Categories
Tentang Penyakit

Kenali Kanker Usus Halus

Kenali Kanker Usus Halus

Cara menjaga kesehatan , kesehatan , makanan yang menyehatkan tubuh , makanan alami untuk kesehatan  , Menjaga Kesehatan Tubuh Agar Kebal Penyakit , Makanan Baik untuk Kesehatan Mata , Manfaat Dan Khasiat Madu , Obat Tradisional Kolestrol , Obat Alami Infeksi Saluran Kencing , Pemicu Kanker , Cara Alami Mengatasi Sleep Apnea , Obat Alami Jari Tangan Kaku , Khasiat Sayur Gambas Untuk Kesehatan , Manfaat Rendam Kaki Dengan Air Garam , Gangguan Kesehatan Saat Bergadang , Makanan Untuk Penderita Diabetes , Obat Tradisional Malaria , Bahan Alami Mengatasi Sakit Mata , Ramuan Pembersih Paru Paru , Obat Alami Kulit Gatal Kurap , Bahan Alami Mengatasi Sakit Tumit , Obat Alami Mengatasi Sakit Punggung , Kenali Kanker Usus Halus , Kenali Vertigo
Kenali Kanker Usus Halus

Kanker usus halus adalah kanker yang menyerang usus halus, yaitu bagian terakhir dari saluran pencernaan. Sebagian besar kasus dimulai dari adanya tumor jinak dari sel yang disebut polip adenomatosa. Dan seiring waktu, polip ini bisa berubah menjadi kanker usus besar.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda dan gejala kanker usus halus?

Beberapa Gejala Kanker Usus Halus yang sering dilaporkan antara lain:

  • Sakit atau kram di bagian tengah perut
  • Berat badan turun tanpa penyebab yang jelas (tidak sedang diet)
  • Ada benjolan di perut
  • Buang air besar berdarah

Kemungkinan ada tanda­-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala yang tercantum di atas atau memiliki pertanyaan, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda. Tubuh masing-­masing orang berbeda. Selalu  konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab dan faktor-faktor risiko

Penyebab kanker usus halus

Sampai saat ini, para dokter dan ahli belum menemukan apa penyebab pasti dari kanker usus halus. Namun, kondisi-kondisi tertentu bisa memicu atau menjadi faktor risiko kanker usus halus.

Faktor-faktor risiko kanker usus halus

Berikut adalah faktor-faktor yang meningkatkan risiko Anda terhadap kanker usus halus.

  • Orang yang lanjut usia (di atas 60 tahun)
  • Pria lebih berisiko daripada wanita
  • Faktor genetik (keturunan atau ada riwayat kanker dalam keluarga)
  • Merokok dan minum minuman beralkohol
  • Pola makan yang tinggi lemak
  • Tinggal atau bekerja di lingkungan yang tinggi kandungan kimianya (misalnya phenoxyacetic acid dalam pestisida)
  • Kondisi lainnya yang memengaruhi usus seperti penyakit Crohn, kanker usus besar, atau penyakit Celiac
  • Limfedema (kerusakan pembuluh yang terhubung dengan kelenjar getah bening)

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana dokter mendiagnosis kanker usus halus?

Dokter mungkin melakukan pemeriksaan medis. Dokter akan menayakan riwayat kesehatan dan keluhan-keluhan yang dirasakan. Dokter juga sangat mungkin melakukan pemeriksaan dengan pemindaian untuk memantau perkembangan kanker. Misalnya lewat rontgen (sinar X), CT scan, atau MRI.

Anda juga mungkin diminta melakukan endoskopi (memasukkan kamera kecil ke dalam kerongkongan, lambung, dan usus) untuk melihat lokasi kanker.

Pemeriksaan lain yang mungkin dilakukan antara lain:

  • Tes darah untuk melihat zat-zat dalam tubuh
  • Pemeriksaan fungsi hati (liver), bisa dengan tes darah
  • Pemeriksaan feses yang bisa mendeteksi adanya darah
  • Biopsi kelenjar getah bening

Apa pilihan pengobatan untuk kanker usus halus?

Pengobatan yang dianjurkan dokter tergantung pada jenis kanker Anda dan seberapa jauh penyebarannya.

Operasi adalah salah satu perawatan yang paling diutamakan. Pada saat operasi, dokter bedah akan mengangkat bagian usus halus yang ada kankernya. Bisa juga tim dokter melakukan bypass supaya makanan bisa mencari jalan baru untuk melalui tumor yang tak bisa diangkat.

Bahkan kalau dokter sudah mengangkat semua kanker, Anda masih mungkin akan dianjurkan menjalani terapi radiasi atau kemoterapi untuk membunuh sel-sel kanker.