Efek Kekurangan Karbohidrat

Efek Kekurangan Karbohidrat

Image result for Karbohidrat

Banyak orang yang mulai mengurangi asupan karbohidratnya untuk menurunkan berat badan. Ada juga segelintir orang yang benar-benar pantang makan karbohidrat dengan alasan yang sama. Padahal meski Anda sedang berdiet, tubuh Anda tetap membutuhkan karbohidrat sebagai sumber energinya. Berikut Efek Kekurangan Karbohidrat yang wajib anda ketahui .

Kekurangan karbohidrat dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari kepala pusing, tubuh terasa lemah, hingga rentan terserang penyakit. Dampak kekurangan karbohidrat dapat terjadi dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Berikut ini adalah penjelasannya:

Jangka pendek

Dalam jangka pendek, kekurangan karbohidrat dapat menyebabkan ketosis, yaitu suatu kondisi ketika tubuh memanfaatkan lemak sebagai sumber energi. Gejala ketosis antara lain adalah sakit kepala, lemas, dehidrasi, mual, pusing, dan mudah emosi.

Ketosis dapat menyebabkan penumpukan senyawa keton dalam tubuh. Dalam jangka panjang, keton yang menumpuk ini bisa menyebabkan gangguan kesehatan serius, seperti asidosis, koma, bahkan kematian.

Jangka panjang

Kekurangan karbohidrat secara terus-menerus juga akan menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kesehatan, yaitu:

  • Kekurangan nutrisi.
  • Kolesterol tinggi. Hal ini dikarenakan orang yang sedang diet rendah karbohidrat umumnya akan mengganti asupannya dengan makanan tinggi lemak atau protein. Pola makan seperti ini dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah, sehingga risiko terjadinya penyakit jantung dan stroke juga akan meningkat.
  • Kerusakan pembuluh darah.
  • Meningkatnya risiko terkena kanker.
  • Berat badan mudah naik turun.

Mengatasi Kekurangan Karbohidrat

Hal pertama yang harus dilakukan ketika mengalami kekurangan karbohidrat adalah memenuhi asupan karbohidrat harian, dengan cara:

  • Mengonsumsi sayuran dan buah-buahan segar. Buah dan sayuran juga mengandung banyak serat, yang bisa membuat Anda kenyang untuk waktu lebih lama.
  • Mengonsumsi beragam makanan sehat dengan gizi seimbang, artinya harus mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, vitamin, mineral, serat, dan cairan dalam jumlah yang cukup.
  • Mengonsumsi susu dan produk-produk olahannya. Selain sebagai sumber karbohidrat, susu juga merupakan sumber protein, vitamin, dan kalsium yang sangat baik.
  • Mengonsumsi makanan yang terbuat dari gandum utuh atau bekatul.
  • Membatasi asupan karbohidrat sederhana. Karbohidrat jenis ini banyak terdapat dalam makanan manis, seperti eskrim atau

Bila selama ini Anda menjalani pola makan yang membatasi asupan karbohidrat, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter gizi. Dokter akan memeriksa status gizi dan kondisi Anda secara menyeluruh, kemudian memberikan anjuran pola makan yang lebih sehat dan sesuai kondisi kesehatan Anda. Bila perlu, dokter juga akan memberikan suplemen atau obat-obatan untuk memperbaiki status gizi.