Bahaya Daging Sapi Bagi Kesehatan

Bahaya Daging Sapi Bagi Kesehatan

Cara menjaga kesehatan , kesehatan , makanan yang menyehatkan tubuh , makanan alami untuk kesehatan  , Menjaga Kesehatan Tubuh Agar Kebal Penyakit , Makanan Baik untuk Kesehatan Mata , Manfaat Dan Khasiat Madu , Buah Untuk Penderita Darah Rendah , Makanan Mengatasi Lambung Bengkak , Makanan Yang Mengandung Serat Tinggi , Penyebab Dada Sakit , Manfaat Jamu Empot-Empot , Manfaat Daun Sirih , Khasiat Daun Sendok , Penyebab Mimisan , Bahaya Narkoba , Bahaya Ganja , Penyebab Kista Pada Wanita , Makanan Yang Meredakan Hidung Tersumbat , Jus Buah Penyebab Diabetes , Bahaya Makan Mie Instan , Penyebab Bibir Hitam , Obat Tradisional Untuk Biduran , Obat Alami Keputihan Karena Jamur , Obat Kesemutan Alami , Obat Herbal Nyeri Sendi , Obat Kaki Terkilir Alami , Abetalipoproteinemia , Ablasio Retina , Abses Bartholin , Jamu Pelancar Haid , Jamu Alami Penyubur Kandungan , Jamu Tradisional Mengatasi Bau Badan , Jamu Pelangsing , Obat Tradisional Mengatasi Keputihan , Obat Herbal Mengatasi Asam Lambung , Mengatasi Telat Haid Dengan Alami , Cara Alami Mengatasi Lemah Syahwat , Mengenal Achondroplasia , Sayuran Penambah Darah , Mengenal Anemia Aplastik , Cara Mengobati Kurap , Kenali Obat Keputihan Tradisional , Cara Mencegah Terkena Biang Keringat , Cara Menurunkan Hormon Prolaktin , Obat Demam Tradisional , Obat Tradisional Multiple Sclerosis , Obat Tradisional Ginjal Bocor , Obat Cacingan Tradisional , Obat Tradisional Parkinson , Obat Tradisional Alergi Telur , Obat Tradisional Lumpuh Kaki Alami , Manfaat Gula Siwalan Untuk Kesehatan , Manfaat Pepaya Bagi Kesehatan , Manfaat Buah Duwet Untuk Ibu Hamil , Manfaat Lidah Buaya , Cara Mengobati Ambeien Secara Alami , Manfaat Kafein Untuk Kesehatan , Bahaya Narkoba Untuk Kesehatan , Manfaat Pepaya Bagi Kesehatan , Penyebab Darah Kental , Khasiat Daging Marmut Bagi Kesehatan , Efek Samping Bawang Putih , Cara Menghilangkan Batuk Berdahak , Obat Keseleo Lutut Tradisional , Obat Tradisional Wasir Berdarah , Pertolongan Pertama Terkena Knalpot , Pertolongan Pertama Serangan Stroke , Cara Menghilangkan Kapalan Di Kaki , Makanan Penyebab Asam Lambung Naik , Mengobati HIV AIDS Secara Tradisional , Khasiat Kapulaga Untuk Kesehatan , Cara Mengobati Eksim Basah , Cara Mengobati Kutil , Bahaya Makanan Laut Bagi Kesehatan , Bahaya Daging Sapi Bagi Kesehatan

Bahaya Daging Sapi Bagi Kesehatan

Organisasi Kesehatan Dunia WHO telah menyatakan bahwa orang yang kebanyakan makan daging (daging sapi, ayam, unggas, ikan), lebih berisiko terkena kanker. Daging memang santapan yang enak dan mengenyangkan di perut. Tapi makan daging berlebih juga dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius. Lalu, apa saja dampak yang timbul jika makan daging berlebihan? Daging mengandung protein hewani, lemak jenuh, dan dalam beberapa kasus terdapat senyawa karsinogenik seperti amina heterosiklik (HCA) dan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH). Senyawa berbahaya tersebut, terbentuk selama pengolahan atau pemasakan daging. HCA contohnya, terbentuk saat daging dimasak pada suhu tinggi. Sedangkan PAH terbentuk saat pembakaran zat organik pada daging. k keduanya diyakini dapat meningkatkan risiko kanker. Selain itu, kandungan lemak daging dapat  meningkatkan produksi hormon, sehingga meningkatkan risiko kanker terkait hormon seperti kanker payudara dan kanker prostat. Berikut ini kami akan memberikan anda beberapa Bahaya Daging Sapi Bagi Kesehatan :

1. Peradangan

Daging sapi merupakan salah satu jenis makanan yang sangat sulit untuk dicerna oleh tubuh, meskipun telah dimasak. Hal ini akan menimbulkan peningkatan jumlah enzim pencernaan untuk dapat mencerna makanan tersebut. Jika makanan ini sering dikonsumsi pada usia dini, hal tersebut dapat mempertahankan kaskade arakidonat (asam lemak omega 6) dalam tubuh yang memberikan kontribusi untuk kondisi peradangan dan rasa sakit.

2. Kanker

Dalam daging sapi terkandung sejumlah bahan kimia organik yang sangat beracun yang dikenal dengan nama dioxin. Dimana bahan kimia tersebut berasal dari partikel mikroskopis dari abu dari insinerator yang telah menetap di rumput dan tanaman yang dimakan oleh hewan-hewan ternak seperti sapi, babi, dan ayam. Beberapa ilmuwan mengatakan bahwa dioxin merupakan hormon kimia yang dapat mengganggu fungsi sel-sel dalam tubuh, sehingga hal ini dapat berpotensi untuk meningkatkan resiko penyakit kanker. Selain itu, dioxin juga dapat memicu endometriosis, gangguan Attention Deficit Disorder, kecacatan sistem reproduksi anak-anak, sindrom kelelahan kronis, menurunnya sistem kekebalan tubuh, serta gangguan saraf.

Selain zat dioxin, biasanya daging sapi yang berasal dari peternakan telah mengalami proses penyinaran dengan menggunakan sinar gamma yang dihasilkan oleh radioaktif, kobalt 60, maupun aliran listrik dengan tujuan untuk membunuh bakteri yang tinggal dalam daging tersebut. Radiasi tersebut pada akhirnya akan menghasilkan radiolytic dalam produk makanan yang dihasilkan dari olahan daging tersebut, dimana hal itu memiliki sifat karsiogenik (penyebab kanker). Untuk itu sangat disarankan untuk menghindari produk makanan atau daging radiasi.

3. Keracunan

Daging sapi merupakan sumber dari adanya jenis kuman mematikan yang disebut E. Colli O157:H7 yang dapat menyebabkan terjadinya keracunan makanan yang cukup serius. Kuman-kuman tersebut terdapat dalam daging sapi yang telah terkontaminasi dengan kotoran sapi pada saat dilakukan penyembelihan. Akibat dari kuman berbahaya ini telah menewaskan puluhan orang serta menyebabkan ribuan orang sakit setelah mengkonsumsinya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya penarikan sekitar 25 juta pon daging sapi di pasaran pada tahun 1997.

4. Penyakit jantung

Seperti yang telah dijelaskan di awal bahwa daging sapi yang diperoleh dari peternakan komersial biasanya mengandung lebih sedikit jumlah asam lemak omega 3. Padahal asam omega 3 inilah yang dapat berfungsi untuk mencegah terjadinya penyakit jantung, namun mengandung lebih tinggi kadar asam lemak omega 6 (kaskade arakidonat) yang justru dapat mempromosikan atau meningkatkan resiko penyakit jantung.

5. Resistensi obat-obatan

Biasanya hewan-hewan di peternakan akan diberikan tambahan obat-obatan atau jenis antibiotik pada makanan mereka. Hal ini bertujuan untuk menambah berat badan serta untuk mencegah terjangkitnya wabah penyakit menular pada hewan-hewan ternak tersebut. efek samping antibiotik atau obat-obatan yang diberikan secara rutin pada hewan ternak seperti sapi dapat berkontribusi pada masalah resistensi obat-obatan atau antibiotik pada manusia yang mengkonsumsi daging tersebut.

6. Penyakit Creutzfeldt-Jakob (CJD)

Tahukah anda bahwa gangguan atau penyakit yang terdapat pada hewan ternak seperti sapi yaitu sapi gila atau disebut dengan bovine spongiform encephalopathy (BSE), yang akhir-akhir ini berkembang juga dapat menular pada manusia?  Ya hal ini bisa terjadi pada saat manusia mengkonsumsi daging sapi yang terinfeksi bovine spongiform encephalopathy (BSE). Penyakit ini biasanya menimpa pada orang-orang yang telah berusia sekitar 60 tahunan baik itu pria maupun wanita. Namun akhir-akhir ini penyakit tersebut juga telah berkembang pada orang-orang yang lebih muda. CJD merupakan suatu penyakit yang menyerang otak yang nantinya dapat mengarah ke demensia, maupun gejala otak lainnya yang lebih mengerikan. Hal ini juga dapat menjadi penyebab kematian mendadak di usia dini.

7. Terjadinya pemanasan global

Selain dampak pada kesehatan, produksi daging sapi pada akhirnya juga dapat berkontribusi terhadap terjadinya kerusakan lingkungan yang cukup parah. Hal ini terjadi karena para pengusaha peternakan yang melakukan deforestasi yang menyebabkan penggundulan hutan-hutan lindung demi memperluas usaha mereka. Hal ini akan menimbulkan dampak yang cukup signifikan bagi lingkungan, yaitu terjadinya pemanasan global.

Cara Memilih Daging Sapi yang Sehat

Dari beberapa ulasan diatas kita bisa tahu bahwa selain memiliki berbagai manfaat, namun ternyata mengkonsumsi daging sapi juga dapat menimbulkan beberapa efek samping yang membahayakan bagi tubuh. Terutama apabila daging tersebut berasal dari hewan ternak yang dipelihara secara komersial. Untuk itu, sebaiknya kita lebih bijaksana dalam menyikapi serta memilih jenis daging sapi yang aman dan sehat untuk dikonsumsi.

Berikut ini ciri-ciri dari daging sapi yang sehat dan layak untuk dikonsumsi, antara lain adalah :

  • Daging sapi berwarna merah terang atau cerah, tidak pucat, mengkilap, serta tidak kotor
  • Tekstur daging elastis, tidak lembek, dan sedikit kaku
  • Tidak lengket dan terasa basah saat dipegang
  • Memiliki aroma yang khas, yaitu gurih