Khasiat Daun Kucai Untuk Kesehatan

Khasiat Daun Kucai Untuk Kesehatan

Cara menjaga kesehatan , kesehatan , makanan yang menyehatkan tubuh , makanan alami untuk kesehatan  , Menjaga Kesehatan Tubuh Agar Kebal Penyakit , Makanan Baik untuk Kesehatan Mata , Manfaat Dan Khasiat Madu , Buah Untuk Penderita Darah Rendah , Makanan Mengatasi Lambung Bengkak , Makanan Yang Mengandung Serat Tinggi , Penyebab Dada Sakit , Manfaat Jamu Empot-Empot , Manfaat Daun Sirih , Khasiat Daun Sendok , Penyebab Mimisan , Bahaya Narkoba , Bahaya Ganja , Penyebab Kista Pada Wanita , Makanan Yang Meredakan Hidung Tersumbat , Jus Buah Penyebab Diabetes , Bahaya Makan Mie Instan , Penyebab Bibir Hitam , Obat Tradisional Untuk Biduran , Obat Alami Keputihan Karena Jamur , Obat Kesemutan Alami , Obat Herbal Nyeri Sendi , Obat Kaki Terkilir Alami , Abetalipoproteinemia , Ablasio Retina , Abses Bartholin , Jamu Pelancar Haid , Jamu Alami Penyubur Kandungan , Jamu Tradisional Mengatasi Bau Badan , Jamu Pelangsing , Obat Tradisional Mengatasi Keputihan , Obat Herbal Mengatasi Asam Lambung , Mengatasi Telat Haid Dengan Alami , Cara Alami Mengatasi Lemah Syahwat , Mengenal Achondroplasia , Sayuran Penambah Darah , Mengenal Anemia Aplastik , Cara Mengobati Kurap , Manfaat Bunga Pukul Empat , Obat Tradisional Asma Akut , Obat Pertolongan Pertama Alami , Jenis Obat Sinusitis Alami , Macam Macam Obat Herbal , Tips Mencegah Hipertensi Di Usia Muda , Efek Menggunakan Tisu Basah Di Wajah , Makanan Sehat Untuk Ibu Menyusui , Manfaat Green Coffee Bagi Tubuh , Kenali Pityriasis Rosea , Tips Merawat Gigi Behel , Kenali Otitis Media , Kenali Melena , Kenali Rheumatoid Arthritis , Kenali Toksoplasmosis , Cara Menyehatkan Mata , Khasiat Daun Kucai Untuk Kesehatan , Pantangan Batuk Yang Harus Hindari , Khasiat Buncis Untuk Kesehatan , Cara Mengatasi Batuk Kering , Cara Membuat Dan Khasiat Teh Hibiscus , Obat Eksim Alami , Manfaat Teh Chamomile Untuk Kesehatan , Obat Alami Radang Tenggorokan , Khasiat Jinten Putih Untuk Kesehatan , Cara Mengobati Ambeien Di Rumah

Khasiat Daun Kucai Untuk Kesehatan

Kucai (Allium tuberosum Rottler ex Spreng. dan A. ramosus) , atau bawang kucai serta daun kucai, dikenal sebagai sayuran daun. Kucai jarang dipakai dalam menu masakan Indonesia. Nama kucai berasal dari Bahasa Hokkian, “Kú-chhài”. Penggunaannya umum dalam masakan Tionghoa, seperti bubur ayam. Pada budaya boga Tiongkok dan Jepang, kucai merupakan bahan campuran isi Jiaozi (Gyōza).

Kucai berdaun pipih dan bunganya berwarna putih.

Kucai berbeda dengan Lokio (“bawang batak”, A. chinense), A. schoenoprasum L (chives), yang berdaun silinder (gilig) dan berongga. Aroma kucai lebih dekat ke bawang putih daripada lokio, sehingga dalam bahasa Inggris disebut garlic-chives dan dalam bahasa Jerman disebut Knoblauch-Schnittlauch.

Daunnya beraroma tajam dan pekat namun berbeda dengan aroma daun prei (A. porrum) maupun daun bawang (A. cepaA. fistulosumA. ascalonicum). Bunga kucai dapat digunakan pula sebagai rempah penyedap. Pada kesempaan kali ini kami akan membahas mengenai Khasiat Daun Kucai Untuk Kesehatan  , untuk itu bagi anda yang penasaran dengan khasiatnya , maka simak ulasan yang akan kami berikan berikut ini :

Kucai adalah makanan yang padat nutrisi. Ini artinya, daun ini rendah kalori tapi kaya akan nutrisi bermanfaat, seperti vitamin, mineral, dan antioksidan.

Ya, daun herbal satu kaya akan vitamin K, vitamin A, vitamin C, folat, magnesium, fosfor, kalium, dan juga kolin. Jika diolah dengan cara yang tepat, daun ini tentu menawarkan banyak manfaat baik untuk tubuh Anda.

Manfaat daun kucai untuk kesehatan

Secara umum, berikut beberapa manfaat daun kucai yang perlu Anda ketahui:

1. Menurunkan kolesterol

Daun ini mengandung allicin, yaitu suatu organosulfur yang diklaim dapat membantu menurunkan kolesterol dan tekanan darah. Allicin dalam herbal ini bertugas untuk melepaskan nitri oksida, sehingga membantu mengurangi kekakuan pada pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah.

Herbal ini juga mengandung quercetin, yaitu senyawa yang dipercaya dapat mengurnagi risiko penumpukan plak di arteri. Studi menunjukkan bahwa orang yang menjalani diet tinggi flavonoid, seperti quercetin, memiliki kadar kolesterol dan tekanan darah yang lebih rendah.

2. Baik untuk tulang

Kucai memiliki kandungan vitamin K yang berlimpah. Vitamin K penting untuk menjaga kesehatan tulang karena membantu mencegah pengeroposan tulang.

Vitamin K meningkatkan memproduksi protein tulang yang disebut osteocalcin. Osteocalcin inilah yang berperan penting untuk menjaga kepadatan mineral tulang.

3. Mencegah kanker

Berbagai penelitian telah menemukan bahwa sayuran yang masuk dalam keluarga allium (termasuk kucai) diketahui memiliki sifat antikanker.

Dalam sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of National Cancer Institute, para peneliti menemukan bahwa pria dengan asupan sayuran allium yang tinggi berisiko lebih rendah terkena penyakit kanker prostat.

Penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa sifat antikanker yang dimiliki sayuran allium dapat membantu melindungi Anda dari risiko kanker esofagus (kerongkongan) dan kanker perut.

Namun, masih dibutuhkan penelitian lanjutan dengan cakupan yang lebih luas guna memastikan manfaat daun kucai untuk mencegah kanker.

4. Menjaga kesehatan otak

Kandungan kolin dalam kucai nyatanya memberikan banyak manfaat untuk tubuh. Pasalnya, kolin adalah salah satu nutrisi penting yang dapat membantu menjaga kesehatan otak, termasuk mempertajam ingatan dan mengatur mood.

Hal ini diperkuat oleh sebuah hasil penelitian terbitan The American Journal of Clinical Nutrition tahun 2011. Penelitian tersebut melaporkan bahwa asupan makanan tinggi kolin membantu meningkatkan fungsi kognitif otak serta penyimpanan memori verbal dan visual.

5. Meningkatkan penglihatan

Daun ini mengandung karoten lutein dan zeaxanthin. Kedua senyawa tersebut diyakini dapat membantu mengurangi stres oksidatif di mata dan memperlambat perkembangan katarak.

Mengonsumsi daun ini dan beragam makanan lain yang juga kaya nutrisi dapat membantu meningkatkan penglihatan Anda.

6. Membantu meredakan stres

Folat dapat membantu meredakan depresi dengan mencegah pembentukan homosistein ​​yang berlebihan di dalam tubuh. Kadar homosistein yang berlebih dalam tubuh dikaitkan dengan serangan jantung, stroke, dan penggumpalan darah.

Tak hanya itu, kadar homosistein yang berlebih juga dapat mengganggu produksi hormon serotonin, dopamin, dan norepinefrin. Ketiga hormon tersebut tak hanya mengatur suasana hati saja, tapi juga keinginan untuk tidur dan nafsu makan Anda. Jadi, bisa dibayangkan, ‘kan, kalau tubuh Anda kekurangan folat?

Kabar baiknya, kucai adalah salah satu makanan yang mengandung folat. Anda juga bisa dapatkan asupan folat dari makanan lain seperti bayam, seledri, buncis, brokoli, dan lainnya.

Yang harus diperhatikan sebelum makan kucai

Bagi beberapa orang, mengonsumsi daun ini mungkin tidak akan menyebabkan masalah apapun, alias tubuhnya tetap baik-baik saja. Namun, lain ceritanya jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap daun ini.

Anda sebaiknya menghindari mengonsumsi daun ini jika sebelumnya memang sudah punya alergi terhadap bawang jenis apa pun. Termasuk bawang putih, bawang merah, bawang bombai, dan bawang jenis lainnya. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya reaksi alergi berbahaya bagi tubuh Anda.

Bagi beberapa orang, reaksi alergi bisa menyebabkan bercak merah pada kulit dan gatal. Beberapa orang juga mungkin bisa mengalami hidung tersumbat atau berair, bengkak pada bibir, wajah, lidah, tenggorokan, atau bagian tubuh lainnya.

Mengonsumsi daun ini terlalu banyak mungkin juga dapat menyebabkan senyawa organik tertentu dalam tubuh terlalu tinggi. Alhasil, Anda bisa saja mengalami sakit perut atau gangguan pencernaan lainnya.