Efek Negatif Dari Minuman Bernergi

Efek Negatif Dari Minuman Bernergi

Meskipun tidak ada standar baku terkait definisi minuman berenergi, namun jenis minuman ini dipasarkan dengan kesan energetik, menambah stamina, atau menambah energi. Dari segi substansi, minuman berenergi merujuk pada minuman non-alkohol, dengan kandungan utama seperti kafein, taurin, vitamin, terkadang disertai soda. Minuman berenergi juga dilengkapi dengan bahan lainnya yang bekerja untuk “menyegarkan” atau bersifat stimulan.

Konsumsi minuman energi kini makin umum, tidak hanya pada usia remaja dan dewasa, tetapi juga orangtua, bahkan anak-anak di bawah umur, karena minuman jenis ini biasanya rasanya manis. Alasan utama seseorang meminum minuman energi adalah untuk mendapatkan kesegaran dan agar bisa tetap beraktivitas sepanjang waktu. Namun tentu saja memaksakan diri untuk terus beraktivitas padahal sebenarnya sudah lelah tidak baik bagi kesehatan, karena tubuh membutuhkan istirahat, bukan hanya minuman stimulan agar tubuh tidak merasakan lelah. Di samping itu minuman berenergi menimbulkan efek buruk secara langsung terhadap tubuh dari bahan  kandungan di setiap kemasannya. Berikut ini kami akan membahas mengenai Efek Negatif Dari Minuman Bernergi  .

1. Menyebabkan gagal jantung

8 Efek Negatif dari Minuman Berenergi, Jangan Konsumsi Terus Menerus

Journal of Amino Acids menuliskan para peminum minuman energi memiliki risiko yang sangat besar untuk gagal jantung dikarenakan minuman tersebut memaksa jantung untuk berkontraksi. Tidak hanya untuk orang tua, kondisi ini mungkin terjadi bagi anak muda. Sebuah studi bahkan merekomendasikan bagi remaja untuk mengonsumsi minuman berenergi tidak lebih dari 250 ml per hari.

2. Sakit kepala dan migrain

8 Efek Negatif dari Minuman Berenergi, Jangan Konsumsi Terus Menerus

Dikarenakan mengandung kafein, minuman berenergi dapat membuatmu merasakan sakit kepala, khususnya bagi mereka yang tidak pernah mengonsumsi kafein. Namanya adalah gejala penarikan kafein, selain sakit kepala kamu juga bisa susah berkonsentrasi dan berpikir.

3. Meningkatkan kecemasan

8 Efek Negatif dari Minuman Berenergi, Jangan Konsumsi Terus Menerus

Penderita gangguan kecemasan tidak disarankan untuk mengonsumsi minuman berenergi karena bisa menambah kecemasannya. Berdasarkan salah satu hasil riset researchgate.net, kecemasan ini juga bisa diikuti dengan marah, kebingungan, depresi, lapar, mual hingga kelelahan.

4. Insomnia

8 Efek Negatif dari Minuman Berenergi, Jangan Konsumsi Terus Menerus

Dengan kondisi jantung yang dipompa terus, itu membuatmu terus aktif dan tidak merasa mengantuk. Ini hal bagus jika memang bertujuan untuk membuat kamu terbangun dan mengerjakan sesuatu. Tetapi jika disalahgunakan, yang terjadi adalah sebaliknya. Insomnia berkelanjutan mengganggu fungsi otak, membuat kamu lebih susah beraktivitas.

5. Kecanduan

8 Efek Negatif dari Minuman Berenergi, Jangan Konsumsi Terus Menerus

Komponen kafein mampu memberikan kecanduan bagi penggunanya. Hal ini dapat berujung ke kondisi ketergantungan hingga membebani finansial yang dipergunakan untuk membeli minuman berenergi tiap hari.

6. Tekanan darah tinggi

8 Efek Negatif dari Minuman Berenergi, Jangan Konsumsi Terus Menerus

Tekanan darah tinggi sudah memberikan risiko bagi tubuh untuk mendapatkan stroke serta masalah lain. Hal itu bisa diperparah dengan konsumsi minuman berenergi. Data dari Mayo Clinic menunjukkan jika kenaikan akibat konsumsi minuman berenergi mencapai 6,4 persen.

7. Overdosis

8 Efek Negatif dari Minuman Berenergi, Jangan Konsumsi Terus Menerus

Niacin atau vitamin B3 banyak terkandung dalam minuman berenergi. Berlebihan mengonsumsi minuman berenergi mampu memberikan overdosis pada tubuh.

Gejalanya meliputi kulit merah, pusing, detak jantung yang cepat, muntah-muntah, gatal, asam urat hingga diare. Sebagai tambahan British Journal of Medicine memberikan sebuah riset yang menunjukkan jika seseorang menderita hepatitis karena keracunan B3.

8. Stres

8 Efek Negatif dari Minuman Berenergi, Jangan Konsumsi Terus Menerus

Dibarengi dengan kondisi lain, stres seseorang dapat memuncak dengan minuman berenergi ini. Mayo Clinic mendapatkan fakta jika 240 mg minuman berenergi bisa meningkatkan hormon norepinephrine hingga 74 persen. Jika dibandingkan dengan efek Placebo yang hanya dapat meningkatkan hingga 31 persen, hal ini mengindikasikan jika minuman berenergi berpotensi meningkatkan dua kali lipat stres.

Memang benar minuman berenergi membuatmu mendapatkan energi sepanjang hari, namun itu hanya memforsir tubuh dan bisa menjadikannya rusak. Tubuh tetap perlu istirahat untuk memulihkan energi. Pikirkan baik-baik kapan sebaiknya kamu minum minuman energi dan tetap kontrol untuk masalah jumlahnya.