Categories
Tentang Kesehatan Tentang Penyakit

Deteksi Penyakit Dari Rambut

Deteksi Penyakit Dari Rambut

Cara menjaga kesehatan , kesehatan , makanan yang menyehatkan tubuh , makanan alami untuk kesehatan , Menjaga Kesehatan Tubuh Agar Kebal Penyakit , Makanan Baik untuk Kesehatan Mata , Manfaat Dan Khasiat Madu , Pengobatan Batu Empedu Secara Alami , Fakta Kesehatan Makanan Fermentasi , Makanan Penguat Daya Tahan Tubuh , Tanda Tanda Tekanan Darah Tinggi , Alasan Membuatmu Disukai Nyamuk , Makanan Berpotensi Keracunan , Cara Memasak Yang Berbahaya , Cara Mengeluarkan Dahak Dengan Mudah , Manfaat Odol , Kerugian Air Kelapa , Makanan Yang Menyembuhkan Anemia , Penyebab Miss V Gatal , Jerawat Hilang Dengan Cara Alami , Cara Mengatasi Batuk Berdahak , Cara Mendetoksifikasi Usus , Cara Mengatasi Hidung Tersumbat , Cara Mengobati Sariawan , Cara Menyembuhkan Radang Tenggorokan , Makanan Yang Mencerahkan Wajah , Cara Mengobati Amandel , Efek - Efek Dari Bulu Mata Palsu , Efek BB Glow , Penyebab Sakit Perut Kiri Bawah , Alergi Makanan Umum , Cara Menjauhkan Anak dari Rokok , Deteksi Penyakit Dari Rambut
Deteksi Penyakit Dari Rambut

Anda bisa mendeteksi masalah kesehatan di tubuh dengan melihat bagaimana kondisi rambut Anda. Kondisi rambut yang bercabang, kering, berminyak, dan rontok, bisa menjadi tanda dari masalah kesehatan yang serius. Nah, berikut kami akan memberikan informasi seputar Deteksi Penyakit Dari Rambut  :

1. Rambut uban pertanda stres

Rambut beruban memang erat kaitannya dengan orang lanjut usia. Jangan salah, anak muda juga bisa mengalami ubanan karena pengaruh stres. Hal ini diungkapkan oleh dr. Paradi Mirmirani, seorang dokter kulit dari Departemen Penyakit Kulit di The Permanente Medical Group di Vallejo, California, kepada Everyday Health.

Menurut dr. Paradi Mirmirani, stres oksidatif dapat memengaruhi sel-sel penghasil pigmen rambut. Meski demikian, hingga saat ini para dokter kulit masih belum tahu persis penyebab perubahan warna rambut ini. Para ahli menduga bahwa ini ada pengaruhnya dengan gen yang diwariskan oleh orangtua Anda.

2. Rambut rapuh pertanda sindrom Cushing

Rambut rapuh adalah salah satu gejala sindrom Cushing. Sindrom Cushing, atau disebut juga dengan hiperkortisolisme, adalah penyakit yang disebabkan oleh peningkatan kadar hormon kortisol yang tidak normal dalam tubuh.

Selain rambut rapuh, sindrom ini juga dapat menimbulkan gejala lain berupa kelelahan, tekanan darah tinggi, dan nyeri punggung. Sebagai langkah awal pengobatan, dokter akan mencari tahu penyebabnya terlebih dahulu.

Jika ini disebabkan oleh konsumsi obat-obatan tertentu, maka dokter akan mengurangi dosis obat yang Anda konsumsi saat ini. Pada kondisi tertentu, dokter mungkin akan melakukan pembedahan, kemoterapi, atau terapi radiasi untuk memperbaiki kelebihan hormon kortisol pada kelenjar adrenal Anda.

3. Rambut kering dan rontok pertanda gangguan tiroid

Penderita gangguan tiroid biasanya memiliki rambut yang cenderung kering dan rontok. Pasalnya, kelenjar tiroid adalah kelenjar utama yang mengontrol sistem endokrin dan memengaruhi pertumbuhan rambut. Kalau kelenjar ini terganggu, otomatis rambut Anda akan ikut bermasalah.

Sebagai solusinya, segera periksakan diri ke dokter dan lalukan tes hormon perangsang tiroid (thyroid stimulating hormone/ TSH) untuk mendeteksi seberapa parah gangguan tiroid yang Anda alami. Barulah dokter akan memberikan dosis obat tiroid yang dapat membantu mengurangi gejalanya.

4. Rambut rontok pertanda anemia

Normalnya, setiap orang akan mengalami rambut rontok sebanyak 100 atau lebih helai rambut dalam sehari. Hal ini wajar terjadi, sehingga Anda tak perlu cemas akan mengalami kebotakan karena rambut rontok.

Akan tetapi, kalau rambut rontok terus-terusan, bisa jadi Anda kekurangan zat besi alias anemia. Walau terkesan sepele, tidak ada salahnya untuk melakukan pemeriksaan darah, terutama bagi Anda seorang vegetarian atau sering mengalami perdarahan hebat saat menstruasi (menorrhagia).

Pasalnya, dua kondisi tersebut dapat membuat Anda mengalami defisiensi zat besi yang parah. Untuk mengatasinya, pastikan Anda rutin mengonsumsi suplemen atau makanan sumber zat besi untuk membantu memenuhi kebutuhan zat besi harian Anda.

5. Rambut tipis pertanda kekurangan protein

Protein adalah makronutrien paling penting untuk menjaga kesehatan rambut Anda. Jadi, kalau Anda kekurangan protein, maka jangan heran kalau ketebalan rambut Anda jadi menipis dan gampang rontok.

Maka itu, penuhi kebutuhan protein harian Anda dengan perbanyak makan telur, daging, keju, dan makanan sumber protein lainnya.

6. Serpihan kuning pada rambut pertanda dermatitis seboroik

Serpihan kulit mati yang berwarna kuning, baik pada kulit kepala atau bahkan di alis, adalah pertanda bahwa Anda mengalami dermatitis seboroik. Dermatitis seboroik adalah peradangan kulit yang terjadi akibat infeksi jamur atau produksi hormon tertentu yang membuat kulit menghasilkan banyak minyak.

Dermatitis seboroik sekilas mirip dengan ketombe, tapi bedanya ketombe cenderung berwarna putih. Ketombe umumnya disebabkan oleh jamur atau peradangan pada kulit. Namun, ketombe juga dapat dipicu oleh berbagai hal, seperti kulit berminyak, stres, obesitas, cuaca panas, atau orang yang terkena eksim atau psoriasis.

Punya masalah ketombe memang mengganggu penampilan sehingga membuat Anda jadi tidak pede. Sebagai solusinya, Anda bisa memilih jenis sampo khusus ketombe atau krim kortison dari dokter untuk mengatasi ketombe.