Categories
Tips Kesehatan

Cara Menjauhkan Anak dari Rokok

Cara Menjauhkan Anak dari Rokok

Cara menjaga kesehatan , kesehatan , makanan yang menyehatkan tubuh , makanan alami untuk kesehatan , Menjaga Kesehatan Tubuh Agar Kebal Penyakit , Makanan Baik untuk Kesehatan Mata , Manfaat Dan Khasiat Madu , Pengobatan Batu Empedu Secara Alami , Fakta Kesehatan Makanan Fermentasi , Makanan Penguat Daya Tahan Tubuh , Tanda Tanda Tekanan Darah Tinggi , Alasan Membuatmu Disukai Nyamuk , Makanan Berpotensi Keracunan , Cara Memasak Yang Berbahaya , Cara Mengeluarkan Dahak Dengan Mudah , Manfaat Odol , Kerugian Air Kelapa , Makanan Yang Menyembuhkan Anemia , Penyebab Miss V Gatal , Jerawat Hilang Dengan Cara Alami , Cara Mengatasi Batuk Berdahak , Cara Mendetoksifikasi Usus , Cara Mengatasi Hidung Tersumbat , Cara Mengobati Sariawan , Cara Menyembuhkan Radang Tenggorokan , Makanan Yang Mencerahkan Wajah , Cara Mengobati Amandel , Efek - Efek Dari Bulu Mata Palsu , Efek BB Glow , Penyebab Sakit Perut Kiri Bawah , Alergi Makanan Umum , Cara Menjauhkan Anak dari Rokok , Deteksi Penyakit Dari Rambut
Cara Menjauhkan Anak dari Rokok

Semua orang tahu bahwa kebiasaan merokok sebenarnya bukanlah hal yang baik untuk dilakukan, terutama untuk kesehatan tubuh. Meskipun tidak dapat dipungkuri kalau merokok tetap saja menjadi kebiasaan yang banyak dilakukan semua orang, terutama oleh kaum pria dewasa. Kebiasaan orang dewasa inilah yang kemudian sering ditiru oleh kaum remaja bahkan anak-anak yang memiliki rasa keingintahuan tinggi dan penuh rasa penasaran untuk mencoba sesuatu yang baru, seperti merokok.

Kebiasaan merokok inilah yang harusnya dicegah oleh orang dewasa terhadap kaum remaja dan anak-anak agar tidak ditiru. Tindakan mencegah kebiasaan memang sangat penting untuk dilakukan mengingat apabila remaja dan anak-anak sudah terjerumus dalam dunia merokok akan sulit untuk dihentikan. Sebagaimana telah diketahui bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati.

Banyak sekali alasan yang sebenarnya menjadi faktor mengapa seorang anak kemudian bisa menjadi seorang perokok, seperti meniru kebiasaan orang tua atau orang dewasa di sekitar, pergaulan, dan lain sebagainya. Namun sebagai orang tua atau orang yang lebih dewasa harusnya berusaha agar anaknya tidak menjadi seorang perokok walaupun dirinya sendiri adalah seorang perokok. Hal ini dilakukan agar sang anak tidak mengikuti jejaknya yang kurang baik, yaitu menjadi seorang perokok sehingga kesehatannya tetap terjaga sebagaimana mestinya.

Berikut beberapa usaha yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk cara mencegah anak agar tidak merokok, antara lain:

1. Anda sendiri tak boleh merokok

Anak belajar mengambil keputusan dan berperilaku lewat orangtuanya. Jadi berhentilah merokok kalau tidak mau anak merokok juga. Penelitian dari University of Washington membuktikan bahwa anak-anak yang orangtuanya merokok punya kemungkinan besar mulai merokok di usia belia, yaitu 13 tahun. Percuma saja melarang anak merokok atau coba-coba jika Anda sendiri belum lepas dari kebiasaan merokok.

2. Selalu ingatkan anak sisi negatif merokok

Seperti halnya pendidikan seks bagi anak, pendidikan soal bahaya rokok harus dimulai sejak dini. Meskipun anak masih duduk di bangku taman kanak-kanak atau sekolah dasar, Anda harus terus mengingatkan anak apa saja dampak negatif merokok.

Misalnya Anda sekeluarga sedang berada di tempat umum dan ada orang yang merokok di dekat Anda. Beri tahu anak bahwa merokok itu merusak kesehatan, mengganggu orang lain, dan menghabiskan banyak uang. Supaya dampaknya bisa dibayangkan anak, beri contoh yang sederhana. Jelaskan bahwa harga sebungkus rokok sama dengan harga satu jilid komik kesukaannya.

3. Rutin berkomunikasi dengan anak

Mencegah anak merokok bukan berarti mengekang kebebasannya. Tak perlu melarang anak bergaul dengan teman sebaya yang orangtuanya perokok atau menonton film yang ada adegan merokoknya. Kuncinya justru membangun komunikasi dan kepercayaan antara Anda dengan anak.

Segala nasihat dan nilai yang ditanamkan akan terus melekat pada anak, meskipun teman sekelasnya merokok atau ia sering menonton film dengan adegan merokok. Hal ini akan sangat berguna kalau anak ditawari rokok waktu Anda tidak ada bersamanya. Mengekang anak malah akan membuatnya mencari kesempatan di belakang Anda.

4. Mengenal teman-teman anak

Selain berkomunikasi, mengenal langsung teman-teman anak bisa membantu Anda memantau pergaulannya. Ajak teman-teman si kecil main ke rumah supaya Anda bisa mengobrol juga dengan mereka. Dari situ Anda bisa menilai apakah ada kecenderungan anak mencoba rokok bersama teman-temannya.

Melihat dari luar saja memang tak bisa menjamin seratus persen anak-anak bebas dari rokok. Namun, paling tidak Anda tahu seperti apa teman bermain yang dipilih anak sehingga Anda bisa membantunya mengambil keputusan yang bijak.

5. Ajari anak untuk menolak ajakan merokok

Walaupun anak tidak menunjukkan kecenderungan merokok di usia dini, bekali dengan kemampuan menolak ajakan dari teman-temannya. Di bawah tekanan teman sebayanya, mengatakan “Tidak,” atau “Kata orangtuaku tak boleh,” saja tidaklah cukup. Ajari anak untuk mencari alasan kuat seperti, “Aku tidak suka bau rokok,” atau “Kakekku sakit karena merokok,”.

6. Meningkatkan kepercayaan diri anak

Anak dan remaja mungkin mulai merokok karena ingin merasa diterima oleh teman-temannya. Bisa juga karena merokok membuatnya merasa seperti orang dewasa. Ini berarti anak kurang kepercayaan diri. Maka, untuk mecegah anak merokok Anda harus meningkatkan kepercayan diri anak.

Anak harus tahu bahwa merokok bukan satu-satunya cara supaya diterima dalam pergaulan. Ia juga harus percaya diri bahwa ada orang dan teman lain yang mau menerima dirinya apa adanya. Anda juga bisa memercayakan tanggung jawab penting pada anak supaya ia merasa lebih dewasa, misalnya tidur di kamar sendiri.

7. Mendorong minat dan bakat anak

Banyak anak merokok karena merasa mendapatkan sesuatu, misalnya kepuasan atau sensasi rileks dari rokok. Ini berarti hidup anak kurang produktif dan bermakna baginya. Lebih baik dorong anak untuk menekuni minat dan bakatnya sehingga ia jauh dari pengaruh negatif rokok di usia dini.

Ajak anak untuk gabung ekstrakurikuler olahraga supaya lingkungan dan pergaulannya fokus pada kebugaran tubuh, bukan pada hal-hal yang merusak kesehatan. Menekuni aktivitas positif lain juga bisa membantu anak mencari pelepasan stres yang sehat selain merokok.