Obat Disentri Tradisional

Obat Disentri Tradisional

Cara menjaga kesehatan , kesehatan , makanan yang menyehatkan tubuh , makanan alami untuk kesehatan  , Menjaga Kesehatan Tubuh Agar Kebal Penyakit , Makanan Baik untuk Kesehatan Mata , Manfaat Dan Khasiat Madu , Buah Untuk Penderita Darah Rendah , Makanan Mengatasi Lambung Bengkak , Makanan Yang Mengandung Serat Tinggi , Ramuan Tradisional Susah Buang Air Kecil , Obat Tradisional Sakit Lutut , Obat Tradisional Sakit Mata Merah , Obat Tradisional Sakit Kuning , Cara Mengobati Amandel , Cara Mengobati Radang Mata , Obat Disentri Tradisional , Obat Tradisional Diabetes Melitus , Khasiat Ramuan Obat Daun Kremah , Cara Mengeluarkan Cacing Kremi , Obat Tradisional Membersihkan Rahim , Obat Tradisional Radang Usus , Jamu Tradisional Setelah Bersalin , Obat Tradisional Syaraf Kejepit , Ramuan Tradisional Penghilang Uban , Jamu Ngompol Untuk Anak , Resep Membuat Sirup Obat Batuk , Resep Obat Cacing Tradisional , Mengobati Keputihan Dengan Delima , Jamu Tradisional Epilepsi

Obat Disentri Tradisional

Disentri adalah radang usus yang menyebabkan diare disertai darah atau lendir. Diare sendiri ditandai dengan sering buang air besar yang lembek atau cair.

Berdasarkan penyebabnya, disentri terbagi menjadi dua jenis:

  • Disentri basiler atau shigellosis. Terjadi ketika tubuh terinfeksi oleh bakteri shigella.
  • Disentri amuba atau amoebiasis. Terjadi ketika tubuh terinfeksi Entamoeba histolytica yaitu amuba yang banyak ditemukan di daerah tropis.

Amuba dan bakteri penyebab disentri dapat berpindah melalui kontak langsung dengan bakteri pada feses, serta melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi, atau berenang di air yang terkontaminasi.

Penyakit ini sangat menular. Jika tidak segera ditangani, disentri dapat menyebabkan dehidrasi berat yang mengancam jiwa.

Disentri adalah penyakit yang umum. Penyakit satu ini dapat terjadi pada semua kalangan dengan usia berapapun. Namun, anak-anak berusia 2 hingga 4 tahun lebih mudah terkena kondisi ini. Hal ini disebabkan karena sistem kekebalan tubuh mereka masih lemah.

Penyakit ini juga juga sering kali menyerang orang yang sering jajan sembarangan, serta tinggal di pemukiman kumuh dengan sanitasi yang buruk dan air bersih yang terbatas. Anda dapat mengatasi penyakit ini dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Silakan diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Gejala disentri bisa muncul dalam skala ringan hingga berat. Sebagian besar gejala disentri tergantung pada kualitas sanitasi di mana infeksi telah menyebar. Di negara maju, tanda dan gejala disentri cenderung lebih ringan daripada di negara berkembang atau daerah tropis.

Secara umum, gejala disentri adalah:

  • Diare yang sering kali disertai darah atau lendir.
  • Demam.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Kram perut.

Gejala disentri biasanya mulai muncul dari 1 atau 2 hari setelah Anda terinfeksi bakteri. Sementara penyakit ini biasanya berlangsung selama 5 sampai 7 hari. Pada beberapa orang, terutama anak-anak kecil dan lansia, diare yang terjadi sebagai gejala disentri dapat menjadi sangat serius dan diperlukan rawat inap di rumah sakit. Beberapa orang lainnya yang terinfeksi mungkin tidak mengalami gejala disentri sama sekali namun masih menyebarkan bakteri ke orang lain.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala disentri yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengalami gejala disentri tertentu, jangan ragu untuk segera berkonsultasi ke dokter Anda. Tapi jika anda tidak mau ke dokter , maka kami recommended Obat Disentri Tradisional yang bisa anda coba :

1. Obat disentri amoeba dan basiler dari daun tanaman Alpukat (Persea gratissima Gaerin).

  • Ambil 5 gram daun tanaman alpukat segar, 5 gram rimpang temu kunci, 6 gram rimpang kunyit. 1/2 gram rasuk angin, 6 gram daun pegagan.
  • Iris-iris seluruh herba dan masukkan kedalam 115 air bersih.
  • Kemudian dibuat infusa atau bisa juga diseduh dengan air mendidih.
  • Ramuan ini diminum seluruhnya, sehari sekali.

2. Obat tradisional buang air besar berdarah dari Bayam duri (Amaranthaceae).

  • Ambil 30 gram akar bayam duri yang masih segar, kemudian dicuci bersih. Tambahkan 15 gram gula aren dan air bersih secukupnya.
  • Rebus ramuan hingga air menjadi segelas. Ramuan ini diminum sebelum makan.

3. Penyembuhan disentri pada anak, dewasa, dari daun delima putih (Punica granatum L).

  • Ambil 5 gram daun delima putih segar, 2 gram rimpang temu giring, 6 gram daun jambu biji segar.
  • Masukkan seluruh herba kedalam 110 air bersih, kemudian dibuat infusa atau rebus selama 15 menit.
  • Ramuan diminum seluruhnya, dan diulang selama 7 hari.

4. Obat BAB berlendir pada anak, dewasa dari daun jambu biji (Psidium guajava).

  • Ambil 6 gram daun jambu biji, 1 gram kayu secang, 1 gram rasuk angin, 5 gram daun patikan cina.
  • Ditambah 7 gram daun pegagan, 2 buah Kayu ules, 1 siung bawang merah.
  • Masukkan kedalam 120 ml air bersih, kemudian dijadikan infusa.
  • Ramuan ini diminum 2 kali sehari, setiap pagi dan sore.
  • Dosis sekali minum sebanyal 100 ml, lakukan selama 4 hari.

5. Obat disentri Amoeba tradisional dari tanaman kucing-kucingan (Acalypha australis L).

  • Ambil 60 gram tanaman anting-anting yang sudah dikeringkan.
  • Kemudian direbus selama 15 menit kedalam 2 gelas air hingga menjadi segelas air.
  • Saring dan airnya diminum 2 kali sehari. Lakukan selama 5 hingga 10 hari.

6. Obat disentri Basiler tradisional dari Tanaman anting-anting (Acalypha australis L).

  • Ambil 60 gram tanaman yang sudah dikeringkan.
  • Ditambah 30 gram portulaka, dan 30 gram gula.
  • Kemudian seluruhnya direbus dan diminum selagi hangat.
  • Ramuan diberikan sehari 2 kali, hingga sembuh.

7. Obat disentri untuk semua umur, dari akar Teratai (Nelumbium nelumbo Druce).

  • Ambil 50 gram akar teratai, dan 10 gram jahe.
  • Kedua herba dihaluskan atau dijadikan juice, peras airnya dan ditambahkan 10O cc air.
  • Rabus air ini sampai mendidih. Setelah ramuan dingin, tambahkan 1 sendok makan madu dan diaduk.
  • Minum seluruhnya, lakukan sehari 2 kali.

8. Obat tradisional BAB berdarah pada anak, dewasa dari Ekor Kucing (Acalypha hispida Burm. F).

  • Ambil untai bunga ekor Kucing sebanyak 10 hingga 30 gram.
  • Kemudian direbus, airnya diminum selgi hangat, sehari 2 kali.

9. Mengatasi BAB berlendir pada bayi, balita, dewasa dari daun Ki tajam (Clinacanthus nutans Lindau).

  • Ambil segenggam daun yang masih segar.
  • Kemudian direbus kedalam 5 gelas air hingga menjadi 3 gelas.
  • Minum ramuan ini segelas, 3 kali sehari.

10. Obat disentri pada bayi dan dewasa dari daun mimba (Azadirachta indica Juss).

  • Ambil 7 lembar daun Mimba.
  • Rebus kedalam 3 gelas air hingga menjadi segelas.
  • Ramuan di minum pada pagi dan sore hari.

11. Mengatasi BAB berdarah pada anak, dewasa dari akar Pulutan (Urena lobata L).

  • Ambil akar pulutan seukuran 2 jari tangan, dan 1 sendok makan Tepung garut.
  • Rebus kedalam 2 gelas air sampai mendidih.
  • Ramuan ini sebagai pengganti air minum.

12. Obat disentri anak usia 2 tahun dari daun Patikan Cina (Eupherbia prostata Ait).

  • Ambil segenggam patikan cina segar, dan 2 tanaman meniran, ditambah 7 keping rimpang temu lawak.
  • Direbus kedalam 110 ml air hingga mendidih. Ramuan diminum sekali sehari.

13. Resep ramuan obat disentri tradisional dari herba Sidaguri (Sida rhombifolia L).

  • Ambil 5 gram Sidaguri, dan 4 gram daun Sendok.
  • Rebus kedalam air sebanyak 110 ml selama 15 menit. Ramuan ini diminum sekali sehari, selama 14 hari.

Memilih Ramuan Obat Disentri Yang Tepat

 

Ke 13 obat disentri tradisional diatas dapat dipilih sesuai herba yang ada disekitar kita. Beberapa tanaman dapat dengan mudah ditemukan sebagai tanaman rumput liar atau gulma. Tidak dibenarkan menggunakan 2 ramuan sekaligus atau lebih, pilih salah satunya.
Cara pembuatan infusa dapat dilihat pada halaman cara membuat infusa. Apabila gejala disentri tidak menunjukkan tanda kesembuhan, sebaiknya periksa kesehatan. Bisa saja karena penyakit dalam seperti infeksi usus besar dan lainnya yang menyebabkan BAB berdarah.