Gejala Mata Glaukoma

Gejala Mata Glaukoma

Image result for Mata Glaukoma

Glaukoma sudut tertutup akut adalah penyakit serius yang membuat tekanan di dalam mata Anda (disebut juga tekanan intraokular) mendadak naik, bahkan dalam hitungan jam. Ini terjadi saat air mata tidak bisa melembapkan mata seperti seharusnya.

Kondisi ini tidak seumum jenis glaukoma lainnya, di mana biasanya tekanan di dalam mata meningkat perlahan-lahan dalam jangka waktu panjang. Apa saja gejala glaukoma ini ? . Simak ulasan berikut ini mengenai Gejala Mata Glaukoma .

Penyebab Penyakit Glaukoma

Penyakit ini dapat terjadi dikarenakan berbagai faktor, yaitu:

  • faktor genetik, yaitu kelainan gen yang terjadi dalam tubuh seseorang
  • terjadi penyumbatan pembuluh darah
  • paparan zat kimia yang menimbulkan cedera atau iritasi
  • peradangan akibat infeksi bakteri.

Selain penyebab di atas, berbagai faktor resiko juga dapat mempengaruhi seseorang mengalami glaukoma. Faktor resiko tersebut antara lain faktor keturunan, orang yang berusia 60 tahun ke atas, menggunakan obat tetes kortikosteroid dalam waktu yang sangat lama, menderita penyakit tertentu seperti penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi atau penyakit sel sabit.

Gejala Penyakit Glaukoma

Glaukoma selalu ditandai dengan berkurangnya kemampuan mata untuk melihat, juga ditandai dengan gejala lainnya seperti:

  • penglihatan menjadi kabur
  • terdapat blind spot atau sudut buta pada mata
  • ketika mata melihat ke arah cahaya yang terang, akan terlihat lingkaran seperti pelangi
  • terjadi kelainan pada pupil mata, misalnya ukuran pupil menjadi tidak sama.

Pengobatan Glaukoma

Tindakan pengobatan untuk penyakit glaukoma dapat dilakukan dengan beberapa cara yang disesuaikan dengan gejala yang dialami penderita. Agar resiko kebutaan dapat dihindari, dokter akan melakukan tindakan sebagai berikut.

  1. Pemberian obat tetes, dimana obat tetes ini hanya bisa didapat dengan resep dokter. Obat tetes tersebut dapat berupa dari golongan analog prostaglandin, golongan antagonis β-adrenergik, golongan inhibitor karbonik anhidrase dan golongan parasimpatomimetik.
  2. Pemberian obat oral, seperti acetazolamide dari golongan inhibitor karbonik anhidrase dan glisero dari golongan hiperosmotik.
  3. Teknik laser untuk menguras cairan mata yang berlebih, dengan dua teknik yaitu trabekuloplasti dan iridotomi.
  4. Tindakan operasi, dilakukan jika obat-obatan dan teknik laser tidak dapat membantu.

Bahaya dari glaukoma yang parah dapat dicegah dengan menerapkan cara menjaga kesehatan mata yang baik dan benar. Selain itu, hindari bahaya lensa kontak pada mata agar penyakit glaukoma tidak bertambah parah. Dengan penanganan yang tepat, gejala dan efek buruk dari glaukoma dapat diminimalisir.