Categories
Tentang Penyakit

Kenali Penyakit Pradiabetes

Kenali Penyakit Pradiabetes

Cara menjaga kesehatan , kesehatan , makanan yang menyehatkan tubuh , makanan alami untuk kesehatan  , Menjaga Kesehatan Tubuh Agar Kebal Penyakit , Makanan Baik untuk Kesehatan Mata , Manfaat Dan Khasiat Madu , Obat Tradisional Kolestrol , Khasiat Sambiloto Yang Menyehatkan , Kenali Penyakit Pradiabetes , Kenali Tifus , Obat Sakit Pinggang Tradisional , Manfaat Biji Rami Untuk Ibu Hamil , Cara Mengatasi Beser Pada Wanita , Obat Varikokel Alami , Pengobatan Alternatif Daun Ungu , Kenali Aritmia
Kenali Penyakit Pradiabetes

Prediabetes adalah kondisi saat kadar gula dalam darah sudah melebihi batas normal namun belum dikategorikan ke diabetes tipe 2. Meski demikian, penderita prediabetes bisa mengalami diabetes tipe 2 jika tidak segera mengubah gaya hidupnya.

Gejala Pradiabetes :

Biasanya, Anda tidak memiliki gejala atau tanda khusus hingga Anda berada pada komplikasi diabetes serius. Namun, ada satu tanda yang menunjukkan adanya kemungkinan risiko diabetes tipe 2 yaitu kulit menjadi lebih gelap atau hampir kecokelatan pada beberapa bagian tubuh, yang disebut acanthosis nigricans. Seringnya muncul pada leher, ketiak, siku, dengkul, dan buku jari. Berikut gejala lainnya:

  • lebih sering buang air kecil
  • lelah atau capek
  • penglihatan kabur

Anda sebaiknya memberi tahu dokter jika Anda khawatir tentang diabetes atau jika Anda melihat adanya tanda-tanda atau gejala diabetes tipe 2 diabetes, rasa haus meningkat dan sering buang air kecil, kelelahan, dan penglihatan kabur.

Apa faktor pemicunya?

Faktor yang meningkatkan risiko pradiabetes sama dengan diabetes tipe 2, yang meliputi:

1. Berat badan berlebih.

Kelebihan berat badan adalah faktor risiko utama dari pradiabetes. Semakin banyak jaringan lemak yang Anda miliki—terutama di dalam dan antara otot dan kulit sekitar perut Anda—semakin resisten sel Anda terhadap insulin.

2. Ukuran pinggang

Lingkar pinggang yang besar dapat menunjukkan resistensi insulin. Risiko bertambah pada pria dengan pinggang lebih besar dari 100 cm dan untuk wanita dengan ukuran pinggang lebih besar dari 88 cm.

3. Gaya hidup

Semakin Anda kurang aktif maka semakin besar risiko pradiabetes. Kegiatan fisik membantu Anda mengontrol berat badan, menggunakan gula sebagai energi dan membuat sel Anda lebih sensitive terhadap insulin.

4. Usia

Walaupun diabetes bisa berkembang pada usia berapa pun, risiko pradiabetes semakin meningkat saat Anda bertambah tua, terutama usia di atas 45 tahun. Ini mungkin disebabkan orang cenderung kurang berolahraga, kehilangan massa otot dan bertambahnya berat badan seiring bertambahnya usia. Risiko terkena kondisi ini juga akan meningkat bila orang tua atau saudara memiliki diabetes tipe 2.

6. Tidur

Penelitian telah menghubungkan masalah tidur, seperti apnea tidur obstruktif, dengan peningkatan risiko resistensi insulin. Sleep apnea adalah gangguan tidur yang menyebabkan pernapasan menjadi terganggu beberapa kali saat tidur, menyebabkan kualitas tidur yang buruk. Orang-orang yang bekerja pada perubahan shift atau shift malam, mungkin menyebabkan masalah tidur, juga mungkin memiliki peningkatan risiko pradiabetes atau diabetes tipe 2.

Apa saja tes untuk mendiagnosis kondisi ini?

  • Tes hemoglobin terglikasi (A1C). Tes darah ini menunjukkan tingkat gula darah rata-rata selama dua sampai tiga bulan terakhir. Tes ini bekerja dengan mengukur persentase gula darah yang melekat pada hemoglobin, protein pembawa oksigen dalam sel darah merah. Semakin tinggi kadar gula darah Anda, semakin melekat gula pada hemoglobin yang Anda miliki.
  • Tes gula darah puasa. Sampel darah akan diambil setelah Anda berpuasa setidaknya delapan jam atau semalaman.
  • Tes toleran glukosa oral. Tes ini jarang digunakan untuk mendiagnosis diabetes kecuali selama kehamilan. Sampel darah akan diambil setelah Anda berpuasa setidaknya delapan jam atau semalaman. Kemudian, Anda akan minum larutan gula, dan kadar gula darah Anda akan diukur kembali setelah dua jam.

Bila kadar gula darah Anda normal, dokter mungkin akan merekomendasikan tes skrining setiap tiga tahun. Bila Anda memiliki pradiabetes, pemeriksaan lebih lanjut mungkin diperlukan. Sebagai contoh, dokter sebaiknya memeriksa gula darah puasa Anda, A1C, jumlah kolesterol, HDL kolesterol, densitas rendah lipoprotein (LDL) kolesterol dan trigliserida setidaknya setahun sekali, kemungkinan lebih sering bila Anda memiliki faktor risiko tambahan diabetes.

Apa yang harus saya lakukan untuk mengontrol pradiabetes?

Anda bisa mengembalikan kadar gula darah ke jangkauan normal dengan memilih gaya hidup yang lebih sehat. Walaupun ada beberapa orang yang terkena diabetes tipe 2 bahkan ketika mereka telah mengurangi berat badan, setidaknya Anda bisa menurunkan risiko.

Berikut beberapa rekomendasi yang dapat membantu Anda mencegah pradiabetes untuk berlanjut ke diabetes:

  • Makan makanan sehat
  • Mengurangi beberapa kg berat badan yang berlebih. Kehilangan 5% sampai 10% dari berat badan Anda bisa membuat perubahan besar.
  • Melakukan olahraga setiap hari. Pilihlah sesuatu yang Anda senang lakukan, seperti berjalan. Coba lakukan setidaknya 30 menit setiap hari, 5 hari dalam seminggu. Anda bisa memulainya dengan waktu yang lebih singkat dan perlahan-lahan tambah waktu Anda menjadi setengah jam bila Anda perlu. Periksa dengan dokter Anda sebelum melakukan lebih dari itu.
  • Berhenti merokok
  • Obati tekanan darah dan kolesterol tinggi
  • Minum obat sesuai petunjuk. Tergantung pada faktor risiko Anda lainnya, dokter mungkin meresepkan obat untuk menurunkan kolesterol atau tekanan darah atau untuk membantu mencegah diabetes.