Categories
Tentang Pengobatan Tentang Penyakit

Penyebab Pendarahan Otak

Penyebab Pendarahan Otak

Cara menjaga kesehatan , kesehatan , makanan yang menyehatkan tubuh , makanan alami untuk kesehatan  , Menjaga Kesehatan Tubuh Agar Kebal Penyakit , Makanan Baik untuk Kesehatan Mata , Manfaat Dan Khasiat Madu , Makanan Yang Mengandung Vit C Tinggi , Makanan Kaya Serat Alami , Infeksi Saluran Kencing , Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh , Bahaya Kafein , Cara Menghilangkan Bekas Luka , Cara Merawat Lensa Kontak , Pertolongan Pertama Untuk Luka Bakar , Penyakit Paling Mematikan di Dunia , Ciri Ciri Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya , Cara Menghilangkan Mata Panda , Penyebab Menstruasi Tidak Lancar , Manfaat Terapi Lintah , Risiko Ciuman Bibir , Tanda Tubuh Kekurangan Gizi , Deodoran Memicu Kanker Payudara , Penyebab Pendarahan Otak
Penyebab Pendarahan Otak

Pendarahan otak adalah pendarahan yang terjadi di otak dan area di sekitarnya.

Otak merupakan bagian dari sistem saraf pusat, yang tersusun dari sumsum tulang belakang. Otak adalah salah satu bagian tubuh yang paling penting karena berfungsi sebagai pusat komando. Otak bekerja dengan berbagai saraf untuk menerima dan mengirim pesan ke berbagai bagian tubuh dan memberitahu apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara melakukannya.

Otak sendiri merupakan organ tubuh yang sangat lunak dan lembut serta terdiri dari berbagai bagian. Bagian yang terbesar didominasi oleh serebrum, yang mengendalikan kemampuan berbicara, ingatan, dan emosi. Ada juga batang otak, yang memiliki peran penting dalam situasi yang penuh tekanan. Saat seorang berada dalam tekanan, otak akan memasuki mode melawan-atau-kabur, yang diatur oleh batang otak. Otak juga mengendalikan tekanan darah dan pernapasan. Otak kecil (serebelum) merupakan bagian otak yang mengatur pergerakan, keseimbangan, dan interpretasi dari informasi yang dikirimkan oleh indera manusia.

Otak sangat rawan mengalami kerusakan dan pendarahan. Namun otak memiliki perlindungan yang baik. Otak dilindungi oleh berbagai lapisan, seperti duramater dan cairan serebrospinal, yang juga dapat ditemukan di sumsum tulang belakang. Dari luar, otak juga dilindungi oleh tengkorak, yang terdiri dari berbagai jenis tulang yang saling berhubungan.

Walaupun begitu, ada banyak faktor yang masih dapat menyebabkan pendarahan pada otak dan area di sekitarnya. Apabila pendarahan menjadi tidak dapat dikendalikan, maka pendarahan dapat menyebabkan matinya sel otak dan terhentinya banyak fungsi tubuh. Terkadang pendarahan otak juga dapat menyebabkan kelumpuhan sementara atau permanen, serta hilangnya kemampuan tertentu, seperti kemampuan motorik.  Umumnya, semua pendarahan yang terjadi di dalam otak disebut pendarahan otak. Tapi, berdasarkan lokasi terjadinya, pendarahan otak dibedakan menjadi:

  • Pendarahan subarachnoid. Pendarahan yang terjadi di jaringan otak di bawah selaput pelindung otak.
  • Hematoma epidural dan subdural. Penggumpalan darah yang terjadi di antara otak dan tengkorak kepala, bisa berada di atas atau di bawah selaput pelindung otak.
  • Pendarahan intraserebral. Pendarahan yang terjadi pada jaringan otak itu sendiri.

Gejala Pendarahan Otak

Umumnya seseorang yang mengalami pendarahan otak bisa mengalami pingsan, sakit kepala parah disertai muntah, atau bahkan terjadi pendarahan dari telinga. Meski begitu, hal ini tidak selalu terjadi. Gejala yang muncul tergantung pada lokasi pendarahan terjadi. Misalnya jika bagian otak yang berkaitan dengan penglihatan yang mengalami pendarahan, maka gejala yang mungkin muncul adalah pasien mengalami gangguan penglihatan.

Gejala lain yang mungkin terjadi pada pasien pendarahan otak adalah mengalami kelumpuhan pada satu bagian tubuh, kejang secara tiba-tiba, mati rasa, serta gangguan koordinasi dan keseimbangan. Jika pendarahan otak terjadi pada bagian bawah atau batang otak, pasien dapat mengalami koma atau mengalami gangguan dalam merespons. Sedangkan pendarahan otak yang terjadi pada bagian pusat bicara, maka pasien dapat mengalami gangguan dalam berbicara.

Ini Dia Penyebab Pendarahan Otak

Ada beberapa faktor risiko dan penyebab terjadinya pendarahan otak. Berikut ini adalah penyebab pendarahan otak yang umumnya terjadi.

  • Tekanan Darah Tinggi
    Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan penyakit kronis (jangka panjang) yang dapat melemahkan dinding pembuluh darah. Guna mencegah terjadinya pendarahan otak yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi, konsultasikan dengan dokter untuk mengatasi kondisi ini. 
  • Trauma Kepala
    Paling banyak terjadi pada orang berusia di bawah 50 tahun, kemungkinan besar kondisi ini karena kecelakaan.
  • Kelainan Pembuluh Darah
    Kondisi ini dapat terjadi pada saat lahir, dan dapat membuat dinding pembuluh darah di sekitar dan bagian dalam otak menjadi lemah.
  • Gangguan pada Darah
    Menurunnya trombosit darah juga dapat menyebabkan pendarahan otak. Anemia sel sabit (kondisi di mana sel darah merah berbentuk abnormal) dan hemofilia (kondisi di mana tubuh kekurangan protein untuk pembekuan darah) dapat berkontribusi dalam hal ini.
  • Pembengkakan Pembuluh Darah (Aneurisma)
    Kondisi ini bisa menyebabkan melemahnya pembuluh darah, yang kemudian dapat pecah dan menimbulkan pendarahan di dalam otak. Kondisi ini dapat menyebabkan stroke.
  • Angiopati Amiloid
    Angiopati amiloid adalah kondisi di mana terjadi kelainan dinding pembuluh darah karena faktor usia atau hipertensi. Kondisi ini dapat menimbulkan banyak pendarahan kecil yang mengarah pada pendarahan yang lebih besar.

Hal lainnya yang menyebabkan pendarahan otak antara lain adalah tumor otak dan penyakit hati. Beberapa penyebab pendarahan otak dapat diatasi sejak dini. Misalnya dengan menjaga pola makan dan hidup sehat agar terhindar dari tekanan darah tinggi. Anda juga bisa mulai mencari tahu tentang pencegahan hipertensi dan penanganannya dengan berkonsultasi ke dokter.

Jika kerabat Anda mengalami gejala pendarahan otak di atas, segeralah konsultasikan hal tersebut dengan dokter. Dokter akan menentukan otak bagian mana yang mengalami pendarahan berdasarkan gejala yang timbul, serta melalui tes pencitraan CT Scan atau MRI. Dan jika sudah bisa dipastikan lokasinya pendarahan, dokter akan melakukan langkah pengobatan yang tepat.