Categories
Tentang Pengobatan Tips Kesehatan

Obat Tradisional Syaraf Kejepit

Obat Tradisional Syaraf Kejepit

Cara menjaga kesehatan , kesehatan , makanan yang menyehatkan tubuh , makanan alami untuk kesehatan  , Menjaga Kesehatan Tubuh Agar Kebal Penyakit , Makanan Baik untuk Kesehatan Mata , Manfaat Dan Khasiat Madu , Buah Untuk Penderita Darah Rendah , Makanan Mengatasi Lambung Bengkak , Makanan Yang Mengandung Serat Tinggi , Ramuan Tradisional Susah Buang Air Kecil , Obat Tradisional Sakit Lutut , Obat Tradisional Sakit Mata Merah , Obat Tradisional Sakit Kuning , Cara Mengobati Amandel , Cara Mengobati Radang Mata , Obat Disentri Tradisional , Obat Tradisional Diabetes Melitus , Khasiat Ramuan Obat Daun Kremah , Cara Mengeluarkan Cacing Kremi , Obat Tradisional Membersihkan Rahim , Obat Tradisional Radang Usus , Jamu Tradisional Setelah Bersalin , Obat Tradisional Syaraf Kejepit , Ramuan Tradisional Penghilang Uban , Jamu Ngompol Untuk Anak , Resep Membuat Sirup Obat Batuk , Resep Obat Cacing Tradisional , Mengobati Keputihan Dengan Delima , Jamu Tradisional Epilepsi
Obat Tradisional Syaraf Kejepit

Orang yang obesitas, baru saja cedera, atau yang memiliki rematik pada tangannya paling rentan mengalami saraf kejepit. Orang-orang yang pekerjaannya melibatkan gerak anggota tubuh berulang, misalnya buruh bangunan, buruh pabrik, karyawan kantor, hingga atlet lari juga berisiko mengalami kondisi ini. Meski cukup umum, jangan sepelekan saraf yang kejepit. Jika saraf terus menerus dibiarkan tertekan oleh bagian sekitarnya (bisa tulang, tulang rawan, otot, atau tendon), lama-lama saraf Anda bisa rusak permanen. Selain rasa sakit tentunya, apalagi gejala saraf kejepit yang sebaiknya Anda waspadai? Gejala saraf kejepit yang dialami seseorang bisa berbeda dengan orang yang lain. Begitu pula dengan intensitas keparahannya. Namun, membiarkan gejala begitu saja bisa memperparah kondisi hingga menyebabkan kerusakan saraf. Berikut ini kami akan memberikan anda Obat Tradisional Syaraf Kejepit  :

1. Ramuan Syaraf Dari Daun Alpukat (Persea Americana)

Daun alpukat ternyata tidak hanya digunakan untuk mengobati penyakit batu ginjal. Tetapi daun ini bisa digunakan sebagai obat tradisional syaraf kejepit di pinggang, punggung, leher dan kaki. Cara meracik ramuan daun alpukat sebagai berikut:
  1. Ambil segenggam daun alpukat secukupnya, kemudian cuci bersih.
  2. Kemudian rebus daun alpukat dengan 4 gelas air hingga menjadi segelas.
  3. Saring dan minum ramuan segelas sehari.

 

2. Daun Pandan (Pandanus amaryllifolius Linn) Obat Tradisional Syaraf Kejepit

daun pandan umumnya digunakan sebagai pengharum masakan tradisional, ataupun pembuatan minuman khas. Beberapa orang juga menanam pandan sebagai tanaman hias. Tanaman ini juga berkahasiat untuk mengobati syaraf lemah dan syaraf kejepit.
  1. Ambil 5 lembar daun pandan, kemudian cuci bersih dan diremas.
  2. Masukkan kedalam 300 ml air dan direbus hingga mendidih selama 15 menit, untuk sekali minum.
  3. Minum ramuan ini setiap pagi dan sore hari.

 

3. Daun Seribu (Achillea millefolium), Tanaman Untuk Mengobati Syaraf Kejepit.

Daun tanaman seribu mengandung diaforetik, antipiretik, diuretik, hipotensif, dan antiseptik. Tanaman ini dapat tidak hanya digunakan sebagai hiasan, tetapi juga bermanfaat sebagai obat syaraf. Cara meracik daun seribu sebagai berikut:
  1. Ambil 30 gram daun seribu yang sudah kering
  2. Tambahkan 2 gelas air, kemudian direbus hingga menjadi segelas.
  3. Ramuan ini untuk sehari dan diminum setiap jam.

 

4. Cara Mengobati Syaraf Kejepit Dari Daun Violces (Viola odorata Linn)

Daun violces memang jarang terlihat, tetapi tanaman ini dipercaya mampu mengobati gangguan syaraf. Misalnya digunakan untuk obat syaraf kejepit di leher, pinggul, tulang belakang, dan kaki. Cara mengolah daun violces adalah sebagai berikut:
  1. Ambil segenggam daun violces, segenggam daun leng-lengan (Leucas lavandulifolia.Smith).
  2. Ditambah segenggam daun seribu (Achillea millefolium), dan daun Sambang darah (Excoecaria cochinchinessis Lour).
  3. Masukkan seluruh bahan herba kedalam 4 gelas air bersih, kemudian didihkan.
  4. Tunggu hingga air menjadi segelas, lalu saring dengan kain bersih.
  5. Ramuan ini diminum sedikit demi sedikit sampai habis.

 

5. Valerian (Valeriana officinalis L), Tanaman Untuk Mengobati Syaraf Kejepit.

Tanaman valerian juga merupakan spesis yang jarang dibudidaya, tetapi manfaatnya dapat mengobati lemah syaraf. Kandungan kimia valerian berupa minyak atsiri, alkaloid valeriana, valerianina, valepotriat, valtratum, didrovatratum, ionona. Manfaat tanaman sebagai senyawa sedatif, hiptonik, spasmolitik, karminatif, hipotensif. Cara meracik ramuan sebagai berikut:
  1. Ambil 30 gram akar valerian.
  2. Ditambah 20 gram daun leng-lengan, 20 gram daun seribu, dan 20 gram daun sambang darah.
  3. Masukkan seluruh herba kedalam 500 ml air bersih, rebus hingga mendidih selama 15 menit.
  4. Ramuan ini diminum 3 hingga 4 kali sehari.

 

6. Daun Sirsak (Annona Muricata) Sembuhkan Syaraf Kejepit.

Daun sirsak tidak hanya ampuh untuk mengobati kanker. Tetapi juga dipercaya mampu meredakan dan mengatasi keluhan penyakit syaraf kejepit. Cara meracik daun sirsak untuk obat syaraf kejepit sebagai berikut:
  1. Ambil 7 lembar daun sirsak yang sudah cukup umur, kemudian cuci bersih.
  2. Masukkan kedalam 3 gelas air, kemudian direbus hingga menjadi segelas air.
  3. Ramuan ini diminum pada pagi dan sore hari.

 

7. Daun Bakung (Crynum asiaticum L) Meredakan Sakit Dan Menghilangkan Syaraf Kejepit

Selama ini orang menggunakan daun bakung untuk obat patah tulang, terkilir dan bengkak. Tetapi sebenarnya daun bakung juga dapat mengatasi dan menghilangkan rasa sakit yang ditimbulkan karena syaraf kejepit. Cara penggunaan dan meraciknya sama seperti ramuan patah tulang, terkilir dan bengkak.
  1. Ambil selembar daun bakung, kemudian cuci bersih.
  2. Panggang diatas api kecil hingga daun layu, kemudian oleskan minyak kelapa secara merata.
  3. Tempelkan atau ikatkan pada pinggang, leher, kaki dan lengan. Dapat dibantu dengan kain pengikat agar daun bakung tidak terlepas.
  4. Ramuan ini akan meredakan rasa sakit dan menghilangkan pembengkakan yang disebabkannya.

 

Ramuan obat tradisional syaraf kejepit diatas dapat dipilih sesuai ketersediaan herba disekitar kita. Untuk pengobatan luar dapat menggunakan ramuan dari daun bakung. Karena tanaman ini telah dipercaya nenek moyang kita untuk menyembuhkan semua gejala sakit pada otot, tulang dan sendi. Secara tradisional, daun bakung telah digunaka selama ratusan tahun dan sangat ampuh dalam beberapa kasus.
Categories
Minuman Kesehatan Tips Kesehatan

Jamu Tradisional Setelah Bersalin

Jamu Tradisional Setelah Bersalin

Cara menjaga kesehatan , kesehatan , makanan yang menyehatkan tubuh , makanan alami untuk kesehatan  , Menjaga Kesehatan Tubuh Agar Kebal Penyakit , Makanan Baik untuk Kesehatan Mata , Manfaat Dan Khasiat Madu , Buah Untuk Penderita Darah Rendah , Makanan Mengatasi Lambung Bengkak , Makanan Yang Mengandung Serat Tinggi , Ramuan Tradisional Susah Buang Air Kecil , Obat Tradisional Sakit Lutut , Obat Tradisional Sakit Mata Merah , Obat Tradisional Sakit Kuning , Cara Mengobati Amandel , Cara Mengobati Radang Mata , Obat Disentri Tradisional , Obat Tradisional Diabetes Melitus , Khasiat Ramuan Obat Daun Kremah , Cara Mengeluarkan Cacing Kremi , Obat Tradisional Membersihkan Rahim , Obat Tradisional Radang Usus , Jamu Tradisional Setelah Bersalin , Obat Tradisional Syaraf Kejepit , Ramuan Tradisional Penghilang Uban , Jamu Ngompol Untuk Anak , Resep Membuat Sirup Obat Batuk , Resep Obat Cacing Tradisional , Mengobati Keputihan Dengan Delima , Jamu Tradisional Epilepsi
Jamu Tradisional Setelah Bersalin

Jamu racikan setelah melahirkan, Bayi yang sehat setelah melahirkan dan badan yang bisa cepat kembali langsing seperti semula adalah dambaan para ibu muda. Banyak perawatan dan obat yang di tawarkan setelah melahirkan, namun banyak ibu muda yang lebih memilih perawatan tradisional dan jamu racikan khusus pasca melahirkan. Melahirkan secara normal memang menjadi pilihan utama para ibu muda begitu juga dengan perawatan dan jamu tradisional pasca melahirkan.

Meski di zaman modern ini ada metode proses persalinan dengan operasi Caesar, namun banyak calon ibu yang memilih melakukan proses persalinan secara normal. Alasannya sederhana, proses bersalin dengan cara normal di nilai lebih baik dari pada proses persalinan dengan metode operasi Caesar dilihat dari efek jangka panjangnya. Begitu juga dengan obat, para ibu muda lebih memilih mengkonsumsi jamu racikan khusus melahirkan daripada mengkonsumsi obat-obatan modern. Berikut ini kami akan memberikan anda Jamu Tradisional Setelah Bersalin :

Secara tradisi, nenek moyang kita telah mengajarkan cara membuat obat tradisional setelah bersalin. Ramuan ini dapat membuat kesehatan kembali normal, menambah stamina, mengecilkan dan menghilangkan selulit perut. Salah satunya dengan menggunakan herba daun iler atau jawer kotok, tanaman ini sangat bermanfaat untuk kesehatan. Jawer kotok biasanya paling banyak ditanam sebagai tanaman hias dengan beragam warna daun.
Ada banyak jamu buatan sendiri selepas bersalin yang bisa diberikan kepada wanita. Orang tua kita telah mewariskan ramuan tradisional mengecilkan perut setelah melahirkan, atau jamu habis melahirkan buatan sendiri. Adapun cara membuat obat tradisional setelah melahirkan dari daun jawer kotok sebagai berikut:
  1. Siapkan 12 lembar daun iler/jawer kotok segar, kemudian cuci bersih.
  2. Tambahkan 1 sendok teh herba Jung Rahab (Baeckea frutescens), dibakar dan diambil abunya.
  3. Tambahkan sedikit asam kawak/jawa (Tamarindus Indica linn).
  4. Seluruh herba dihaluskan dan tambahkan sedikit air. Kemudian dipipis hingga berbentuk pasta.
  5. Obat tradisional setelah bersalin ini ditapalkan pada perut ibu yang baru melahirkan.

 

Menurut studi, beberapa wanita lebih suka didampingi oleh seseorang ketika menjalani persalinan dan kelahiran. Bisa saja dari keluarga dekat, teman dekat, bidan atau perawat. Begitu pula setelah melahirkan, setidaknya ada orang-orang yang dikenal dekat mendampingi selama proses penyembuhan setelah bersalin. Dukungan orang-orang terdekat secara terus-menerus dapat mengurangi kebutuhan akan pengobatan.