

Jika pengobatan dengan bahan alami atau obat-obatan tanpa resep tidak memberikan hasil yang memuaskan, Anda bisa mengikuti perawatan kulit langsung dari dokter. Dokter akan menjelaskan pada Anda, prosedur mana yang lebih efektif. Beberapa prosedur yang tersedia untuk menghilangkan bekas cacar air, antara lain:

  • Eksisi bekas luka. Prosedur ini direkomendasikan jika semua teknik untuk mnghilangkan bekas luka gagal. Anda akan diberi obat bius dan dokter akan mengangkat jaringan parut lewat pembedahan. Perawatan ini sangat cocok dilakukan jika bekas luka membentuk cekungan yang dalam.
  • Filler. Cekungan bekas luka bisa kembali rata dengan prosedur filler, yaitu mengisi jaringan luka dengan lemak atau asam hialuronat. Hanya saja prosedur ini sifatnya sementara dan hanya bertahan sekitar 6 bulan.
  • Microneedling. Microneedling menggunakan alat rolling pin yang tertutup jarum yang sangat kecil. Meski akan terjadi pendarahan kecil, prosedur ini dapat merangsang produksi kolagen kulit sehingga tekstur kulit kembali halus dan rata. Untuk hasil yang memuskan, prosedur ini harus dilakukan secara berulang dan bertahap.
  • Mikrodermabrasi. Teknik untuk membentuk kembali struktur kulit dengan menggunakan sikat yang berputar cepat yang dapat menembus ke dalam jaringan kulit. Prosedur ini sangat efektif untuk memperbaiki tampilan kulit dan menghilangkan bekas luka di permukaan kulit.
  • Chemical peels. Chemical peeling menghilangkan lapisan luar dari bekas luka dan melapisi kembali area tersebut dengan asam. Prosedur ini dilakukan dalam beberapa tahap dan membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk sembuh.
  • Cangkok kulit. Prosedur ini biasanya dilakukan untuk mengobati bekas luka parah yang lebih luas. Caranya dengan menggunakan bagian kulit tubuh lain untuk menutupi lokasi kulit yang terluka.
  • Laser Resurfacing (terapi laser wajah). Perawatan ini sangat umum dilakukan baik untuk mengurangi bekas luka sekaligus mengurangi perbedaan warna yang ditimbulkan oleh luka. Terapi laser wajah ini dilakukan secara bertahap menggunakan anestesi lokal yang dioleskan ke kulit.
Categories
Tentang Pengobatan Tips Kesehatan

Obat Pilek Alami

Obat Pilek Alami

Cara menjaga kesehatan , kesehatan , makanan yang menyehatkan tubuh , makanan alami untuk kesehatan  , Menjaga Kesehatan Tubuh Agar Kebal Penyakit , Makanan Baik untuk Kesehatan Mata , Manfaat Dan Khasiat Madu , Buah Untuk Penderita Darah Rendah , Makanan Mengatasi Lambung Bengkak , Makanan Yang Mengandung Serat Tinggi , Penyebab Dada Sakit , Manfaat Jamu Empot-Empot , Manfaat Daun Sirih , Khasiat Daun Sendok , Penyebab Mimisan , Bahaya Narkoba , Bahaya Ganja , Penyebab Kista Pada Wanita , Makanan Yang Meredakan Hidung Tersumbat , Jus Buah Penyebab Diabetes , Bahaya Makan Mie Instan , Penyebab Bibir Hitam , Obat Tradisional Untuk Biduran , Obat Alami Keputihan Karena Jamur , Obat Kesemutan Alami , Obat Herbal Nyeri Sendi , Obat Kaki Terkilir Alami , Abetalipoproteinemia , Ablasio Retina , Abses Bartholin , Ramuan Alami Mengatasi Masuk Angin , Buah Yang Ampuh Turunkan Kolestrol , Penyebab Penyakit Kaki Gajah , Penyebab Penyakit Cacingan , Cara Mengatasi Pengapuran Tulang , Mengobati Penyakit Bronkitis Pada Anak , Obat Pilek Alami , Bahan Alami Menghilangkan Bekas Cacar , Tanda Dan Gejala Kanker Hati , Tips Mencegah Keracunan Klorin , Cara Mudah Menjaga Ginjal , Cara Mengatasi Sunburn , Kandungan Rokok Yang Membahayakan , Efek Buruk Konsumsi Pemanis Buatan
Obat Pilek Alami

Pilek adalah infeksi ringan pada hidung, saluran sinus, tenggorokan, dan saluran pernapasan bagian atas akibat serangan virus. Pilek bisa dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Tentu saja mengalami flu itu sangatlah tidak enak , untuk itu kami akan memberikan anda Obat Pilek Alami :

1. Jahe

Jahe membuat otot saluran pernapasan agar lebih rileks dan merangsang sistem kekebalan tubuh lebih aktif. Maka itu, tidak heran kalau jahe sering dijadikan obat pilek alami. Selain itu, jahe juga menangkal rasa mual dan menghangatkan tubuh yang sedang tidak enak badan.

Anda bisa minum air jahe atau mencampurnya dengan teh supaya lebih enak saat dinikmati. Caranya cukup mudah, rebus jahe selama 20 menit, kemudian ambil air rebusan jahe untuk membuat teh hangat.

2. Madu

Madu memiliki berbagai sifat antimikroba (bakteri ataupun virus). Dengan sifatnya ini, madu secara alamiah dapat membantu tubuh melawan kuman penyakit yang membuat Anda pilek.

Bukan hanya membantu mengatasi pilek, madu ternyata juga bisa meredakan gejala batuk yang sering dialami ketika terserang pilek.

Anda bisa melarutkan madu dalam air hangat dalam gelas untuk diminum setiap pagi dan malam. Segelas larutan madu ini sekaligus juga mencegah Anda dehidrasi. Akan tetapi madu sebaiknya tidak diberikan pada anak yang usianya kurang dari 1 tahun.

3. Sup ayam dengan bawang putih

Bawang putih memiliki bahan kimia alami di dalamnya yang dapat melawan virus dan meningkatkan sel-sel sistem kekebalan tubuh. Salah satu cara mengolah bawang putih yang paling mudah adalah dengan mencampurnya di dalam sup ayam.

Ayam dan bawang putih bisa jadi paduan yang sangat tepat untuk menyembuhkan pilek. Sebab, terdapat juga zat yang disebut carnosine yang ditemukan dalam sup ayam dan dada ayam. Zat ini yang diduga membantu mengurangi gejala-gejala yang muncul saat pilek.

Selain itu, kehangatan sup ayam juga membantu melegakan hidung yang sedang tersumbat. Dilansir dalam laman Healthline, semangkuk sup ayam isi sayuran dengan bawang putih dapat membantu memperlambat pergerakan neutrofil (sejenis sel darah putih) yang berfungsi melindungi tubuh dari infeksi.

Hal ini membuat sel darah putih tersebut menumpuk pada suatu bagian tubuh, sehingga memudahkan tubuh ketika melawan kuman penyakit, salah satunya virus penyebab pilek.

4. Vitamin C

Vitamin C memiliki banyak manfaat dalam tubuh, termasuk meningkatkan sistem imunitas tubuh. Maka itu, asupan vitamin C yang cukup di dalam tubuh dapat membantu mengurangi infeksi saluran pernapasan yang terjadi ketika Anda pilek.

Vitamin C mudah sekali ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran. Contohnya, dalam jeruk, lemon, belimbing, tomat, jambu, paprika, kiwi, brokoli, pepaya, stroberi.