Categories
Tentang Penyakit

Penyebab Penyakit Kaki Gajah

Penyebab Penyakit Kaki Gajah

Cara menjaga kesehatan , kesehatan , makanan yang menyehatkan tubuh , makanan alami untuk kesehatan  , Menjaga Kesehatan Tubuh Agar Kebal Penyakit , Makanan Baik untuk Kesehatan Mata , Manfaat Dan Khasiat Madu , Buah Untuk Penderita Darah Rendah , Makanan Mengatasi Lambung Bengkak , Makanan Yang Mengandung Serat Tinggi , Penyebab Dada Sakit , Manfaat Jamu Empot-Empot , Manfaat Daun Sirih , Khasiat Daun Sendok , Penyebab Mimisan , Bahaya Narkoba , Bahaya Ganja , Penyebab Kista Pada Wanita , Makanan Yang Meredakan Hidung Tersumbat , Jus Buah Penyebab Diabetes , Bahaya Makan Mie Instan , Penyebab Bibir Hitam , Obat Tradisional Untuk Biduran , Obat Alami Keputihan Karena Jamur , Obat Kesemutan Alami , Obat Herbal Nyeri Sendi , Obat Kaki Terkilir Alami , Abetalipoproteinemia , Ablasio Retina , Abses Bartholin , Ramuan Alami Mengatasi Masuk Angin , Buah Yang Ampuh Turunkan Kolestrol , Penyebab Penyakit Kaki Gajah , Penyebab Penyakit Cacingan
Penyebab Penyakit Kaki Gajah

Filariasis atau penyakit kaki gajah adalah penyakit zoonosis menular yang banyak ditemukan di wilayah tropika seluruh dunia. Penyebabnya adalah sekelompok gajah menginjaknya yang menyebabkan infeksi sehingga berakibat munculnya edema. Gejala yang umum terlihat adalah terjadinya elefantiasis, berupa membesarnya tungkai bawah (kaki) dan kantung zakar (skrotum), sehingga penyakit ini secara awam dikenal sebagai penyakit kaki gajah. Walaupun demikian, gejala pembesaran ini tidak selalu disebabkan oleh filariasis.

Filariasis biasanya dikelompokkan menjadi tiga macam, berdasarkan bagian tubuh atau jaringan yang menjadi tempat bersarangnya: filariasis limfatikfilariasis subkutan (bawah jaringan kulit), dan filariasis rongga serosa (serous cavity). Filariasis limfatik disebabkan Wuchereria bancroftiBrugia malayi, dan Brugia timori[1]. Gejala elefantiasis (penebalan kulit dan jaringan-jaringan di bawahnya) sebenarnya hanya disebabkan oleh filariasis limfatik ini. B. timori diketahui jarang menyerang bagian kelamin, tetapi W. bancrofti dapat menyerang tungkai dada, serta alat kelamin. Filariasis subkutan disebabkan oleh Loa loa (cacing mata Afrika), Mansonella streptocercaOnchocerca volvulus, dan Dracunculus medinensis (cacing guinea). Mereka menghuni lapisan lemak yang ada di bawah lapisan kulit. Jenis filariasis yang terakhir disebabkan oleh Mansonella perstans dan Mansonella ozzardi, yang menghuni rongga perut. Semua parasit ini disebarkan melalui nyamuk atau lalat pengisap darah, atau, untuk Dracunculus, oleh kopepoda(Crustacea).

Selain elefantiasis, bentuk serangan yang muncul adalah kebutaan Onchocerciasis akibat infeksi oleh Onchocerca volvulus dan migrasi microfilariae lewat kornea. Filariasis ditemukan di daerah tropis Asia, Afrika, Amerika Tengah dan Selatan, dengan 120 juta manusia terjangkit. WHO mencanangkan program dunia bebas filariasis pada tahun 2020. Nah berikut ini kami akan menjelaskan apa saja Penyebab Penyakit Kaki Gajah  :

Seperti Apa Gejala-gejala Penyakit Kaki Gajah?

Faktanya, seseorang yang terinfeksi cacing ini  tidak bisa langsung dipastikan karena penyakit ini memiliki beberapa fase, yaitu tanpa gejala, akut, dan kronis.

  • Fase tanpa gejala

Saat seseorang terinfeksi cacing filaria, dia tidak akan langsung menunjukkan gejala tertentu. Meski demikian, pada fase ini sebenarnya telah terjadi kerusakan sistem aliran getah bening dan limpa, seiring terjadinya perubahan pada sistem kekebalan tubuh.

  • Fase akut

Ditandai dengan adanya peradangan pada kulit, kelenjar getah bening, dan pembuluh getah bening, yang biasanya menyertai pembengkakan kelenjar getah bening yang sudah kronis, dan kaki gajah. Hal ini disebabkan oleh respons sistem kekebalan tubuh terhadap parasit. Gejala-gejala yang dapat muncul pada fase akut ini meliputi demam, pembengkakan kelenjar getah bening, dan pembengkakan pada tungkai kaki dan kantung zakar.

  • Fase kronis

Saat memasuki fase kronis, pembengkakan jaringan limfa dan penebalan kulit pada kaki dan zakar bisa terjadi. Pada wanita, dapat terjadi pembengkakan pada payudara dan organ kelamin.

Cara Mencegah dan Mengobati Penyakit Kaki Gajah

Karena melibatkan nyamuk sebagai perantara, maka cara mencegah penyakit kaki gajah adalah sebisa mungkin menghindari terkena gigitan nyamuk, terutama pada waktu pagi dan sore hari. Caranya adalah dengan membersihkan lingkungan agar nyamuk tidak bersarang, tidur dengan memakai kelambu, memakai pakaian panjang saat beraktivitas di luar rumah, dan mengoleskan penangkal nyamuk di kulit yang tidak tertutup pakaian.

Meminum obat cacing rutin setiap tahun dapat membunuh larva cacing dalam aliran darah. Jika seseorang sudah menderita penyakit kaki gajah maka dia akan disarankan untuk mengonsumsi obat antiparasit, seperti albendazole dan ivermectin, atau bersama diethylcarbamazine citrate. Obat-obatan ini efektif untuk membersihkan darah dari mikrofilaria, sekaligus mencegah penyebaran kepada orang lain. Untuk membasmi cacing dewasa, dapat digunakan obat doxycycline. Pemakaian obat di atas juga berperan sebagai pencegahan terhadap penularan kaki gajah di masyarakat.

Untuk infeksi cacing filaria yang menyebabkan pembengkakan yang besar di bagian kantung zakar atau mengenai bagian mata, mungkin akan diperlukan tindakan operasi.

Karena pada dasarnya semua orang rentan terkena penyakit kaki gajah ini, maka sudah sewajarnya untuk waspada dan melakukan pencegahan sejak dini. Menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan diri juga penting untuk mencegah penyebaran penyakit kaki gajah.