Categories
Tentang Penyakit Tips Kesehatan

Efek Kekurangan Kalium

Efek Kekurangan Kalium

Cara menjaga kesehatan , kesehatan , makanan yang menyehatkan tubuh , makanan alami untuk kesehatan  , Menjaga Kesehatan Tubuh Agar Kebal Penyakit , Makanan Baik untuk Kesehatan Mata , Manfaat Dan Khasiat Madu , Pengobatan Batu Empedu Secara Alami , Fakta Kesehatan Makanan Fermentasi , Cara Merawat Rambut Rusak Dan Kering , Manfaat Tape Singkong Bagi Kesehatan , Sembelit , Efek Kekurangan Kalium
Efek Kekurangan Kalium

Kalium adalah mineral penting yang disebut sebagai elektrolit. Sebagai elektrolit, kalium berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dan mengendalikan tekanan darah. Kalium juga penting untuk menjaga fungsi otot dan saraf yang mengendalikan jantung. Nah apa yang terjadi jika tubuh anda kekurangan kalim ? . Maka berikut ini simak apa saja Efek Kekurangan Kalium :

1. Hipokalemia

Bahaya kekurangan kalium yang pertama adalah terjadinya penyakit hipokalemia. Hipokalemia adalah sebuah kondisi yang digambarkan dengan rendahnya jumlah kalium dalam darah. kondisi ini sering menyebabkan masalah kesehatan yang sangat komplek seperti kerusakan fungsi dari otot, sel tubuh dan saraf. Bahkan pada kondisi tertentu bisa menyebabkan masalah pada bagian sel otot pada jantung. Seseorang dinyatakan memiliki kalium yang rendah jika pemeriksaan menghasilkan jumlah kalium kurang dari 2,5 mmol/L. Keadaan ini membutuhkan perawatan medis untuk mencegah kematian.

  • Hilangnya kalium yang terjadi lewat urin
  • Diare yang berkepanjangan
  • Muntah terus menerus dan menyebabkan tubuh menjadi lebih lemah dan perut tidak mendapatkan asupan.
  • Kekurangan asam folat baik untuk ibu hamil maupun anak-anak dan bayi.
  • Pemakaian antibiotik
  • Penyakit kronis tertentu seperti gagal ginjal dan diabetes ketoasidosis
  • Konsumsi kafein dalam jumlah yang besar
  • Infeksi saluran pencernaan

2. Penyakit Ginjal Kronis

Penyakit ini juga sering ditandai dengan berkurangnya kadar kalium dalam darah. Gagal ginjal kronis terjadi dari panyakit ginjal ringan yang terus menjadi lebih parah karena ginjal tidak bisa melakukan fungsi sesuai dengan tugasnya. Hal ini menyebabkan adanya banyak cairan dalam darah yang kemudian akan dikeluarkan bersama dengan urin.

  • Gangguan pencernaan seperti mual dan muntah dalam waktu panjang.
  • Tidak nafsu makan
  • Tubuh menjadi lebih lemah dan lelah
  • Gangguan tidur
  • Keinginan sering buang air kecil.
  • Otot sering terasa kram dan kejang otot ringan/
  • Cegukan panjang.
  • Terjadi pembengkakan pada bagian kaki dan juga bagian pergelangan kaki.
  • Rasa sakit dan tidak nyaman pada bagian dada.
  • Tekanan darah tinggi yang sebelumnya tidak ada.

3. Diabetes Ketoasidosis

Diabetes ketoasidosis adalah sebuah kondisi diabetes kompleks yang bisa terjadi ketika tubuh memproduksi kadar asam dalam darah dalam jumlah yang sangat tinggi. Kadar asam ini sering disebut dengan keton. Awal mula dari penyakit ini disebabkan ketika tubuh tidak bisa memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup. Tubuh yang tidak mendapatkan insulin dalam jumlah yang cukup kemudian akan bekerja dengan membakar lemak dalam tubuh sebagai bahan bakar untuk metabolisme. Proses inilah yang kemudian akan menyebabkan adanya keton dalam darah.

  • Sering merasa haus namun terlihat sangat berlebihan.
  • Sering ingin buang air kecil dan sulit untuk dikendalikan.
  • Gangguan pencernaan seperti mual dan muntah.
  • Tubuh menjadi lebih lemah dan merasa lelah berkepanjangan.
  • Rasa sakit perut yang timbul sewaktu-waktu.
  • Bau nafas yang tidak sedap.
  • Timbul tekanan mental seperti bingung dan depresi.
  • Kadar gula dalam darah sangat tinggi
  • Ditemukan keton yang tinggi dari pemeriksaan urin.

4. Diare

Diare adalah salah satu gangguan pencernaan yang menyebabkan keinginan untuk buang air besar secara terus menerus dan tinja menjadi sangat cair. Diare memang kondisi penyakit yang paling sering terjadi dan hampir semua orang bisa mengalami hal ini. Tapi hal yang paling membahayakan adalah ketika kadar kalium dalam darah sangat rendah dan menjadi komplikasi dari gangguan diare ini.

Gejala Diare

  • Keinginan buang air besar terus menerus dan encer
  • Rasa kram dan tekanan pada bagian perut.
  • Rasa sakit pada perut dan terasa seperti tekanan yang sangat kuat.
  • Tubuh terasa lelah dan tidak nyaman seperti demam, kembung dan mual.
  • Terdapat darah pada tinja.

Jumlah Kebutuhan Kalium Tubuh

Tubuh kita memerlukan kalium setiap hari setidaknya sekitar 4.700 mg / hari, tapi biasanya setiap orang hanya bisa memenuhi kebutuhan tersebut sekitar 2.900 mg/hari. Meskipun tubuh kita memerlukan kalium dalam jumlah yang tinggi namun masih sulit untuk memenuhi jumlah tersebut. Hal ini bisa disebabkan karena tubuh terlalu banyak mengkonsumsi zat garam dalam makanan atau karena terlalu banyak mengkonsumsi makanan kemasan.

Makanan yang mengandung kalium

Makanan yang mengandung kalium dalam jumlah tinggi sangat disarankan seperti : semua jenis makanan yang diolah dari gandum, semua makanan dari kacang, pisang, melon, jeruk, kiwi, mangga, kentang, tomat, lobak, bayam , brokoli, kembang kol, wortel dan semua produk susu.

Anda juga bisa memenuhi kebutuhan kalium dari jenis makanan dengan kandungan kalium yang rendah seperti apel, semua jenis buah berry, buah persik, asparagus, kubis, ikan dan telur.

Tanda Utama Tubuh Kekurangan Kalium

  • Tubuh Anda akan merasa lebih sering kejang pada bagian tertentu disertai dengan kram otot yang muncul lalu bisa hilang sendiri.
  • Denyut jantung Anda menjadi lebih cepat dan membuat Anda bisa mendengar atau merasakan pukulan yang sangat keras pada jantung.
  • Detak jantung Anda juga bisa menjadi sangat lambat dan membuat Anda merasa seperti akan jatuh ketika berjalan.
  • Sistem pencernaan Anda mengalami gangguan karena kalium mengendalikan semua proses metabolisme, ditandai dengan perut kembung dan sering kram atau nyeri.

Kalium memiliki peran yang sangat penting untuk tubuh dan bisa menyebabkan efek kesehatan tertentu ketika tubuh kekurangan kalium. Untuk menghindari kekurangan kalium maka sebaiknya kita bisa memulai dengan konsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung sumber kalium alami. Paling tidak konsumsi makanan ringan yang mengandung kalium setiap hari bisa membuat kebutuhan kalium akan tercukupi.