Gejala Penyumbatan Jantung

Gejala Penyumbatan Jantung

Image result for Penyumbatan Jantung

Saluran air yang terlalu banyak kotoran mengendap akan menyebabkan saluran air tersebut tersumbat. Begitu pula yang terjadi pada pembuluh darah. Kotoran yang terlalu banyak dalam darah akan menyebabkan penyumbatan jantung. Padahal, sama halnya dengan semua otot tubuh, jantung memerlukan oksigen dan zat gizi dari darah supaya bisa tetap berfungsi baik.

Penyumbatan jantung terjadi karena adanya gangguan pembuluh darah jantung (koroner) yang bisa menyebabkan penyakit jantung koroner. Selain karena kotoran dalam darah, penyumbatan terjadi karena penumpukan plak pada dinding pembuluh darah jantung. Pembuluh darah ini mengelilingi jantung dan bertugas membawa asupan oksigen dan berbagai nutrisi dari tubuh menuju jantung.

Plak atau aterosklerosis umumnya terbentuk dari kolesterol, lemak, kalsium, sisa metabolisme, dan bahan pembekuan darah bernama fibrin. Meskipun bisa terlepas dari dinding pembuluh darah, timbunan plak ini dapat terbawa Bersama aliran darah hingga tersangkut di organ tertentu seperti otak. Hal lain yang bisa terjadi adalah terbentuknya gumpalan darah di permukaan plak yang juga mampu menyumbat pembuluh darah hingga aliran darah terputus.

Penyumbatan jantung sebenarnya dapat terjadi pada siapa saja. Namun, kondisi ini lebih sering terjadi pada orang yang lebih tua, karena biasanya hasil dari masalah jantung lainnya. Berikut merupakan Gejala Penyumbatan Jantung dibawah ini.

Penyumbatan jantung bisa dimulai semenjak usia muda. Plak akan terus bertambah dan menumpuk seiring usia bertambah. Biasanya kondisi ini juga tidak menunjukkan gejala yang signifikan hingga pembuluh darah benar-benar menyempit, terhalang, atau bahkan pecah dan menyebabkan stroke atau serangan jantung.

Gejala penyumbatan jantung yang paling umum adalah sakit dada atau serangan angina. Sakit dada yang Anda rasakan bisa dideskripsikan sebagai tekanan yang berat, sensasi perih, mati rasa, sesak, dada seperti diremas, dan terasa amat sakit. Rasa sakit ini bisa menjalar ke bahu kiri, lengan, leher, rahang, dan punggung. Sakit dada juga bisa disertai dengan mual, berkeringat, dan kelelahan. Gejala lain yang juga bisa dialami yaitu detak jantung dengan cepat atau tidak beraturan (aritmia), merasa lemah dan pusing.

Iskemia atau gangguan aliran darah bisa terjadi jika aliran darah benar-benar terhalang, dan kondisi ini bisa berujung pada serangan jantung. Iskemia bisa terjadi ketika Anda sedang makan, berolahraga, terlalu antusias, atau terpapar suhu dingin. Jika benar-benar parah, iskemia bisa juga menyerang ketika Anda dalam kondisi istirahat.

Mengendalikan beberapa faktor risiko penyumbatan jantung bisa turut mengurangi risiko penyakit jantung. Anda bisa melakukan perubahan menu makan untuk menurunkan kadar kolesterol, tekanan darah, dan gula darah, serta berhenti merokok dan mulai rutin berolahraga. Berolahraga dapat menjaga berat badan berada dalam batas normal, sehingga dapat mengurangi risiko terjadinya berbagai komplikasi dari obesitas. Diskusikan bersama dokter mengenai langkah pencegahan penyumbatan jantung yang bisa dilakukan dan disesuaikan dengan kondisi tubuh Anda.