Gejala Sakit Maag

Gejala Sakit Maag

Cara menjaga kesehatan , kesehatan , makanan yang menyehatkan tubuh , makanan alami untuk kesehatan  , Menjaga Kesehatan Tubuh Agar Kebal Penyakit , Makanan Baik untuk Kesehatan Mata , Manfaat Dan Khasiat Madu , Buah Untuk Penderita Darah Rendah , Makanan Mengatasi Lambung Bengkak , Makanan Yang Mengandung Serat Tinggi , Obat Memar Tradisional , Penyebab Penyakit Kuning , Obat Tradisional Bisul , Gejala Penyakit Parkinson , Obat Tradisional Anyang Anyangan , Gejala Sakit Maag , Obat Telinga Berair Tradisional , Kenali Penyakit Jantung , Obat Tradisional Kaki Bengkak , Penyakit Kawasaki , Obat Gatal Biduran Tradisional , Penyakit Usus Buntu

Gejala Sakit Maag

Maag atau radang lambung atau tukak lambung adalah gejala penyakit yang menyerang lambung dikarenakan terjadi luka atau peradangan pada lambung yang menyebabkan sakit, mulas, dan perih pada perut.

Selain keluhan nyeri ulu hati, Gejala Sakit Maag bisa berupa:

  • Rasa panas dan terbakar pada perut bagian atas.
  • Perut kembung.
  • Mual dan muntah.
  • Sering bersendawa dan buang gas (kentut).
  • Refluks (kembalinya makanan atau cairan dari lambung ke kerongkongan).
  • Cepat merasa kenyang ketika makan dan rasa kenyang berkepanjangan setelah makan.
  • Diare.

Gejala sakit maag biasanya akan semakin memburuk jika disertai dengan stres. Selain stres, masuknya udara lewat mulut ketika mengonsumsi makanan juga bisa menyebabkan perut semakin kembung dan frekuensi sendawa meningkat.

Sakit maag dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Di antaranya adalah:

  • Faktor gaya hidup tidak sehat, seperti:
    • Merokok.
    • Terlalu banyak mengonsumsi kafein, alkohol, dan minuman bersoda.
    • Makan terlalu cepat dan terlalu banyak.
    • Terlalu banyak mengonsumsi makanan pedas, berlemak, atau berminyak.
    • Stres
  • Faktor gangguan saluran pencernaan atau komplikasi dari kondisi medis tertentu, seperti:
    • Penyakit refluks asam lambung (GERD).
    • Peradangan lambung (gastritis).
    • Radang pankreas (pankreatitis).
    • Penyakit iskemia usus (berkurang aliran darah di usus).
    • Obstruksi atau penyumbatan pada usus.
    • Penyakit celiac.
    • Batu empedu.
    • Penyakit hernia hiatus (bagian lambung menonjol ke dalam diafragma).
    • Kanker lambung.
  • Faktor efek samping penggunaan obat-obatan, seperti:
    • Obat antibiotik.
    • Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti diclofenac dan ibuprofen.
    • sebagian besar sakit maag umumnya bersifat ringan dan tidak membutuhkan pemeriksaan dokter. Namun, jika sakit maag berlangsung persisten atau gejala semakin memburuk, dokter akan melakukan beberapa jenis pemeriksaan untuk mendiagnosis penyebab dasar sakit maag.

      Sebagai langkah awal diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan riwayat kesehatan dengan mengajukan pertanyaan terkait gejala yang dialami dan gaya hidup yang dijalani pasien. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk:

      • Memeriksa kondisi perut dengan melihat, mendengar, mengetuk daerah perut, untuk memeriksa perut kembung, rasa nyeri, atau mendeteksi benjolan.
      • Mendengarkan suara dari dalam perut dengan stetoskop.
      • Memeriksa tanda jika mata atau kulit menguning.

      Selain itu, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan lanjutan untuk memastikan diagnosis. Di antaranya adalah:

      • Tes darah, untuk mendeteksi gangguan dalam tubuh, misalnya anemia.
      • Tes tinja dan napas, untuk mendeteksi keberadaan bakteri Helicobacter pylori, bakteri yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan.
      • Tes pencitraan. Beberapa jenis tes pencitraan yang mungkin dilakukan adalah:
        • USG perut, pemeriksaan dengan menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk menghasilkan gambar bergerak yang menunjukkan struktur dan aliran darah di dalam perut.
        • Foto Rontgen, pemeriksaan menggunakan sinar X untuk mendapatkan gambaran detail kerongkongan, lambung, dan usus kecil.
        • CT scan, pemeriksaan dengan menyuntikkan cairan kontras ke dalam pembuluh darah untuk menghasilkan gambar detail bagian dalam perut dan mendeteksi adanya obstruksi usus.
      • Endoskopi. Ini merupakan pemeriksaan dengan menggunakan endoskop untuk mendiagnosis penyakit dan mendeteksi kondisi yang menyebabkan gangguan pencernaan, misalnya gastritis, tukak lambung, atau kanker perut. Endoskopi umumnya dilakukan terhadap pasien dengan kondisi sebagai berikut:
        • Berusia 55 tahun ke atas.
        • Muntah-muntah.
        • Mengalami disfagia atau sulit menelan.
        • Mengalami penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
        • Mengeluarkan muntah atau tinja yang disertai darah.